Home » My Files » Kumpulan Artikel Menarik » 16 Ciri Kalau Kita Termasuk Orang yang Negatif

16 Ciri Kalau Kita Termasuk Orang yang Negatif

16 Ciri Kalau Kita Termasuk Orang yang Negatif

ciri orang negatif, ciri ciri orang negatif, tanda orang negatif, tanda tanda orang negatif, cara menghindar jadi orang negatif, kerugian menjadi orang negatif, orang berpikiran negatif, orang negatif, menjadi orang negatif, teman orang negatif

By: Ana V. R. via IG: @deeannrose

Orang negatif? Mereka itu… siapa? Jangan-jangan diri kita sendiri?

Kita seringkali membicarakan orang negatif. Mereka yang tak tepat janji, tak terpercaya, berpikiran negatif, pemalas, dsb. Intinya, mereka bisa menjadi racun, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Banyak yang menyarankan kalau kita tak perlu terlalu dekat dengan orang-orang negatif. Bagaimanapun, mereka bisa memberi pengaruh yang tak baik. Sayangnya, proses menghindar itu enggak mudah. Lagipula, orang negatif ternyata sangat banyak.

Apa mungkin diri kita sendiri termasuk dalam golongan manusia negatif?

Terkadang ada beberapa kebiasaan, keyakinan, atau pemikiran buruk yang selalu kita pelihara. Tanpa sadar, hal tersebut menjadikan kita sebagai sosok yang negatif. Lambat laun, semua itu bisa membuat diri sendiri bahkan orang lain semakin lebur.

Kalau begitu, apa tanda-tanda dari orang negatif? Jom!

#1. Menyepelekan Keyakinan

Sudah numpang hidup, kita malah menyepelekan Sang Pemberi Hidup. Begitu yang senang dilakukan orang negatif. Mereka tak terlalu bersikap acuh terhadap Tuhan, bahkan cenderung menyepelekan kepercayaan, proses ibadah, amal perbuatan, dsb.

#2. Was-was Kebangetan

Rasa cemas itu naluriah. Namun jika levelnya sampai ekstrem, kita perlu waspada juga. Apalagi kalau sampai berfantasi terlalu jauh ke masa mendatang, padahal yang ditakutkan belum tentu seburuk atau semengerikan yang dikira. Kita pun akan merasa cemas duluan, dan bahkan bisa mengusik detik yang sedang dijalani.

#3. Sering Menyuruh-nyuruh Orang Di Luar Urusan

Sesama manusia memang senang memberi saran. Namun jika sudah bersifat mendikte, alangkah baiknya untuk dikurangi. Misalnya menyuruh memutuskan pasangan, pindah rumah, mengganti musisi favorit, dsb. Nanti kata orang, mind your won business alias pikirkan saja urusanmu sendiri.

#4. Pikirannya Negatif Selalu

Di dalam otak kita memang terdapat bagian kecil mirip kacang almond yang dinamakan amygdala, yang menjadi semacam alarm. Khususnya ketika ada sesuatu mengingatkan emosi untuk bereaksi. Namun sebagian dari kita malah sering terjebak pikiran yang bikin takut, membawa kabar buruk, atau bahaya. Orang negatif seperti ini mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan mekanisme tersebut.

Baca Juga :  8 TIPS AGAR ANAK ATAU MURID DISIPLIN DAN TAAT ATURAN

Siapa tahu pengin baca juga:

 10 Kata-kata atau Pikiran Negatif yang Menghambat Kesuksesan Kita Sendiri

#5. Enggak Doyan Berbagi

Berbagi di sini bisa bermakna ganda. Bisa berbagi dalam arti memberikan materi, bisa juga sharing sesuatu tentang diri kita. Padahal berbagi itu justeru mendatangkan efek positif. Tapi tentu tak perlu memaksakan. Kita juga memang berhak menutupi apapun terkait hal pribadi. Asal kita memiliki alasan tepat untuk tidak sharing, maka poin yang satu ini tak terlalu bermasalah.

#6. Setia Menjadi Pesimis

Kebalikan dari optimis, maka orang pesimis cenderung memprediksi bahwa sesuatu itu akan berakhir dengan buruk. Mereka sebenarnya tersiksa, sebab jarang membayangkan hasil yang membahagiakan atau sesuai keinginan. Apalagi kalau tebakan kita tersebut tidak rasional.

#7. Membawa Kabar Buruk Menjadi Hobi Tersendiri

“Hey tahu enggak sih, si anu ‘kan ketangkep polisi gara-gara…”,

“Udah tahu belum, di kebun cengkih ‘kan ada yang bunuh diri! Matinya…”,

“Kemarin pas penggerebekan di kosan anu, ternyata teman kita juga kena. Dia…”

Beberapa kata pembuka dari kabar itu memang seru, apalagi kalau selanjutnya dijelaskan sedetail mungkin. Hal ini didukung juga oleh media, yang kebanyakan mengekspos berita seputar kematian, tragedi, kekerasan, dsb. Secara tak langsung, mereka berperan serta dalam peningkatan depresi serta rasa cemas berlebih. Kecuali kalau mentalnya cukup kuat, kita akan tetap positif.

#8. Amat Sangat Sensitif

Tersinggung memang lumrah kita rasakan. Namun hal tersebut bisa mengusik keseruan hidup apabila terlalu dimanjakan. Kita akan cepat-cepat galau ekstrem akan kritikan, nilai kurang besar, enggak jadi pemenang, dsb. Bahkan orang negatif bisa saja membelotkan pujian secara kurang tepat, sehingga ia malah marah, bukannya senang.

Baca Juga :  Kata-kata, Akronim dan Singkatan Gaul Populer di Dunia Maya (Bagian 13)

#9. Keseringan Mengeluh

Orang negatif menganggap bahwa dunia dan seisinya memang memusuhinya. Ia mengumpat cuaca buruk, ia mengutuk atasan yang ketat, ia meledek nasib jelek, dsb. Tak pernah terpikir bahwa keluhan tersebut tak lantas mengubah keadaan. Kita hanya malas mengevaluasi diri.

#10. Jatuh Hati Pada Kata “Tapi”

Orang negatif bisa saja jujur dengan mengapresiasi segala sesuatu secara terbuka. Tapi di ujungnya, sering disambung dengan kata “tapi”, yang kemudian mengusik bahkan merusak apresiasi tersebut. Misalnya, “Tempat makan ini boleh juga, tapi enggak ada menu ala Koreanya,” atau “Kamu oke banget, tapi itu bb cream-nya kurang rata.”

Siapa tahu pengin baca juga:

 10 Catatan Inti Ketika Merasa Tidak Dianggap, Dimengerti atau Diapresiasi

#11. Kurang Dari Segi Prestasi

Kita tak wajib ranking 1 di kelas atau juara 1 dalam semua perlombaan. Namun sayang sekali jika kita tak pernah menang hanya karena kita tak pernah ikutan. Dan lebih disayangkan lagi jika alasan kita tak ikutan itu karena… selalu merasa tak pintar, tak layak, tak meyakinkan, dsb. Kesempatan yang ada pun bisa berlalu dengan sia-sia.

#12. Terlalu Nyaman di Zona Nyaman

Zona nyaman memang menjadi tempat paling menyenangkan. Namun tempat tersebut juga yang secara tidak langsung sudah mencegah perkembangan diri. Karena terlalu nyaman, kita jadi begitu ciut untuk menghadapi tantangan, kegagalan, penolakan, ketidaknyamanan, ketakutan, dsb.

zona nyaman, zona nyaman adalah, maksud dari zona nyaman, keluar dari zona nyaman, nyaman dalam zona nyaman

By: Julia Cejas via IG: @deeannrose

#13. Tak Ceria Menghadapi Rencana Di Depan

“Blogger ecek-ecek sok mimpi dapat uang besar segala!”

“Bocah ingusan pengin jadi menteri pendidikan di masa depan? Enggak mungkin!”

Baca Juga :  Kata-kata, Akronim dan Singkatan Gaul Populer di Dunia Maya (Bagian 9)

“Apa? Lima belas tahun mendatang pengin punya 5 cabang toko hijab? Pfft! Ngelantur!”

Sebagai makhluk, kita memang tak berhak menentukan masa depan akan seperti apa. Namun sepertinya kita berhak mengimajinasikan itu semua. Tak ada yang salah kalau kita bayangkan, beberapa tahun ke depan, diri ini ada di posisi yang diinginkan. Biasanya hal tersebut akan berubah menjadi motivasi tersendiri. Kecuali kalau kita memang orangnya negatif, sehingga beranggapan kalau rencana masa depan yang gemilang itu mustahil terjadi.

#14. Mereka Mirip Vampir

Kalau (katanya) vampir ori menyedot darah, maka vampir yang satu ini menyedot energi. Mereka bisa saja menyenangkan untuk dijadikan teman, namun lambat-laun bisa menggiring kita pada kenegatifan juga. Mereka bisa menguras energi, waktu, atau perhatian kita.

#15. Enggak Doyan Bersyukur

Selain kehilangan, kita juga mendapatkan. Selain bersedih, kita juga tersenyum. Selain melepas yang lama, kita juga memeroleh yang baru. Intinya jika digali lebih dalam, terlalu banyak hal yang patut disyukuri ketimbang cuma diratapi. Namun orang negatif akan mengitari pikirannya dengan hasil-hasil buruk. Entah itu berupa pekerjaannya yang tak menyenangkan, pasangannya yang sedang tak asyik, postingan instagramnya yang tak di-like akun lain, dsb.

#16. Mengolah Berita Positif jadi Negatif

Orang negatif kadang dihindari ketika kita pengin menyampaikan suatu kabar baik. Pasalnya, mereka seperti selalu memiliki cara untuk memutar kabar tersebut jadi terkesan negatif. Misalnya ketika mengabari sudah mendapat pekerjaan, mereka siap-siap menyisipkan sesuatu yang buruk. Entah itu gajinya yang kecil, bosnya yang galak, tempatnya yang jauh, dsb. Phew!

Beberapa ciri atau tanda mungkin bisa ditemukan dalam diri kita. Tak ada solusi lain selain mengintrospeksi diri, dan mencoba lebih positif lagi. Kalau pun orang sekitar ada yang negatif, sebisa mungkin kita tak terlalu dekat dan masuk perangkap. 16 Ciri Kalau Kita Termasuk Orang yang Negatif.  #RD

error: