15 Tips Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)

10
SHARE

#8. Penampilan

Soal penampilan, pasti Bro-Sist udah paham betul bagaimana baiknya penampilan seorang guru. Dari mulai kepala sampai kaki. Sopan, tertutup dan rapi. Kalo pakaian udah oke, perhatikan juga dandanannya. Bagi perempuan, pertimbangkan deh pemakaian aksesoris, bedak, lipstik dan minyak wanginya. Laki-laki juga, perhatikan pemakaian aksesoris, gel rambut dan minyak wangi. Lebih bijak, lebih bagus.

Tak hanya itu, perhatikan pula seragam yang biasa dipakai di sekolah tersebut. Kalau hari Senin biasanya safari, ikuti saja. Kalau hari Jumat biasanya batik, juga ikuti. Intinya, sesuaikan penampilan dengan adat sekolah juga ya, Sob. ^_^

~

#9. Kuasai Materi dan Sampaikan dengan baik juga benar

Pernah gak sih menghadapi guru yang jenius, namun ternyata beliau kurang mampu menyampaikannya pada kita? Beliau menguasai materi sih, namun waktu menerangkan ke kita kok ya gak ngerti ya? -_-‘

Baiknya gimana tuh, Bro-Sist? Tentu saja menguasai materi dan bisa menyampaikannya ke anak didik. 😀

Masalah menguasai materi, tak ada yang bisa kita lakukan selain memahami materi-materi tersebut. Sebelum mengajarkannya pada murid, biasanya kita terlebih dahulu yang belajar. Termasuk sebelum menggelontorkan soal-soal, terlebih dahulu kita yang ‘menikmatinya’. Hehe.

Baca Juga: Ketika Mengajar Dalam Keadaan Bad Mood, Bagaimana?

Sewaktu menyampaikan materi, perhatikan reaksi anak-anak didik. Apakah mereka kelihatan memerhatikan? Memahami? Melamun? Memandang dengan pandangan kosong? Dst. Saat disediakan waktu untuk bertanya, adakah yang yang bertanya? Kalau mereka terdiam, pastikan mereka itu terdiam karena sudah paham atau melah tengah kebingungan?

Masih kurang yakin dengan pemahaman mareka, gimana kalau kita beri soal-soal? Gak perlu banyak dulu, cukup beberapa sebagai ‘tester’ pemahaman dasar mereka. Bisakah mereka menjawabnya? Di mana kesulitan yang dihadapi? Sudahkah semuanya paham dan mampu memecahkan soal tersebut?

Baca Juga :  Cerita PPL; The Last Meeting in X.5

Jalan lain, ‘terjun’ ke lapangan. Usai menerangkan materi dan memberi soal, kalau masih ragu, ‘samper’ saja mereka secara personal. Pastikan bangun tanya jawab demi mengetahui pemahaman masing-masing siswa. Apakah semuanya sudah paham atau mungkin… hanya beberapa saja?

Terapkan metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan dan karakter kelasnya. Kata orang sih, tak ada satu metode saja yang pas diterapkan. Fleksibel. Kita bisa mengkolaborasikannya. Kita juga bisa menciptakan suasana menyenangkan… seperti memakai media audio-visual, memberi contoh yang familiar bagi siswa, membalutkan materi dalam sebuah cerita, dst.

~

#10. Komunikasi dan Interaksi Ketika KBM (Kegiatan Belajar – Belajar)

Hal ini terlihat sederhana, namun ternyata penting sekali. Ada kalanya sebagai guru, kita mesti membangun komunikasi dan interaksi ketika KBM. Entah itu sekadar menanyakan kabar, kesulitan materi, review pelajaran yang lalu, mendiskusikan masalah kelas, keluahan mereka, membicarakan ekskul, membahas isu-isu terkini (baiknya sih yang berkaitan dengan materi), dst.

Komunikasinya bisa ke se-kelas atau ke masing-masing pribadi siswanya. Disarankan sekali guru bisa menghapal nama-nama siswanya, jadi tidak melulu menyebutkan nama-nama siswa tertentu. Yang pintar saja, yang di bangku depan saja, yang punya jabatan di ekskul saja, yang neko-neko saja, dst. Tidak, Bro-Sist. Mesti semuanya, ya. 😀

Bisa dengan memerhatikan posisi bangku mereka, memerhatikan ciri khas mereka, menjadikan nama-nama mereka sebagai tokoh dalam soal, dst. Bukankah adem saat guru menyapa dengan memanggil nama kita, ketimbang dengan kata umum seperti ‘hey, kamu’?

~

#11. Penggunaan bahasa dan gerak

Nyaman gak sih saat ada guru yang menerangkan dengan bahasa ilmiah total? Dengan sedikit bahasa alay? Dengan bahasa resmi? Dengan posisi tangan tegap? Dengan tangan yang tak lepas menggenggam pulpen? Atau dengan tangan yang gak mau diam. Itu gimana selera ya, Bro-Sist. 😀

Baca Juga :  Daftar “Best Moments” Dalam Hidup Kita

Sesuai pengalaman sewaktu menjadi siswa, kadang kita terlampau hapal dengan ciri khas seorang guru. Misalnya guru yang gemar berdehem ketika mengajar atau yang tangannya tak mau diam. Lama-lama siswa malah fokus pada cara bahasa dan gerak guru, bukan malah ke gurunya. -_-‘

Kayaknya gak ada jalan lain selain bijak dalam berbahasa dan bergerak ya, Bro-Sist. Misalnya jika diperlukan, ada kalanya kita menyembulkan istilah gaul supaya siswa remaja bisa mudah menangkapnya. Atau, ada kalanya pula kita menirukan gerakan sesuatu ketika menerangkan sesuatu tersebut. Asal gak berlebihan saja ya, Bro-Sist.

~

#12. Jangan memilih untuk menjadi ‘guru pilih kasih’

Siapa yang suka sama guru pilih kasih? Kayaknya kita kurang sreg belajar dengan guru yang terlalu perhatian pada siswa-siswa tertentu saja, lalu melupakan siswa lainnya. Sebisa mungkin perlakuan kita itu adil. Memberi apresiasi pada siswa yang berprestasi, sekalipun siswa tersebut tidak kita sukai karena (misalnya) cara berpakaiannya. Juga, memberi ganjaran pada siswa yang melanggar aturan, sekalipun siswa tersebut (misalnya) nurut pada kita.

Begitupun ketika kita berkeliling dari bangku ke bangku untuk interaksi lebih pribadi dengan mereka… sebisa mungkin kita menghampiri semua bangku, tak lama-lama di bangku siswa tertentu saja lalu hanya melintas di bangku siswa-siswa lainnya.

~

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjadi Praktikan atau Guru PPL 

#13. Ketika Menutup Pelajaran

Usai segenap proses KBM kita tunaikan, hal penting lainnya yaitu penutupan pelajaran. Ada banyak hal yang bisa kita terapkan demi mengisi bagian ini. Sebagian ada yang memanfaatkannya dengan tanya-jawab, sengaja memberi post-test dan mengoreksinya, memberi ‘oleh-oleh’ (PR) atau membuat kesimpulan.

Tapi mari catat ya, Bro-Sist. Membuat kesimpulan itu baiknya dilakukan oleh siswa, bukan oleh kita. Apapun pendapat mereka, apresiasi pemahaman mereka.

Baca Juga :  Desember, Bulan Kelabu?

~

#14. Enggak cuma KBM

Menjadi guru ternyata tak hanya berurusan di kelas saja. Kadang, kita mesti eksplor diri dalam ranah di luar kelas. Tentang fasilitas luar kelas yang mendukung pembelajaran, penasihat dalam kegiatan intrakurikuler siswa juga menjadi pembina/pendamping dalam kegiatan ekstrakurikuler mereka.

~

#15. Laporan-laporan

Membuat laporan itu… satu sisi memang sedikit repot, namun di sisi lain menjadi salah-satu tanda bahwa PPL itu akan segera berakhir. Yeah… Hehe.

Supaya tak terlalu repot, jangan andalkan waktu-waktu akhir. Di awal kegiatan pun, alangkah baiknya kita tak lepas mendokumentasikan segala data yang diperlukan. Biar nanti di akhir, tinggal menyusun saja. Lalu, tak lupa kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya laporan tersebut mesti dalam kertas apa, jilidnya bagaimana, margin berapa, spasinya berapa, hurufnya apa, dst.

Gak lupa, buat cadangan data laporan. Ya namanya juga hidup, banyak hal yang tak terduga. Siapa tahu kita sudah membuat laporan, namun ternyata flash disk-nya hilang. Uh, sesak ‘kan, Bro-Sist? Demi meminimalisir petaka tersebut, tak ada salahnya kita simpan data-data penting dalam flash disk, CD, komputer/netbook/laptop, draft email atau blog, dst.

Baiklah. Demikian postingan mengenai tips-tips menghadapi n menjalani PPL. Selamat bertugas. Mudah-mudah sukses, lancar n berkah ya, Bro-Sist. Aamiin… 15 TIPS Menghadapi PPL (Praktik Pengalaman Lapangan). [#RD]

September 2, 2013
1
2
SHARE

10 COMMENTS

  1. sulit juga ya ternyata untuk menjadi guru PPL. selain itu, salah satu yang harus dilatih menurut saya adalah bagaimana mengendalikan kelas apalagi jika anak2nya tukang ribut :))

  2. Iya. Apalagi kita memang masih berstatus “belajar menjadi guru”, tapi sudah harus terjun langsung ke lapangan. Dulu kita jadi bagian dari kelas ribut, sekarang kita sendiri yang mesti mengendalikannya. Hehe

  3. Artikelnya mengingatkan sekali tentang pengalaman saat ppl. Jerih payah dalam menjalani mengajar di sekolah memang luar biasa. Banyak suka duka yang di dapat di sini. Tapi menjadi hal yang tak pernah terlupakan.

    • Hehe.. iya, postingan ini memang ditulis di zaman-zamannya PPL dulu. Dan, benar sekali. Praktikan PPL itu penuh perjuangan dari segala sisi. Heuheu

    • Wuih… selamat menanti PPL, ya. Jalani n nikmati saja semester sekarang. 🙂
      Terima kasih juga sudah mampir ke sini, ya. ^_^

Comments are closed.