17 Cara Basa-Basi ketika Kenalan dan Pendekatan

basa basi, kata basa basi kenalan, kata kata basa basi, topik basa basi, obrolan basa basi, basa basi kenalan, basa basi perkenalan, basa basi dengan orang asing
Via: kosherica.com

Basa-basi itu… apakah persoalan remeh?

Bagi sebagian orang, khususnya yang berkepribadian introvert, basa-basi itu jadi perkara ‘yang seharusnya ringan’ namun ternyata perlu perjuangan. Basa-basi erat kaitannya dengan adab, kesopanan, dan tata krama dalam pergaulan. Sekadar tersenyum manis ‘seolah-olah alami’ atau bertanya ‘apa kabar?’ pun jadi.

Malangnya, bagi beberapa pihak, hal sederhana ini sulit dilakukan. Mau senyum, seringkali ketahuan kalau senyumnya itu kaku. Mau bertanya ‘apa kabar?’, suaranya malah gemetaran. Apalagi kalau sampai beranjak pada obrolan. Tentu kita jadi berpikir sendiri, topik apa yang bisa diangkat untuk bahan basa-basi.

Kebetulan sekali, daku sempat menikmati tulisan Charlotte Hilton Andersen via Reader’s Digest. Dia mengumpulkan sekitar 37 tips, trik, atau topik basa-basi dari berbagai kalangan. Entah itu pengarang, psikolog, konselor, terapis, dll. Tetapi daku ringkas jadi 17 poin saja, ya.  Jom!

tips basa basi, basa basi adalah, cara basa basi pdkt, kata kata basa basi, kata basa basi kenalan, basa basi perkenalan, basa basi dengan laki-laki, basa basi pertemanan
Via: Shutterstock.com

1. Simpel dan Berani

Basa-basi bisa dimulai dengan awalan yang sederhana, sesederhana senyuman yang ditambah sapaan ‘hai!’, ‘selamat siang!’, atau ‘assalamu’alaykum’ (khusus muslim). Setidaknya kamu akan mendapat respons berupa ‘hai’, ‘selamat siang’, atau ‘wa’alaykumssalam’. Kalau tidak merespons sama-sekali tanpa alasan yang pasti, sebaiknya move on saja, tak apa tak berkenalan dengan orang tipe itu.

2. Mengangkat Selera yang Sama

Kalau kamu pergi ke kedai kopi, kemungkinan besar orang lain yang berkunjung juga memiliki ketertarikan yang sama. Kamu bisa berinisiatif bertanya ‘suka ngopi juga?’, ‘sudah sering ya datang ke kedai ini?’, ‘kamu lebih suka kopi apa?’, dsb. Kalau seseorang mengunggah cuplikan lagu, yang kebetulan kamu suka, momen itu juga bisa jadi kesempatan berharga. Kamu bisa mulai bertanya ‘oh suka Twenty One Pilots juga ya?’, ‘sejak kapan suka TOP?’, ‘lagu favoritmu yang mana?’, dsb.

3. Pujian Spontan

Memuji secara tiba-tiba dan tidak terduga bisa melelehkan hati siapa saja, apalagi kalau tidak terkesan dibuat-buat. Kamu bisa melihat reaksi orangnya. Ada yang senyum-senyum, memuji balik, atau mungkin mengajak ngobrol.

4. Memuji, Tapi Tidak Sekadar Pada Penampilan Fisik

Tak perlu terlalu terpaku pada pujian seperti ‘mata cokelatmu bagus’, atau ‘kakimu jenjang dan keren’. Sebaiknya beri pujian juga pada sesuatu yang menunjukkan karakternya. Misalnya ketika bertemu dengan seseorang, kamu bisa memerhatikan dan mengungkapkan sisi keren dari jaket yang dikenakannya, buku yang dibacanya, kendaraan yang dinaikinya, dsb. Begitu juga di medsos. Ketika seseorang mengunggah poto, story, atau mengganti poto profil, kamu bisa memuji background-nya, outfitnya, caption-nya, dsb.

5. Bangun Suasana Positif/ Menyenangkan

Sebagai langkah awal, kita bisa mengekspresikan rasa senang terhadap sekitar. Misalnya ‘cuacanya adem sekali ya?’, ‘daku sangat suka interior di sini’, atau ‘makanannya enak-enak’, dsb. Mereka mau sependapat atau justru menilai sebaliknya tak apa. Lama-lama ada ‘sinyal’ apakah basa-basi itu bisa lenjut atau tidak.

basa basi, cara basa basi, basa basi dengan gebetan, basa basi lucu, kata basa basi kenalan, kata kata basa basi, basa basi adalah, basa basi cinta, basa basi perkenalan, basa basi sama pacar
Via: psychologytoday.com

6. Bercanda

Yang satu ini memang susah-susah gampang. Tak semua orang bisa menerima dan tertawa atas beberapa candaan. Misalnya candaan tentang kondisi fisik seseorang atau komedi slapstick. Perlu hati-hati juga. Sebaiknya pilih joke yang aman sekaligus lucu.

[Baca Juga: Cuma Bercanda Apa Termasuk Bullying?]

7. Bandingkan dengan Selebritis (yang baik/ positif)

‘Sebelum pernah ada yang bilang enggak, kamu kok mirip Emma Watson, ya?’, atau ‘hmm… gaya dan passion kamu mengingatkanku pada sosok pebisnis Ippo Santosa’. Pendekatan dengan cara ini juga bisa efektif, apalagi kalau memang benar demikian adanya. Orang tersebut kemungkinan besar akan tersipu malu, bilang terima kasih, dan mungkin berubah ceria dengan ‘pembukaan basa-basi’ ini.

8. Berbicara Tentang Topik yang Sedang Ngetrend

Dari waktu ke waktu, medsos membantu untuk “mengupgrade” informasi atau berita yang sedang ngetrend. Kamu bisa membahas hal ini untuk memulai percakapan. Tetapi biar aman, pilih topik yang ringan-ringan saja, tak berbau politik atau sara. Misalnya tentang ‘kata gaul anak zaman now’.

[Baca Juga: Kata-kata, Akronim dan Singkatan Gaul Populer di Dunia Maya (Bagian 20)]

9. Meminta Bantuan

Basa-basi yang satu ini memang ada yang modus, ada juga yang tulus. Ibaratnya, satu kali tepuk, dua nyamuk kena sekaligus. Ketika di toko buku, bertemu dengan seseorang di rak buku fiksi, dan ingin mengajak kenalan secara tidak langsung, kamu bisa bertanya berbagai hal. Misalnya ‘tahu enggak semua judul buku Dee Lestari?’. Ketika chatting atau texting pun mirip. Misal ketika orang tersebut membuat WA Story, kamu respons dengan bertanya, ‘gimana sih cara memotong video WA gitu?’.

10. Meminta Saran atau Opini

Langkah ini bisa menunjukkan ketertarikan dan kepercayaanmu terhadap seseorang. Orang itu sendiri kemungkinan besar akan menganggapmu sebagai sosok yang ramah dan fun. Misal ketika di toko baju, kamu mengutarakan pertanyaan simpel, ‘menurut kamu, daku harus memilih yang krem apa baby pink saja, ya?’. Atau dalam medsos, ketika orang yang ingin didekati mengupload vlog seseorang, kamu bisa bertanya, ‘pengin tahu pendapat kamu dong! kalau daku bikin vlog, enaknya tentang apa, ya?’

laki-laki membantu perempuan, membantu mengangkat barang, cara basa basi, cara basa basi pdkt, cara basa basi perkenalan,
Via: Jw.org

11. Menawarkan Bantuan

Salah-satu cara terkeren dan paling elegan untuk meraih perhatian seseorang, yakni dengan peka dan sigap untuk membantu. Apalagi ketika kamu melihat seseorang itu tengah kesusahan. Misalnya dia terlihat sulit atau risih membawa barang. Yang terpenting jangan terlalu ‘menakutkan’ juga.

12. Mengajak Barengan atau Bermitra

Contohnya ketika hendak naik lift pakai kartu. Begitu tahu ada seseorang yang kebingungan hendak naik, namun tidak memegang kartu, kamu bisa mengajaknya barengan. Atau ketika di pasar sedang mengerumuni pedagang buah-buahan, kamu bisa mengajak kerja-sama seseorang agar pembeliannya disatukan, dengan demikian harga belinya jadi dapat kortingan. Demikian juga ketika hendak menggunakan jasa Uber atau Grab Car ke tujuan yang sama, misalnya, kamu bisa mendadak ber-partner agar ongkosnya sama-sama ringan.

13. Mengungkapkan Kelemahan/ Kekurangan Diri Sendiri

Cara yang satu ini juga terbilang cepat dan efektif agar kamu bisa lebih dekat dengan seseorang. Misalnya ketika naik bus, kamu mengaku pada penumpang di sebelahmu, ‘ini perjalanan pertamaku, ah rasanya mual dan grogi juga’. Atau ketika memasuki sebuah tempat, kamu berujar pada orang di samping, ‘orang baru sepertiku susah juga untuk langsung berbaur, maklum daku belum kenal siapa-siapa di sini’.

14. Bawa Ke Suasana yang Lebih “Dalem” (Tapi Ringan)

Basa-basi ini biasa ditemukan di adegan film, novel, atau memang ada yang mengalaminya. Misalnya ketika di pinggir jalan ada seseorang yang tampak ‘khusyuk’ memerhatikan lalu-lintas, lalu kamu berkata, ‘orang-orang mau pada ke mana ya? tidakkah mereka capek terus-terusan lomba lari dengan waktu?’.

[Baca Juga: 9 Pengakuan Blak-Blakan Tentang Orang-Orang dan Kehidupan, Dalem!]

15. Berbicara Tentang Seseorang yang Sama-sama Dikenal

Langkah ini berlaku ketika kita ada di dalam agenda keluarga, kondangan, perkumpulan, dsb. Otomatis kamu dan mereka diundang oleh sosok yang sama. Kamu bisa memulai ‘tahu A juga? kenal di mana?’. Kalau saling sambung tentu bisa memperpanjang durasi obrolan.

16. Senyum

Siapa pun orangnya dan bagaimana pun karakter wajahnya, kalau sudah senyum, dia pasti bisa memancarkan pesona. Lebih kalau senyumnya memang lepas dan tidak fake. Trik ini bisa membuat auramu jadi lebih positif, ramah, dan mudah dekat, bahkan ketika kamu belum berbincang tentang apa pun.

17. Blak-Blakan

Ada pihak yang tidak begitu mahir berbasa-basi lama. Sehingga mereka pun mempersingkat waktu dan langsung mengeksekusi niatnya. Misalnya di dalam sebuah acara, kamu tertarik pada seseorang, lalu menghampirinya. Kalau tak mau ada ini-itu dulu, kamu bisa langsung berujar, ‘hai nama daku xxxx. Daku ingin berteman sama kamu, boleh?’.

Cara mana nih yang sering digunakan? Atau justru mengkolaborasikan beberapa cara sesuai dengan situasi dan kondisinya? 17 Cara Basa-Basi ketika Kenalan dan Pendekatan. #RD

You May Also Like

2 Comments

  1. Aaahhhh..! itu adalah masalah saya dulu (sekarang ? masih juga tapi sedikit” udah berkurang).

Comments are closed.

error: