Bagaimana Cara Menasihati dan Memberi Solusi Pada Masalah Orang Lain?

Posted on
cara menasihati, menasehati tanpa menyakiti, etika menasehati, menasehati tanpa melukai, memberi solusi, contoh masalah dan solusi, cara mengatasi masalah pribadi
Image via: hindilovepoems.com

Apa kamu sosok orang yang sering meminta nasihat? Atau, justru orang-orang meminta nasihat padamu?

Kadang daku bingung mesti berekspresi apa. Ada beberapa pihak yang memberi nasihat untuk sabar ketika ditinggal orang tua, padahal orang tuanya sendiri masih hidup. Ada yang memberi nasihat untuk tetap bersyukur dalam kemiskinan, padahal dianya sendiri orang kaya. Ada yang memberi nasihat untuk move on, padahal dianya sendiri belum pernah mengalami putus cinta. Dsb.

Eh tapi ‘kan kita enggak mesti mengalami semua permasalahan untuk memberikan saran-saran? Iya, sih, ya.

~

Ketika menulis blog ini, daku ingin melatih diri supaya lebih terbuka. Enggak bisa semuanya, sih. Tetapi sejauh ini lumayan ada perkembangan. Banyak yang daku ungkap. Meski demikian, rahasia mah mesti tetap ada, dong? Hehe…

Bagiku, upaya ini bisa menjadi terapi.

Lama-lama, daku menulis beberapa artikel – yang diharapkan bisa memberi efek positif. Isinya itu tertuju untuk diriku sendiri. Tetapi kalau bisa memercikkan manfaat untuk orang lain juga, ya syukurlah.

Semoga menjadi inspirasi dan motivasi.

Sampai kemudian, banyak yang menghubungi. Baik via email, medsos, atau penghubung lain. Banyak yang sekadar ngobrol, sharing, dan ada juga yang curhat dan bertanya, seakan-akan meminta saran, masukan, atau jalan keluar dari permasalahan.

Kalau sudah begitu, daku pun mati langkah.

Daku merasa kerdil dan enggak punya kekuatan. Jangankan untuk memecahkan masalah, bahkan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik pun, daku merasa tidak mampu. Apakah orang-orang enggak salah tempat curhat?

Tetapi yang bikin daku tetap tertarik untuk menampung curahan hati orang lain adalah…

Ingat diri sendiri. Ketika problem melanda, daku juga butuh orang lain. Tetapi kadang bukan butuh solusi, melainkan butuh telinga dan hati yang mendengar – tanpa menginterupsi.

Sudah ada yang meluangkan waktu untuk membaca atau mendengar keluh-kesah kita juga sudah syukur. Plong.

Karena itu, daku pun tetap membiarkan orang-orang yang ingin berbagi. Yang penting saling percaya saja. Kalau mereka bilang ‘jangan bilang siapa-siapa’, ya tidak usah dipublikasikan di mana-mana.

Kalau mereka bilang ‘silakan share’, ya daku sering mengupasnya lewat situs ini.

Mungkin kamu pernah dengar ‘orang yang lagi ada masalah itu, hati dan pikirannya pasti keruh’. Tetapi ketika dia mulai terbuka padamu, dan kamu menjadi pendengar yang baik, secara tidak langsung kamu ikut menjernihkan hati dan pikirannya. Kalau sudah bening begitu, biasanya dia mulai tahu jawaban dari masalahnya sendiri.

Seringkali ketika sudah bercengkerama (tanya-jawab) permasalahan pada sosok yang kita percaya, jalan keluar itu hadir dengan sendirinya. Kamu menerima opsi penyelesaian A, b, C, dsb, dari orang yang berbeda-beda. Namun pada akhirnya, keputusan ada di tanganmu seorang.

Kalau Cicero sih bilang ‘nobody can give you wiser advice than yourself’. Artinya, ‘enggak ada seorang pun yang bisa ngasih nasihat yang lebih bijak ketimbang dirimu sendiri’. Hm…

Enggan rasanya daku mendikte ‘oh kamu harus anu, kamu jangan anu’, lalu kemudian menganggap diriku paling bisa, paling bijak, paling kuat. Sementara para curhaters adalah gambaran makhluk yang lemah dan tak berdaya. Oh tidak!

Mungkin demikianlah cara menasihati orang lain, yakni ‘ada untuk mereka’. Kita bersedia menyediakan waktu untuk meladeni unek-unek mereka. Umpamanya, kita menjembatani mereka dengan solusi yang ada.

Bantu mereka untuk menolong diri mereka sendiri. Bantu mereka untuk memutuskan yang terbaik. Pastikan pada mereka untuk tetap menemani, apa pun yang akan terjadi.

Kata orang, dunia ini sudah kejam dan kacau. Semua makhluk mengklaim memiliki ujian dan cobaan paling berat. Tetapi, kita bisa membantu menciptakan kedamaian, minimal dengan saling simpati dan memahami. Iya kan? Bagaimana Cara Menasihati Orang Lain? #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.