20 Alasan Kenapa Teman Semasa SMA Bisa Menjadi Sahabat Sejati

20 Alasan Kenapa Teman Semasa SMA Bisa Menjadi Sahabat Sejati

teman sma, potografi persahabatan, friends photography, pose poto bareng sahabat, teman sma, sahabat sma
Via: awesomememories.com.sg

SMA, MA atau SMK adalah salah-satu masa yang paling berkesan atau berharga. Betul enggak, sih?

Setidaknya itulah yang daku (dan sepertinya sebagian besar orang) rasakan. Masa SMA identik dengan badan dan jiwa kita yang masih remaja. Walau berbagai problem sudah berdatangan, namun pembawaannya selalu hepi atau ceria.

Semua tak lepas dari teman-teman kita sendiri. Mereka dan kitanya sendiri menjengkelkan, bau kaus kaki, sering bikin kacau, bikin mood kita teraduk, enggak tanggung-tanggung ketika “menjatuhkan”, jahil, jarang ngajak ngerjain PR, suka niruin gaya guru, kadang-kadang temperamen, doyan nodong traktiran, suka kerja-sama dalam hal contek-mencontek, dsb. Tapi ya ampun… betapa kangennya kita ketika lulus, ke luar dari gerbang SMA dan berpisah dengan mereka!

Tapi perpisahan bukan akhir dari segalanya, manakala doa dan komunikasi masih sudi dijalani…

Postingan ini berangkat dari “masih hidupnya” kelasku ketika SMA. Kami menyebut diri sebagai LegendSy1, kelas XII yang sudah lulus di tahun 2009. Namun baik komunikasi via fesbuk, hp atau BBM masih aktif. Entah apa tipsnya kami bisa sampai begini (?). 😀

Ok. Berikut ini beberapa alasan kenapa teman semasa SMA bisa menjadi sahabat sejati. Jom!

#1. Ada Koneksi Kuat Karena Kita Tumbuh Bersama-sama Di Masa Remaja

Remaja menghadapi banyak perubahan, serta memiliki gairah besar untuk mengeksplor segala hal. Pengin ngikutin trend, pengin update teknologi, merasa bingung karena tiba-tiba deg-degan melihat orang tertentu, dsb. Tapi kadang kita terlalu sungkan atau merasa kurang pas untuk sharing dengan keluarga. Karenanya, kadang kita butuh tempat berbagi yang sama-sama tengah “tumbuh” juga. Teman SMA-pun jadi pilihannya.

~

#2. Mereka Menjadi Tempat Kita Kembali

Ada momen ketika kita sudah berpisah dari teman SMA, lalu kita berbaur dengan orang-orang baru. Lalu timbul masalah atau kegalauan baru. Saat itu, kadang nama teman-teman SMA yang langsung nempel di otak. Kita serasa perlu “kembali” pada mereka dan mencurahkan segalanya, baik itu secara langsung atau komunikasi jarak jauh.

~

#3. Mereka yang Ada Di Sisi Ketika Di Awal-awal Merasa Sakit Hati

Semakin ke sini, kita mungkin sudah kebal dengan yang namanya sakit hati. Dari apapun atau siapapun sumbernya. Namun ketika di masa-masa awal, rasa sakit itu terbilang sulit. Sebab ketika kita masih anak-anak atau remaja awal, sakit hati itu belum terlalu jadi sumber kegalauan utama. Ketika SMA kita mungkin mengalami “cinta yang bertepuk sebelah tangan”, dikhianati sesama teman, di-bully dsb. Tapi masa-masa sulit seperti itu, teman SMA siap ada di sisi.

~

#4. Mereka Tidak Benar-benar Men-judge Kita

Rasanya kita enggak peduli apa si teman itu beda agama, punya pemikiran janggal, terlalu rakus, bau badan, dibilang cupu, dsb. Kita dan mereka sudah terlalu sering berada di tempat yang sama. Dan yang pasti, semuanya saling nyaman.

~

#5. Kita Cenderung Buka-bukaan Terkait Pendidikan S*ks Dini

Begitulah ajaibnya teman SMA, apalagi kalau terkait s*ks. Kadang sampai enggak disaring dulu. Kita kadang asal ceplas-ceplos saja bertanya tentang hal “itu”, atau sebaliknya, kita juga asal jeplak saja menyampaikan opini tentang hal “itu”. Topiknya bisa macam-macam. Tapi yang jelas, kadang obrolan itu mengandung manfaat tersendiri.

~

#6. Kadang Mereka Itu Bikin Kita Bangga

Boleh saja kita tinggal di tempat yang enggak metropolitan. Kita juga enggak sekolah di SMA yang bonafit. Tapi karena sekolah itu sudah mengenalkan kita pada para sahabat  yang kadang koplak, ada rasa bangga tersendiri kalau kita sudah menjadi bagian dari SMA itu.

~

#7. Masa Reuni Dengan Mereka Selalu Ditunggu

Sadar atau tidak, kita selalu berharap bisa datang di semua reuni, khususnya kalau dari SMA. Hal yang membahagiakan apabila reuni itu terjadi dan segalanya tak berubah. Teman kita yang sudah jadi menteri, sudah jadi petani, sudah jadi pegawai bengkel, sudah jadi ibu rumah tangga, dsb, berbaur dan bercanda seperti dulu kala. Kadang-kadang masalah yang ada di belakang pun terlupakan bila kita tengah menikmati reuni dengan mereka.

~

#8. Quality Time yang Cukup Mengeratkan Tali Persahabatan

Memang, SMA itu hanya dijalani selama 3 tahunan. Namun selama itu, banyak hal drastis terjadi. Apalagi kalau “aktivitas sekolah” kita banyak. Ya ekskul, kerja kelompok, bergabung dengan komunitas tertentu, window shopping, nginep, dsb. Kita bisa menghabiskan waktu seharian dengan teman-teman SMA. Karenanya, bonding diantara teman pun bisa sangat kuat.

~

#9. Mereka Tak Terlupakan

Entah… kadang kalau sudah kumpul dengan teman-teman SMA, semua memori seperti terekam kembali. Banyak hal yang kita habiskan dengan mereka. Tak hanya kegiatan belajar-mengajar saja.

Tapi ketika kita dihukum mendongak ke arah matahari karena terlambat datang ke sekolah, ketika kita pura-pura mau nyoblos pilkada agar bisa pulang lebih awal, ketika kita mematikan aliran listrik sekolah sampai membuat semuanya panik, dsb. Kejadian-kejadian unik tersebut tentu akan jarang bahkan mungkin tidak terjadi di bangku kuliah, di dunia kerja atau  di kehidupan berkeluarga selanjutnya. Btw, daku sedang ngomongin diri sendiri. 😀

~

#10. Kita Tahu Rumah dan Keluarga Mereka

Kalau sudah sangat dekat, kita senang menyusun agenda untuk saling berkunjung atau bahkan menginap. Jadinya kita saling tahu di mana rumah masing-masing, siapa orang tuanya, berapa adik-kakaknya bahkan sahabat-sahabatku tahu siapa para keponakanku. Tak heran kalau mereka juga seakan memiliki ikatan saudara juga dengan kita.

#11. Mereka Selalu Mempertahankan “Tradisi Lama”

Di masa-masa SMA kita sering sekali tertawa lepas, nonton film horror sambil lomba menjerit paling keras, bakar ikan tanpa terlalu memerdulikan higienis atau tidaknya, melumat saos di jari pasca nyocol gorengan, saling ejek, dsb. Coba kalau reuni. Meski masing-masing sudah menjadi pedagang, pekerja pabrik, duta PBB, model, dsb, semua itu kemungkinan masih terjadi, toh sudah “tradisi”.

~

#12 Poto Masa-masa SMA Begitu Spesial

Wajah kita masih menyiratkan semangat darah muda, keceriaan, kepolosan sekaligus kenakalan, pemberontakan, pose yang lucu-menggelikan, dsb. Entah poto ketika di kelas, di kantin, di lapangan basket, atau semasa coret-coret kelulusan sekolah. Akan sedikit berbeda dengan poto kita yang sekarang.

~

#13. Mereka Kadang Bisa Membaca Kita “Seperti Buku yang Terbuka”

Tanpa kita berkata apapun, kadang mereka sudah seperti memiliki “radar” tersendiri. Mereka bisa tahu hanya dari ekspresi atau bahasa tubuh. Sekalipun belum tahu latar-belakangnya, mereka kadang menawarkan waktu untuk kita habiskan sendiri. Toh pada akhirnya, kita akan kembali dan mulai bercerita versi full.

~

#14. Kita Memiliki “Kode Candaan” Khusus yang Masih Lucu Bila Diterapkan

Ketika daku dan teman-teman SMA berkumpul, suka tercetus candaan-candaan lama yang sempat populer dan begitu lucu di masa SMA. Kalau ada teman baru atau orang “di luar lingkar”, tentunya akan kebingungan sendiri apa maksud candaan tersebut. Hanya kita yang mengerti. Pernahkah?

~

#15. Terlibat Perseteruan yang Dingin dan Menyiksa

Sangat tidak nyaman ketika kita satu SMA, bahkan satu kelas, bahkan sudah jadi sahabat sendiri… namun mesti saling diam karena kikuk akibat “perang dingin”. Alasan di baliknya kadang sepele, kadang juga serius. Ego diantara kita begitu besar dan masing-masing sulit meleleh duluan. Namun ketika sesuatu membuat kita baikan, hubungan persahabatannya akan semakin erat dan kuat. Diakui atau tidak, semua merasa kehilangan dan ogah kalau kejadian serupa kembali terulang.

~

#16. Kita dan Mereka (Sebenarnya) Saling Janji 

“Kita jangan sampai saling melupakan, ya!”

Minimal itulah salah-satu komitmen yang kita sepakati dengan teman semasa SMA. Kadang meskipun tidak diutarakan langsung, namun kita bertekad untuk selalu ada di samping sang teman dalam keadaan suka atau duka. Kita juga seperti berjanji terhadap diri sendiri untuk saling support karier, serta berusaha ada di masa-masa penting. Entah di waktu pernikahan, memiliki momongan, pergi naik haji (aamiin), dsb.

~

#17. Mereka Bisa Menjadi Terapi untuk Mood yang Memburuk

Mood buruk atau semangat hidup yang tiba-tiba drop kadang bisa “tercium” oleh mereka. Solusi yang ditawarkan tak harus nasihat yang serius. Kadang tak sampai perlu psikiater atau seorang terapis juga. Banyolan-banyolan jayus, makanan junk/ fast food, musik favorit, tepukan di bahu, atau ekspresi absurd mereka kadang begitu menghibur dan lebih manjur mengobati mood swings.

~

#18. Saling Menjaga Benda-benda di Masa SMA

Masih punya benda-benda yang berhubungan dengan teman-teman semasa SMA? Daku sampai berat hati ketika mesti kehilangan gantungan ponsel yang dulu pernah diberikan pada seorang teman. Secara harga memang tidak mewah, namun momen dan kesan di dalamnya tak akan tertukar oleh apapun.

Benda-benda lain kadang masih kita rawat. Entah itu buku mereka yang kita pinjam dan enggak dikembalikan :D, baju yang penuh coretan-coretan tanda tangan atau kata-kata “bukan mutiara” mereka, catatan kecil berisi materi pelajaran :D, dsb.

~

#19. Masa Sulit Remaja Kita Terjadi Ketika Bersama Mereka

Kita jadi mengerti, kenapa kalau anak remaja yang tengah bermasalah itu cukup berbahaya manakala ia tidak memiliki sahabat sama-sekali. Di saat-saat remaja, kadang banyak permasalahan yang tidak selamanya bisa diselesaikan orang tua atau guru BK. Kesulitan untuk terbuka pada orang dewasa itu membuat kita menderita. Namun di masa bingung dan rumit itulah, teman selalu menjadi sandaran.

~

#20. Mereka Tahu Kita!

Poin penting yang patut kita masukan dalam list. Teman SMA biasanya tahu bahkan mereka sendiri yang memberikan sebutan atau julukan pada kita. Mereka juga tahu kapan dan bagaimana kita mengalami hal-hal memalukan, bikin ilfil atau mengundang gelegar tawa.

~

Sahabat sejati kadang membuat kita jadi pribadi munafik. Dari depan, kita seperti tak butuh mereka. Kita seperti menganggap mereka sebagai pengganggu. Namun begitu mereka jauh, uh… kita mengaku rindu juga. Hehe…

Begitulah, 20 Alasan Kenapa Teman Masa SMA Selalu Menjadi Sahabat Sejati. #RD

You May Also Like

4 Comments

  1. Terimakasih atas postingan nya yg bikin terharu, ngakak, senyum2 ga jelas… Terimakasih jg udah sudi jd sahabat 🙂 suksess trz ya iank.. Luv u.. Dr Sahabat sengklekmu….cc echa, inoy, inggit, andit.. Luv u all….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: