Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 3 Pertanyaan Ketika Merasa Bersalah dan Khawatir Atas Perkataan Perbuatan yang Sudah...

3 Pertanyaan Ketika Merasa Bersalah dan Khawatir Atas Perkataan Perbuatan yang Sudah Dilakukan

0
SHARE
merasa bersalah, merasa bersalah berlebihan, merasa bersalah pada diri sendiri, kata kata merasa bersalah, kata mutiara merasa bersalah
Image via: boro.gr

Entah kamunya saja yang super sensitif atau bagaimana – yang jelas ada momen, di mana rasa bersalah terus menghantui sampai mendatangkan sensasi cemas dan rasa tidak tenang.

Kamu terus kepikiran atas apa yang sudah diperbuat, dikatakan, dituliskan, atau digesturkan. Hal ini bikin kamu susah fokus, susah tidur, susah update status (tulis-hapus-tulis-hapus), dan merasa serba ragu untuk bertindak.

Kamu ingat ketika kumpul dengan para sahabat dan bercanda dengan mereka. Tetapi tak ada satu pun yang tertawa, seolah-olah candaanmu itu jadi sesuatu paling jayus di dunia. Nah, kamu sadar sudah ‘keseleo lidah’.

Lalu kamu mendapat sapaan dari mantan kekasihmu via kotak chat. Kamu membacanya, namun karena sesuatu, kamu mengulur waktu untuk membalasnya. Dia kemudian mengirim chat lagi, meminta maaf karena sudah mengganggu dan tak akan menghubungimu lagi selamanya. Oh crap!

Semua rasa bersalah, tidak enak, dan was-was itu campur aduk. Kamu terus memikirkan ‘bagaimana jika seseorang menangis karenamu’, ‘bagaimana jika mereka sakit hati karena perbuatanmu‘, ‘bagaimana jika mereka kecewa dan sulit memaafkan’, ‘bagaimana jika seseorang menaruh dendam padamu’,  dsb.

Kamu benar-benar tidak nyaman.

Tetapi kamu tahu kalau semua itu hanyalah persepsi negatif dirimu sendiri. Kamu sudah menyimpulkan yang tidak-tidak. Energimu terus terkuras, bahkan tanpa harus bekerja keras.

merasa bersalah berlebihan, rasa bersalah menghantui diri, bangkit dari rasa bersalah, mengatasi rasa malu karena bersalah, pengertian rasa bersalah
Image via: stream.org

Kalau terus seperti itu, coba ajukan 3 pertanyaan ini pada dirimu sendiri:

1. Sebenarnya, Apa sih yang Kamu Takutkan?

Coba renungkan, apa risiko terburuk jika sesuatu yang kamu khawatirkan itu benar-benar terjadi. Misalnya ketika sahabat benar-benar tersinggung oleh ucapanmu. Dampak terpahit yang mungkin terjadi: mereka akan ‘memutuskan’ persahabatan.

Hm, kamu pasti belajar banyak ‘kan dari pengalaman ini?

2. Tetapi, Apakah Kamu Bisa Mengubah Keadaan Ini?

Kasusnya masih sama: kamu sudah salah ucap pada sahabatmu. Dia kemudian memenggal hubungan persahabatan. Selanjutnya, kamu bisa interogasi diri sendiri: kondisi ini bisa diubah enggak, sih?

Kalau seumpamanya masih ada celah untuk memperbaiki hubungan persahabatan itu, kamu mesti melakukan apa?

Kalau menurutmu sudah tiada celah, apakah kamu siap merelakannya?

3. Kalau Kejadian Ini Menimpa Seseorang, Lalu Orang itu Curhat Padamu, Kamu akan Menyarankan Apa?

Benar enggak, sih, kadang kamu itu suka jadi penampung curhatan orang. Kalau memang iya, kamu biasanya akan memberikan saran terbaik pada mereka. Tetapi ketika masalah menghampiri dirimu, kamu justru tak berdaya. Tiba-tiba tak tahu mau menyarankan apa pada dirimu sendiri.

Namun bayangkan, kalau ada seseorang yang meminta pandanganmu ‘eh, daku udah keceplosan ngomong sama sahabat, dia pasti sakit hati sama omongan itu, gimana nih?’.

Mungkin kamu akan berpikir sejenak, untuk kemudian memberikan jawaban:

Kamu kayak bukan manusia saja, mesti serba baik dan benar. Tenang saja. Kalau dia sahabatmu, mestinya dia lebih ngerti kalau kamu cuma bercanda. Tapi karena sahabatmu juga manusia biasa yang punya rasa, kamu juga mesti ngerti kenapa reaksinya kayak gitu. Nah biar enggak nambah keruh, kamu bisa ngasih waktu buat dia. Mungkin dia juga lagi emosi. Kalau sudah reda, kamu bisa nyamper dan bicarakan baik-baik. Meski sama sahabat terdekat, jangan ragu untuk bilang maaf.

~

Hhh… cara ini menjadi terapi tersendiri ketika kamu diburu rasa bersalah yang melelahkan. Semoga cocok. 3 Pertanyaan Pereda Kekhawatiran dan Rasa Bersalah Atas Perkataan Perbuatan yang Sudah Dilakukan. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.