Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 8 Hal yang Harus Diingat Ketika Kamu Mulai Membandingkan Diri dengan Orang...

8 Hal yang Harus Diingat Ketika Kamu Mulai Membandingkan Diri dengan Orang Lain dan Tidak Bersyukur

2
SHARE
membandingkan diri dengan orang lain, kata-kata membandingkan seseorang, kata kata perbandingan hidup, dibanding bandingkan dengan orang lain, membanding bandingkan pasangan
Image via: visualmeditation.co

Orang-orang, mungkin termasuk dirimu sendiri, selalu mengingatkan untuk bersyukur dalam setiap keadaan. Namun faktanya, sesekali atau seringkali (?), kamu pun mengeluh juga. Hanya saja, mungkin kamu tidak mengucapkan atau menulisnya.

Lebih lagi di jaman sekarang, potensi untuk cemburu sangatlah besar. Apalagi kalau kamu kerap terpaku pada dunia media sosial. Padahal kamu tahu, dunia tersebut – mayoritas – hanya menampilan versi terbaik dari penggunanya.

Hati kamu pun jadi mudah cemburu pada akun-akun yang tersenyum sumringah dengan aneka caption/ cerita gembiranya. Mereka mempublikasikan kendaraan terbarunya, makanan mewahnya, teman-teman kerennya, seragam kerjanya, poto wisudanya, tiket nontonnya, emas berliannya, aktivitas olahraganya, pasangan super sweet-nya, anak-anak lucunya, karyanya, pialanya, piagamnya, tempat makannya, travelingnya, dan segala gerak-geriknya yang tampak berwarna nan menyenangkan.

Diam-diam kamu bertanya; sesempurna itukah hidup mereka? kapan kayak mereka?

Kalau sedang menganggur dan melihat postingan orang kantoran, kamu mulai membandingkan diri dengan mereka. Kalau sedang berstatus single dan melihat postingan pasangan di pelaminan, kamu mulai membandingan diri dengan mereka. Kalau sedang ingin bepergian ke luar negeri dan melihat postingan tetangga di Dubai, kamu mulai membandingkan diri dengan mereka.

Rasa cemburu itu serasa tak terelakkan.

Tetapi kamu juga merasa bersalah; apakah rasa syukur ini sudah berkurang?

Sebab, ada beberapa hal yang mesti diingat ketika kamu mulai membandingkan diri dengan orang dan tidak bersyukur. Jom!

kamu unik, pribadi unik, pengertian pribadi yang unik, menjadi berbeda dari yang lain, jujur terhadap keterbatasan diri
Image via: followyourfirecoaching.com

1. Kamu hanya Satu

Sampai jaman belanja online begini, belum ada berita viral tentang dua orang yang memiliki sidik jari yang sama persis. Sekalipun mereka merupakan kembar identik dan DNA-nya jelas-jelas sama! Semua makhluk terlahir karena misi dan tujuannya sendiri. Jangan sampai kamu berharap ingin jadi duplikat, menyamai figur yang selalu kamu bandingkan.

2. Ketika Denyut Jantungmu Berkata…

Denyut jantung kamu rata-rata sebanyak 60-100 per menit, alias 86.400-144.000 per harinya. Jumlah detak tersebut berbeda-beda. Orang lain punya ritmenya sendiri, kamu juga. jantungmu berdetak di dadamu, tidak numpang di dada orang lain. Kamu unik. Titik.

3. Karakter Utama dalam Novel Kehidupan

Namamu, ya buku catatanmu sendiri. Kamu bukan karakter pendukung dalam buku cerita orang lain – apalagi bukumu sendiri. Kamu adalah karakter utamanya. Sang protagonis. Kamu memiliki kisah menarikmu sendiri. Semua ini tentangmu. Tentang betapa seru kamu menjalaninya.

4. Di Balik Versi Terbaik, Terdapat Fakta Terburuk

Kamu ingin menjadi artis Kpop karena melihat popularitas, outfit branded, dan penampilan mereka yang seakan tanpa cela. Tetapi harus diingat, bahkan apa yang kamu lihat bukanlah sebagian dari keseluruhan hidupnya. Masih banyak yang tersembunyi.

Bisa jadi di balik tawa mekarnya, catatan hutangnya sangat banyak. Bisa jadi di balik tawa mekarnya, dia harus mengonsumsi obat-obatan supaya tertidur tenang. Bisa jadi di balik tawa mekarnya, dia pernah diselingkuhi pasangannya. Dan, masih banyak lagi.

Well, siapa insan yang bisa bernapas tanpa ujian?

di balik senyuman, dibalik senyuman tersimpan kesedihan, kata dibalik senyumku, kata kata di balik senyum ada luka, dibalik senyum ada tangis, senyum dibalik tangis
Seniman: DestinyBlue

5. Ladang Pribadi

Kamu tentu tak asing dengan ucapan: ladangmu ya ladangmu, kamu yang menanam, kamu juga yang menuai hasilnya. Orang lain pun demikian. Tak perlu menghabiskan waktu untuk mempelajari tanaman, pupuk, dan proses pengolahan kebun milik orang lain. Semua orang sudah memiliki jalurnya tersendiri. Mestinya kamu lebih tahu kekuranganmu, kelebihanmu, bebanmu, dsb.

6. Mengolah Perbandingan jadi “Bahan Bakar”

Sampai poin ini, kamu tetap belum bisa mengelak dari fakta, kalau kamu memang iri pada orang lain. Barangkali hal ini menunjukkan kekurangan dalam dirimu sendiri. Ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya. Kamu mesti mengolah kecemburuan ini jadi pelajaran besar.

Ketika melihat orang lain bisa sukses sebagai selebgram, tetapi kamu belum berhasil – padahal berbagai usaha sudah dilakukan, kamu bisa introspeksi diri. Mungkin saja konten instagrammu kurang menarik/ kurang berfaedah, kamu terlalu banyak berharap loves dan komentar, kamu tidak menyertakan hashtag, dsb.

7. Gagal Fokus

Ketika membandingkan diri dengan orang lain, kamu sudah menelantarkan orang terpenting dalam hidup, yakni dirimu sendiri. Mestinya kamu konsentrasi pada dirimu sendiri, pada rencanamu, pada tujuanmu, dan pada resolusimu untuk menjadi lebih baik. Kamu tahu, membanding-bandingkan itu tidak lantas memberikan jalan keluar.

8. Waspada

Jangan sepelekan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Kecemburuan itu bisa mengundang pikiran negatif, bahkan sifat dengki. Orang lain, sekali pun para ahli, tak bisa berbuat banyak – kalau pikiranmu tetap sama. Dirimu sendiri yang sangat berperan.

Pak Kyai bilang, tidak sepatutnya kamu iri pada masalah duniawi, kecuali soal sedekah dan ilmu. Itu pun harus jadi motivasi. Kamu jadi terdorong untuk kaya supaya bisa sedekah, dan terpacu untuk sekolah/ masuk pesantren supaya bisa mengamalkan dan mengajarkan ilmu.

Alternatif keren yang bisa kamu lakukan adalah dengan muhasabah diri. Lebih manis dan mengagumkan lagi kalau kamu mendoakan supaya pencapaian orang lain dilimpahi berkah oleh Allah Swt. Demikian, 8 Hal yang Harus Diingat Ketika Kamu Mulai Membandingkan Diri dengan Orang Lain dan Tidak Bersyukur. #RD

SHARE

2 COMMENTS

Comments are closed.