Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 11 Catatan Bagi Kamu yang Suka Menganggap Masalah Orang Lain Sebagai Tanggung...

11 Catatan Bagi Kamu yang Suka Menganggap Masalah Orang Lain Sebagai Tanggung Jawabmu Juga

2
SHARE
orang terlalu baik, kata kata terlalu baik, apa salah jika kita terlalu baik, terlalu baik menurut islam, gambar jangan terlalu baik sama orang, orang baik bukan untuk dimanfaatkan
Image via: thesassysparrowblog.com

Hey, kamu, yang super lembut dan baik hatinya. Mungkin kamu tidak tahu, banyak yang mengagumi sifat pengasih dan penyayangmu. Ya, kamu memang bukan malaikat. Tapi untuk ukuran manusia, percayalah, kamu begitu manis – langka.

Kalau bisa, undang-undang pun mesti melindungi kamu, tahu?!

Namun ada beberapa hal yang mesti kamu ingat, ketika kamu menganggap semua masalah orang-orang terdekat adalah masalahmu juga. Jom!

1. Ingat-ingat kembali: kamu enggak bisa menolong siapa pun yang tak bersedia ditolong. Tetapi kalau mereka menolak tawaran kebaikanmu, bukan berarti kamu enggak baik, ya. Kamu tetap kamu.

2. Kamu bisa bertanya pada dirimu sendiri: apakah ada yang bisa daku perbuat (secara realistis) untuk menolong mereka dari situasi sulitnya? Kalau jawabannya tidak, maka kamu enggak perlu merasa terbebani. Ketika orang terdekatmu terus menangis karena hewan peliharaannya mati, bukan tanggung-jawabmu untuk menghidupkan hewan itu kembali.

3. Menyaksikan sosok yang kamu kasihi menderita itu memang enggak enak. Tetapi bertukar posisi tidak lantas menjadi solusi. Kamu memang tak tega melihat anak atau keponakanmu merasa pusing ketika mengerjakan PR, tetapi bukan berarti kamu harus menjawab soal-soal itu untuk mereka, bukan?

4. Kalau terus-terusan memecahkan masalah dan berkorban penuh demi orang lain, kamu sudah memupus pelajaran terpenting, yakni ketidaknyamanan. Sebab, kenyamanan yang keterlaluan itu seringkali justru melalaikan. Sementara ketidaknyamanan karena merasa sakit, cemas, takut, dsb, bisa jadi mendatangkan pelajaran. Kamu juga membuka celah untuk ‘dimanfaatkan’ dan ‘dieksploitasi’.

5. Kamu pernah merasa semakin bijak dan dewasa? Semua itu biasanya kamu dapatkan karena sudah berpengalaman menghadapi masalahmu sendiri dan memecahkannya. Hal ini berlaku juga untuk orang yang kamu sayang. Biarkan mereka tumbuh, menjadi lebih dewasa, dan bijaksana dalam hidupnya.

Baca Juga: 17 Arti atau Makna Tentang Dewasa

laki-laki terlalu baik, kamu itu terlalu baik buat aku, kata kata terlalu baik, ciri orang terlalu baik, alasan putus karena terlalu baik, jangan terlalu baik nanti dimanfaatin, pacar terlalu baik

6. Hikmah/ kebijaksaan biasanya akan didapatkan pasca kamu berada dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika kamu salah, kalah, atau gagal – sehingga hampir menyerah. Kalau situasi itu terjadi pada orang-orang tersayang, biarkan mereka mengambil pelajaran/ hikmah dari semua itu.

7. Sebagai orang tua, kakak, paman/ tante, sahabat, atau pasangan, kamu merasa tidak tahan melihat orang tersayang kesusahan. Tetapi naluri untuk selalu membantu atau meringankan beban, kadang justru menjebakmu. Misalnya kamu terus menyuapi anak karena kasihan dia selalu belepotan dan terlihat kesusahan. Kebiasaan itu boleh jadi membuat anakmu terus bergantung padamu. Dia tak akan belajar mandiri untuk makan sendiri.

8. Kamu masih dikategorikan empati dengan merasakan keadaan emosional orang lain. Namun empati tak harus membuatmu menjadi orang lain itu. Ketika kamu memiliki kapasitas untuk mengerti dan merasakan penderita HIV/AIDS, bukan berarti kamu harus menjadi penderita HIV/AIDS juga.

9. Pada dasarnya, kamu tidak bisa menyelamatkan semua orang. Yang kamu bisa hanya menerima dan tetap menyayangi mereka. Iya, kamu ingin membebaskan orang terkasihmu dari pedihnya kelumpuhan. Tetapi, terkadang ada banyak hal di luar kendalimu. Kamu tak mampu menyembuhkan, baiklah, tetapi kamu masih bisa terus mencurahkan kepedulianmu padanya.

10. Jangan lupakan poin penting, kamu sebaiknya memerdulikan dan menyelamatkan dirimu sendiri (dulu). Jangan sampai terlalu keras dan membebani diri sendiri, apalagi sampai menuntut yang enggak-enggak. Bahwa kamu harus menjadi pahlawan bagi semua orang, menjadi juru selamat, menjadi satu-satunya andalan, dsb.

11. Mungkin kamu ingat perkataan orang, bahwa ‘manusia itu hanya punya rencana, Tuhan yang menentukan’. Di poin ini, kamu kembali sadar bahwa ada Sang Sutradara yang sudah mengatur segalanya. Kita tak pernah tahu, ada sisi baik apa di balik kejadian terburuk. 11 Catatan Bagi Kamu yang Suka Menganggap Masalah Orang Lain Sebagai Tanggung Jawabmu Juga. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.