Home » My Files » Kumpulan Artikel Menarik » 15 Jenis “Kecanduan” Di Zaman Modern yang Kekinian dan Bisa Membahayakan

15 Jenis “Kecanduan” Di Zaman Modern yang Kekinian dan Bisa Membahayakan

15 Jenis “Kecanduan” Di Zaman Modern yang Kekinian dan Bisa Membahayakan

kecanduan, kecanduan narkoba, kecanduan gadget, kecanduan alkohol, kecanduan media sosial, kecanduan game online

Via: support.therapytribe.com

Kecanduan.

Satu kata ini cukup mengerikan. Bagaimanapun, kecanduan bisa bermakna kalau kita ketagihan akan sesuatu. Saking ketagihannya, kita sampai sulit (hampir tersiksa) untuk mengatakan “tidak”. Selalu tunduk dan patuh saja.

Sesuatu itu bisa benda, suatu zat, atau aktivitas tertentu. Kalau semuanya tak ada, kita akan merasa hampa. Sehingga kita bisa nekat melakukan apapun demi mendapatkannya. Contohnya tak jauh dari narkoba, yang sudah terang-terangan membunyikan genderang peperangan bagi umat manusia.

Dan di zaman sekarang, tanpa terasa kecanduan akan sesuatu itu semakin banyak bermunculan. Apa saja? Jom!

#1. Kafein

Tanpa terasa, mungkin daku juga sudah termasuk ketagihan akan poin perdana ini. Kalau dipikir-pikir, sudah ada perasaan “tak bisa lepas” dari kopi. Sehari tanpa zat kafein ini rasanya ada sesuatu yang tak utuh. Karena itu harus ada upaya pengendalian diri agar konsumsinya tidak melampaui batas.

#2. Nikotin

Bicara tentang nikotin tak akan jauh dari yang namanya rokok. Kenyataan pahitnya, orang-orang sudah mengenal benda tersebut sejak dini. Anak-anak yang melihat orang dewasa merokok di sekitarnya. Atau, pelajar yang memang ingin mencoba segala hal. Kalau sudah mencicipi, ada kecenderungan untuk tak bisa lepas lagi. Susah. Walau sudah tahu dan sadar akan bahayanya sekali pun, perokok tetap akan keukeuh kalau ketagihannya itu “membawa kebaikan” untuk dirinya.

#3. Alkohol atau Minuman Keras

Semua tahu kalau cairan ini memiliki efek yang kuat dan sensasi menyenangkan, untuk sementara. Setelahnya si peminum akan merasakan sakit kepala hebat, mual, muntah-muntah, mengalami gangguan kesehatan, perilaku, bahkan sampai mengancam keturunan. Tppi biasanya konsumsi minuman ini justru akan semakin meningkat, semakin butuh, dan ketagihan.

Baca Juga :  Siapa sih yang Disebut Dai?

#4. Makan Berlebihan

Di samping kasus kelaparan, terjadi juga yang namanya fenomena makan yang berlebihan. Bagaimana pun kita memang mencintai makanan, sesuatu yang bisa memuaskan dan mengenyangkan. Belum lagi sekarang sudah banyak tempat makan atau produsen makanan yang menyajikan aneka olahan. Kalau hasrat tersebut tak bisa dibendung atau dikontrol, hal ini tentu mengundang ancaman berupa obesitas atau gangguan kesehatan lain.

#5. Internet

Bisa kita renungkan sendiri. Apa jadinya hidup tanpa internet? Bagaimana perasaannya ketika tak membuka media sosial dalam rentang waktu tertentu? Apakah bisa bilang “tidak” pada dunia maya? Apalagi kalau yang sudah keranjingan situs porno atau mungkin perjudian online. Akan ada dorongan tersendiri untuk tak memutus koneksi.

#6. Pornografi

Banyak penyebab yang mengakibatkan seseorang untuk jatuh dalam perangkap pornografi. Kalau sudah begitu, ada kesulitan tersendiri untuk lepas atau menjauh. Padahal pikiran yang dicekoki terlalu banyak hal-hal gituan akan selalu berdampak enggak baik. Karenanya perlu ketegasan dari sendiri untuk menghentikan semuanya.

#7. S*ks

Segala sesuatu yang normal kalau bersifat keterlaluan tetap saja akan berstatus buruk. Termasuk soal s*ks. Apalagi kalau sampai mengusik hubungan dengan pasangan yang mulai tidak nyaman, mengacaukan konsentrasi kerja, mengganggu hubungan dengan Tuhan YME, serta membuat aktivitas sehari-hari jadi kisruh.

macam macam kecanduan, kecanduan, ketagihan, kecanduan belanja, ketagihan shopping, ketagihan internet, ketagihan facebook, ketagihan seksual, kecanduan seksual

Via: addict-help.com

#8. Belanja atau Shopping

Baca Juga :  10 Fakta Mengerikan Tentang Skip Challenge yang Viral di Media Sosial

Shopping ekstrem jelas-jelas yang menjadi bencana bagi keuangan kita. Tetapi tak hanya sebatas itu, efek buruknya bisa menyebar ke hal-hal di luar uang atau finansial. Termasuk pada diri sendiri, yang mulai kesusahan melakukan kontrol diri.

#9. Video Games

Sesuatu yang awalnya bertujuan untuk hiburan atau having fun tiba-tiba berubah jadi petaka. Apalagi kalau kita benar-benar sampai lupa waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Melewatkan waktu makan, lalai beribadah, enggan berurusan dengan tantangan dunia nyata atau lebih larut pada permainan saja, dsb.

#10. Judi

Hobi yang seperti lama-lama semakin memupuk naluri berkompetisi atau bersaing kita. Rasanya ada kepuasan ketika bisa memberanikan diri untuk mempertaruhkan sesuatu. Semakin tinggi nilainya, semakin puas rasanya. Apalagi kalau sampai bisa menang. Meski esok bermain lagi dan justru kalah, hal itu justru memantik keinginan untuk terus terlibat dalam permainan.

#11. Workaholic

Ada data yang cukup mengagetkan di Jepang. Di sana terjadi karoshi, atau kematian akibat bekerja over, sampai 1000 kasus tiap tahun. Kalau di kita mungkin istilahnya “kurang piknik”, saking cinta dan larutnya pada pekerjaan. Mereka begitu mendedikasikan diri pada pekerjaan karena berbagai faktor. Entah karena merasa puas jika mendapat apresiasi, merasa sukses, menghindari masalah personal, dsb. Akibatnya gejala-gejala seperti migren, pegal, lelah, dsb, sudah tak dirasa. Ketika liburan atau wiken tiba, dia malah sakit. Atau ketika mendapat jatah jalan-jalan, dia malah memilih untuk tetap bekerja. Hak tubuh seperti terabaikan begitu saja.

#12. Menyakiti Diri Sendiri

Apa hal ini mungkin? Mengingat banyaknya upaya untuk bunuh diri, sudah tentu ada sesuatu yang janggal atau perlu diselidiki. Termasuk mereka yang mulai tidak mengapresiasi hidup, dihantui rasa bersalah yang hebat, dirundung kesedihan mendalam, putus asa, dsb, yang berujung pada upaya penyiksaan terhadap diri sendiri. Misalnya dengan (maaf) memotong urat nadi.

Baca Juga :  10 Tweet Terakhir Paling Terkenal Sebelum Pemilik Akunnya Meninggal

#13. Hubungan yang Buruk

Banyak yang melakukan pendekatan lama, tapi kemudian berakhir dengan tempo sesingkat-singkatnya. Masalah tentang pasangan putus atau bercerai pun rasanya sudah jadi hal yang biasa. Banyak. Efeknya yang berupa kesedihan dan sakit hati juga bisa memengaruhi hubungan ke depan. Malah ada yang seperti “ketagihan”. Tak kapok. Padahal semestinya kita membangun hubungan yang spesial, kukuh, dan langgeng.

#14. Diet Ekstrem

Idealnya, diet atau pengaturan pola makanan dan aktivitas memberikan hasil yang diharapkan positif. Namun sebagian justru salah kaprah. Apalagi karena sudah merasa tak puas, terobsesi pada bentuk badan tertentu, ingin merasa puas, dsb. Bukannya bermanfaat bagi diri sendiri, malah menyiksa atau mengundang bahaya.

#15. Narsis

Kita akan dianjurkan untuk mencintai dan mengapresiasi diri sendiri. Tetapi lagi-lagi, kalau sifat keterlaluan tentu akan tak baik juga. Dia akan merasa menjadi pribadi yang paling segalanya. Dia senang menjadi pusat perhatian. Termasuk jika harus melakukan sesuatu yang sensasional. Semakin disorot atau dipuji, semakin “gila” dan terekspos saja. Sehingga dia juga akan cenderung mengikis perhatian, kepedulian, atau empatinya pada yang lain. Terlalu fokus pada diri sendiri yang jadi obsesinya sendiri. 15 Jenis “Kecanduan” Di Zaman Modern yang Kekinian dan Bisa Membahayakan. #RD

error: