16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu

16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu

“Gak ada untungnya lho jadi pemalu. Saya pengin cerewet malah… apa manfaatnya (sifat pemalu?) Sifat pemalu itu kan membosankan.”

~

malu, pemalu, keuntungan sifat malu, malu dalam islam, manfaat pemalu

Beberapa waktu yang lalu, seorang pembaca blog rosediana.net yang baik membagikan salah-satu artikel via twitter. Daku nge-mention dan menghaturkan terima kasih. Obrolannya lalu berlanjut dengan menarik. Intinya tentang sifat malu.

Dia sendiri mengaku pemalu, dan bersikukuh kalau pemalu itu enggak asyik serta kurang menarik. Pokoknya membosankan. Daku mengerutkan alis, like literally, ketika membaca pandangannya. Beneran bikin berpikir.

Sifat pemalu memang identik dengan outcome yang jelek. Karena pemalu, seseorang bisa hilang kesempatan untuk lebih maju. Karena pemalu, seseorang bisa hilang kesempatan untuk bergaul lebih luas. Karena pemalu, seseorang bisa hilang kesempatan untuk menyuarakan isi hatinya, dsb.

Pokoknya malu itu menjadi pembatas untuk banyak kesempatan. Karenanya, daku rasa musti ada list tentang sifat malu yang harus dihindari. Yaitu ketika…

  • Sifat malu yang menghalangi ilmu. Misalnya kita pengin tahu tentang sesuatu, yang berkaitan dengan agama atau dunia, tetapi malu untuk bertanya pada ahlinya. Entah karena masalahnya yang tabu atau takut dianggap bodoh. Malu yang seperti ini sebaiknya dihindari.
  • Sifat malu yang menghalangi kebaikan. Kadang-kadang ada sebagian kaum hawa yang enggan berhijab, lantaran malu kalau dianggap sok alim atau mungkin kampungan. Nah, rasa malu itu ternyata sudah membuat niat kebaikannya mampet di tengah jalan.
  • Sifat malu yang mendukung kejahatan. Poin yang satu ini mirip dengan sifat ciut atau pengecut. Misalnya ketika kita menyaksikan kejahatan atau keburukan di depan mata, tapi enggan meluruskan atau mewanti-wantinya lantaran terlalu malu. Tak punya nyali.
  • Ada lagi?

Menurut agama, kepribadian pemalu itu sangat berkaitan dengan keimanan seseorang. Rasa malu bahkan menjadi bagian dari iman. Sifat tersebut menjadi tameng agar kita tidak gegabah. Malu selalu menjadi alarm agar kita tidak jatuh pada perbuatan yang merendahkan. Sebaliknya, malu mendorong agar pemiliknya menjaga bahkan meningkatkan kehormatan dengan kebaikan.

Sifat pemalu juga bisa jadi modal bagus. Nah berikut ini alasannya. Jom!

malu, pemalu, sifat pemalu, manfaat sifat pemalu, malu dalam islam, malu sebagian dari iman, perempuan pemalu, perempuan malu-malu
Via: lonerwolf.com

#1. Mendorong Sifat Rendah Hati

Sifat pemalu menghalangi orang untuk membusungkan dada. Dia terlalu tak berani untuk unjuk gigi. Sebaliknya, ia malah merendahkan hati. Dan bisa kita tebak, sebagian besar orang menyenangi sosok yang rendah hati.

#2. Manis dan Kiyut

Baru dipuji sedikit, pipinya sudah merona. Begitu mengobrol berhadap-hadapan, tingkahnya kikuk tak karuan. Kadang ketika melihat orang seperti itu, ada rasa “takjub” tersendiri. Menarik dan cute juga.

#3. Kesan Innocent dan Baik Hati

Ketika pertama kali melihat sosok yang pemalu dan agresif, kesan baik biasanya akan jatuh pada yang pemalu. Hal itu dikarenakan orang lebih respect terhadap kehati-hatiannya, sehingga ia pun lebih cepat dipercaya sebagai sosok yang polos dan baik. Kesan positif ini tentu bisa jadi keuntungan tersendiri dalam pergaulan, pekerjaan, atau hubungan khusus.

#4. Berpikir Sebelum Bertindak

Yang pemalu biasanya tak akan gegabah. Apalagi kalau apa yang hendak ia bicarakan atau lakukan itu berhubungan dengan sesuatu yang sangat penting dalam hidup. Biasanya dia akan mempertimbangkan, membuat konsep, atau merencanakannya lebih dulu. Sering kita lihat bagaimana mulutnya gelagapan, lututnya bergetar, atau tangannya memijit-mijit ujung baju. Hal tersebut menandakan ia tengah dalam proses berpikir juga sebelum bertindak. Dengan demikian, ia akan terhindar dari risiko tinggi atau buruk.

#5. Mudah Didekati

Orang tidak mendeteksi “ancaman” dari sosok pemalu. Karena itu, biasanya dia akan mudah didekati, walau terkadang kerap gagal menyambut pendekatan itu. Namun yang jelas, banyak yang merasa nyaman jika berada di tengah orang yang pemalu.

#6. Pendengar yang Baik

Meski terbilang simpel, namun sosok pendengar yang baik itu memberi pengaruh besar. Dia bisa memberi kenyamanan pada orang yang curhat, sebab dirinya benar-benar memerhatikan secara seksama. Bukan pura-pura. Karena itu, pendengar yang baik biasanya jadi sahabat atau teman hidup yang hebat. Namun kekurangannya, si pemalu kadang tak bisa menyampaikan pendapat dengan leluasa.

malu, pemalu, sifat malu, sifat pemalu, orang pemalu, manfaat sifat malu, malu dalam islam, perempuan pemalu, cara mengatasi rasa malu, hikmah sifat pemalu
Via: rafichowdhury.com

#7. “Menularkan” Ketenangan

Bagaimana perasaan kita ketika di tengah suasana hectic atau panik, lalu orang-orang di sekitar menjerit-jerit? Tentu kita akan ikut was-was tak karuan. Tapi orang yang pemalu biasanya memiliki skill khusus untuk tetap tenang, terkendali, bahkan tak bereaksi secara brutal. Kadang sikapnya ini menjalarkan rasa tenang tersendiri bagi orang di sekitarnya.

#8. Pemerhati Ulung

Ketika dalam sebuah diskusi atau obrolan, biasanya orang yang pemalu tak akan banyak komentar. Mirip seperti orang yang berkepribadian introvert. Dia bukannya tidak memerhatikan, melainkan justeru sedang mengobservasi dalam diam. Sehingga terkadang banyak yang kecil yang tak luput dari perhatiannya.

#9. Peduli Pada Perkataan Orang

Well, yang satu ini bisa berefek negatif dan positif. Namun orang pemalu memang menganggap pandangan orang lain itu cukup penting, sehingga membuat mereka sadar diri. Mereka tahu kalau sifat bawaannya kadang dipandang membosankan dan bikin canggung. Sehingga, si pemalu sebenarnya terus belajar dan berusaha untuk lebih hangat lagi agar suasananya cair.

#10. Lebih Terpercaya

Jika dibandingkan, orang biasanya lebih menaruh kepercayaan pada si pemalu. Bagaimanapun, rasa malu membuatnya kerap berhati-hati dan tak hobi menebar omongan sana-sini. Karena sifat ini, dia juga berpeluang menjadi pemimpin andalan.

#11. Mengundang Orang untuk Lebih Terbuka

Sudah disinggung sebelumnya kalau pemalu itu cenderung menjadi pendengar yang baik serta pribadi yang terpercaya. Dia juga bisa lebih empati. Untuk itu, orang-orang di sekitar bisa lebih terbuka padanya. Mereka nyaman.

#12. Pintar dan Selalu Ingin Memecahkan Masalah

Salah-satu perjuangan orang yang memiliki sifat malu yaitu… mencoba lebih terbuka dan enjoy dengan orang lain. Dia bukan sosok yang antisosial, melainkan sedikit lama merasakan kenyaman di tengah orang-orang. Hal tersebut menjadi masalah klasik yang terus saja diupayakan solusinya. Untuk itu, ia sudah terbiasa dengan yang namanya problem serta bagaimana cara mengatasinya.

#13. Berpotensi Sebagai Sahabat atau Pasangan Ideal

Hubungan yang indah itu langgeng dan dalem. Tak banyak yang bisa menciptakannya, entah dalam hal persahabatan atau percintaan. Masalahnya bukan hanya jarak, status, atau kekayaan. Poin utamanya terletak pada pelakunya sendiri. Pemalu cenderung mampu menjadi sosok yang bisa dipercaya dan bikin nyaman, apalagi kalau sudah mengenal lama dan saling terbuka.

#14. Berpeluang untuk Memiliki Keberanian tak Terduga

Karena pemalu, biasanya banyak pekerjaan atau profesi yang tak cocok. Khususnya kalau pekerjaan itu menuntut keberanian atau interaksi dengan orang banyak. Misalnya sales, penceramah, pengacara, dsb. Tetapi kalau si pemalu ternyata masuk ke dunia tersebut, ada kemungkinan kalau dia akan tampil lebih berani dari dugaannya. Contohnya saja Dr. Zakir Naik yang dulunya bahkan gagap, namun semenjak jadi pembicara atau pendakwah, kemampuan komunikasinya melesat.

#15. Damai, Tak Menuntut Menjadi Pusat Perhatian

Banyak pihak yang terpaksa membuat sensasi agar dilirik atau diperhatikan orang. Namun si pemalu justeru merasa “enggak apa-apa enggak jadi pusat perhatian juga”. Ia lebih damai ditinggal sendiri di dunianya.

#16. Bisa Sukses Besar Dalam Pekerjaan Cocoknya

Mengingat pembawaannya yang pemalu, dia lebih condong akan pekerjaan yang sekiranya “sepi-senyap”. Dia kurang cocok pada pekerjaan yang menuntut untuk tampil di panggung, bicara di hadapan banyak orang, atau memengaruhi publik. Dia lebih nyaman bekerja di belakang layar, atau di tempat yang sekiranya tak banyak interupsi dan acara sosialisasi langsung. Misalnya penulis, pemahat, pelukis, pembuat kerajinan, dsb. Kalau pekerjaannya sudah dirasa nyaman, tentu ia akan enjoy  dan fokus. Hasilnya pun bisa maksimal.

~

Apa ada lagi, ya?

Nah, intinya sifat pemalu itu bisa jadi kelemahan dan bisa juga jadi kelebihan. Tergantung dari bagaimana kita menggunakannya di situasi yang tepat. Kita baiknya meluruskan stigma buruk yang kerap hinggap. Well, karena daku juga merasa sebagai pemalu. Ha! 16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu. #RD

You May Also Like

5 Comments

  1. menjalani hidup sbg diri sendiri yg pemalu tapi malu yang sewajarnya, malu yang relialiatis dan tidak dibuat buat, prakteknya susah dibutuhkan pengalaman mental yang lama

  2. Dan jangan lupa orang yang mahir berbahasa asing dengan tingkat near native speaker pun pernah dalam posisi kamu sekarang, dia bahkan pernah jadi pemula belajar bahasa asing yang dia kuasai dengan baik sekarang ini.

Comments are closed.