Pelajaran Dari Dilan Tentang 12 Cara Membuat Hati Perempuan Takluk, Tenang, dan Nyaman

Posted on
dilan 1990, dilan asli, pelajaran dari dilan, cara menaklukan hari perempuan, membuat hati tenang dan nyaman, artikel tentang dilan, review film dilan 1990
Image via: thepicta.com

Daku ramal, pendapat orang-orang yang sudah membaca novel Dilan – lalu menonton filmnya, sama yang langsung ke bioskop – tanpa membaca versi novelnya dulu, pasti sedikit berbeda. Hehe…

Semula, daku pun sama seperti sebagian netizen lain. Dilan itu hanya konsumsi manusia lebay nan alay. Kalimat cringeworthy dan too sweet di mana-mana. Rasanya bikin bola mata berputar dan sudut bibir naik sebelah.

Tetapi pada Minggu (28/01/2018), atas pengaruh adikku (yang sudah membaca novel seri Dilan, fans The Panas Dalam, dan memanggil Pidi Baiq sebagai Ayah), daku pun menyaksikan film Dilan 1990. Di awal saja, ketika muncul video Iqbal Dhiafakhri Ramadhan, daku tercenung. Ternyata dia sudah besar, hendak melanjutkan studi ke Amerika, ganteng, kiyut, dan punya daya tarik tersendiri.

Sebagai penonton yang belum membaca novel tentang Dilan, tidak tahu kalau sore – tunggu saja, daku memiliki “keistimewaan” tersendiri dibanding adik. Setidaknya, scenes yang ada bikin daku kaget bukan kepalang. Beda dengan adik, yang memang sudah tahu dan memprediksinya dari awal. Jadi, sensasi terkejutku itu lebih murni, gitu.

tiket nonton, tiket nonton dilan 1990, tiket nonton film dilan, nonton film dilan, review film dilan,promo tiket bioskop, promo nonton cgv
Dokumentasi Pribadi

Dari sekian aspek menarik yang bisa diangkat dari karakter Dilan, daku menyoroti bagaimana taktiknya untuk bikin hati perempuan tak hanya meleleh, melainkan juga takluk, tenang, dan nyaman. Jom!

1. Pelan-Pelan

Banyak tipikal laki-laki yang menerapkan strategi “petrus jankador” alias pepet terus jangan dikasih kendor. Dilan juga begitu. Tetapi dia pandai memainkan ‘tempo pendekatan’ yang luwes. Milea jadi tidak takut. Mungkin awalnya aneh sih, tapi yang ada malah penasaran.

2. Original

Sosok Dilan suka menulis puisi dengan jujur. Bahkan nama karoket, martabak, bakwan, roti keju, dll, dibawa-bawa. Dia juga mengirimkan surat pada Milea dengan versinya sendiri. Menggelikan, tapi apa adanya. Dia tidak menyalin tulisan orang lain, dan memberondongkan ungkapan puitis yang mendayu dan melangit.

3. Terbuka dan Menjadi Diri Sendiri

Dilan tidak terkesan ‘creepy’ atau menyeramkan, seumpama menjadi penggemar rahasia yang tak pernah menampakkan wajah atau identitasnya. Dia langsung menghampiri Milea, bahkan terang-terangan menunjukkan ketertarikannya di depan kawan-kawan. Dia tidak ambigu dan main kode-kodean yang bisa jadi justru membingungkan perempuan.

Banyak laki-laki yang mengedepankan gengsi dan groginya. Dia cuma ngasih kode, nyindir lewat status atau caption postingan, curhat pada temannya saja, dsb, sampai membuat perempuan bertanya-tanya ‘dia itu suka apa enggak sih?’. Fenomena tarik-ulur itu bisa terjadi sangat lama.

Entahlah, mungkin laki-laki tersebut mendambakan ‘ditembak’ duluan, which is kemungkinannya sangat tipis. Kalau sudah begitu, bisa-bisa ada dua sejoli yang sebenarnya saling cinta, namun karena tidak saling diungkapkan, malah ujungnya tak tidak pernah saling bersatu.

quotes dilan, quotes dilan ulang tahun, tts dialn, quotes dilan pidi baiq, novel dilan dan milea
Image via: today.line.me

4. Anti-Mainstream

Ada yang bilang ‘jika menjadi sebutir pasir di tengah padang pasir, apa istimewanya?’. Hal ini tergambar ketika Milea ulang tahun. Pacarnya yang ada di jakarta, Beni, mendatanginya tengah malam. Dia dan keempat kawannya membawa kue, bunga, dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Dia sudah bikin kejutan sekaligus mengganggu tidur Milea. Tetapi, apakah selebrasi itu unik dan aneh?

Teman-teman Milea pun melakukan hal serupa, tetapi di sekolah. Sementara Dilan. Nah, daku sangat mengantisipasi apa yang dilakukan bocah tahun 90-an ini.

Rupanya dia memberikan buku Teka-Teki Silang. Covernya menunjukkan gadis Jepang yang dikasi kumis. Di dalamnya, semua kolom TTS sudah terisi. Terus ada surat singkat berisi ucapan ulang tahun ditambah, ‘aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya (TTS). Aw~

Dilan berbeda, dan dia langsung meninggalkan kesan yang mendalam.

5. Romantisme dalam Hubungan itu Perlu

Tak ada rumus khusus untuk menjadi romantis. Tak perlu mengulang-ulang ucapan ‘aku sayang kamu’ 3x sehari, mengirimkan seikat bunga, menyanyikan lagu cinta, dsb. Semua orang memiliki caranya sendiri, termasuk Dilan. Dia boleh saja bertitel Panglima Perang di geng motornya. Namun dia bisa menjelma menjadi sosok romantis bagi Milea (saja), tidak untuk Susi dan perempuan lainnya.

Romantismenya natural, tidak gombal, sehingga Milea semakin tertawan saja. Bukan justru jijik atau merasa terganggu. Sebaliknya, dia merasa… spesial.

6. Memaksa Wanita itu… Terlarang!

Dilan tidak pernah mengancam, ‘kalau kamu enggak mau dibonceng, berarti cintamu palsu, Milea’. Dilan enggan menyudutkan Milea, sampai membuat gadis itu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jadi ketika Milea dibonceng, memeluk dari belakang, ikut jalan-jalan, menemani bunda Dilan, beres-beres kamar Dilan, dll, itu karena dianya sendiri yang bersedia. Dilan tak pernah mendiktenya.

dilan dan milea, dilan dan milea asli, dilan dan milea yang asli, dilan dan milea naik motor, dilan dan milea boncengan
Image via: tabloidbintang.com

7. Tidak Kasar Pada Wanita

Film Dilan mempertontonkan adegan kekerasan, berantem, atau saling pukul antara Dilan dengan Anhar serta Dilan dengan Suripto. Di momen itu, Dilan yang manis berubah sangar dan larut dalam baku hantam. Namun begitu Milea mendaratkan tangannya pada tubuh Dilan, dia langsung nurut. Emosinya seakan padam.

Dia tidak melampiaskan amarah dan gejolak jiwanya pada Milea, baik dengan ucapan mau pun dengan fisik. Kontras sama Beni yang sampai tega meluncurkan kata sekasar (maaf) ‘p*l*cur’. Demikian juga dengan Anhar yang menampar Milea di depan kawan-kawannya.

Kita sama-sama tahu, kekerasan dalam bentuk apa pun akan meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh. Apalagi kalau semua itu dilakukan oleh orang-orang tersayang.

8. Jangan ada Kebohongan dalam Sebuah Hubungan

Siapa perempuan, atau laki-laki, yang nyaman jika pasangannya berbohong?

Meski baru satu kali, atau hanya kebohongan kecil, namun kebohongan tetaplah merusak kepercayaan yang sudah dibangun. Kebetulan Dilan benci dengan sikap berbohong. Sementara Milea sendiri amat sangat tidak nyaman ketika ada keadaan, di mana dia tak bisa berbuat banyak, sampai kemudian terjebak harus berbohong pada Dilan. Tetapi Dilan mendengarkan penjelasannya, dan dia menegaskan kalau dirinya jangan sampai bohong pada Milea.

9. “Mentolerir” Rasa Cemburu

Ada momen ketika Milea sedang belajar bersama Kang Adi, yang jelas-jelas menyukainya, di rumah. Dilan yang mengetahuinya via telpon menunjukkan rasa tidak nyaman. Milea mendeteksi rasa itu. Dia sempat ‘ngerjain’ Dilan soal kecemburuannya, lalu si penyuka jaket jeans berkerah cokelat itu bilang secara jujur yang intinya, ‘cemburu itu berlaku untuk orang yang enggak percaya diri, dan sekarang aku sedang tidak percaya diri’.

Di lain kesempatan, hati Milea memanas ketika mengetahui Dilan membonceng Susi, yang memang naksir sama dia. Daripada memendam dan tersiksa dengan asumsinya sendiri, dia pun melakukan konfirmasi terhadap Dilan. Bocah itu mengatakan dengan jujur kalau Susi menyukainya, tetapi dia tidak. Dia juga menjelaskan kenapa mereka sampai berboncengan.

Pasangan yang cemburu dalam batas wajar itu bikin hati nyaman. Pasangan yang berusaha menipiskan kecemburuan, dan menebalkan keyakinan kita pun demikian.

tentang dilan, tentang dilan dan milea, dilan dan milea asli, dilan dan milea kisah nyata, dilan dan milea dalam angkot
Image via: ayobandung.com

10. Berjiwa Pelindung

Dilan menjamin siapa pun yang menyakiti Milea, akan mendapat bogem mentahnya. Nasibnya akan mirip seperti Anhar. Dilan menemani Milea naik angkot – tidak memaksanya untuk naik motor bareng – karena takut ada yang ngejahatin. Dilan menyesal karena tidak ada di sisi Milea ketika Beni mempermalukannya. Terlihat sekali, keberadaan Dilan bukannya mengancam, malah justru bikin nyaman.

11. Tidak Minder

Ada sebagian laki-laki yang mengeluh tidak punya cukup harta, status, pendidikan, atau tampang tampan untuk mendekati seorang perempuan. Akhirnya dia pun menyerah tanpa perjuangan. Mending kalau perempuan yang ditaksirnya tidak menaksir balik. Kalau iya, apa enggak tragis tuh?

Dilan tidak menggiring semua pihak untuk melantangkan kesan ‘perempuan itu matre!’, ‘perempuan itu gengsi kalau pasangannya gak punya gelar’, ‘cinta pertama perempuan itu sama kendaraan cowoknya dulu’, ‘perempuan cuma memandang fisiknya doang’, ‘perempuan itu sama saja, sama-sama gak menerima apa adanya’, dsb.

Kekayaan, rupa, dan titel pendidikan memang penting, tapi tidak menjamin. Rasa percaya diri seorang laki-laki pun bisa menjadi modal kuat. Bagi yang sudah dewasa dan ingin menikahi sosok perempuan yang didambakannya, selama dia masih sendiri, terbukalah.

12. Membuat Perempuan Merasa Istimewa dan Bahagia dengan Hal-hal Sederhana

Cara Dilan mengekspresikan rasa sayangnya pada Milea memang terkesan absurd dan enggak wah. Dia hanya mentraktir Milea makan di warung bakso biasa, jalan-jalan naik motor, menemani belanja di pasar tradisional, mendatangkan tukang pijit ketika Milea sakit, atau meminta Milea untuk membagi dua krupuknya – untuk teman makan bakso dan makan malam.

Kesederhanaan pun bisa begitu istimewa. Kesederhanaan pun bisa mendatangkan sensasi nyaman di hati perempuan.

~

Film-film Indonesia sudah menciptakan banyak karakter laki-laki yang menjadi sorotan kaum hawa. Ada Fahri dari “Ayat-ayat Cinta”, Rangga dari “Ada Apa dengan Cinta”, sampai Dilan dari “Dilan 1990”. Masing-masing memiliki keunikan dan pesona tersendiri.

Namun memang, ada laki-laki yang ‘boyfriend material, tetapi bukan husband material’. Dengan kata lain, laki-laki itu cocok banget dijadikan pacar, namun belum tentu pas jika jadi suami.

Malah ketika masih masa pacaran, ada loh beberapa pasangan yang sekadar jadian demi melepas status. Tak peduli bagaimana. Nah, masa muda, ya?!

Begitu menghadapi hubungan yang lebih serius, apalagi pernikahan, pertimbangan untuk memilih calon pasangan seumur hidup tentu semakin matang. Banyak pertimbangan. Kriteria seperti Dilan saja, bagi sebagian perempuan, barangkali belum cukup. Kami memikirkan faktor lain; fondasi agamanya harus kuat, manajemen emosinya harus mantap, kehidupan gangsternya harus lenyap, dsb.

Wuih… kalau dibahas, bisa lebih panjang. Sudah, ah. Demikian, Pelajaran Dari Dilan Tentang 12 Cara Membuat Hati Perempuan Taluk, Tenang, dan Nyaman. #RD

4 thoughts on “Pelajaran Dari Dilan Tentang 12 Cara Membuat Hati Perempuan Takluk, Tenang, dan Nyaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.