Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Apa yang Ada Dalam Pikiran Para Teroris?

Apa yang Ada Dalam Pikiran Para Teroris?

0
SHARE
psikologi terorisme, psikologis teroris, isi pikiran teroris, kesehatan mental teroris
Image via: rmmagazine.com

Mau isinya harta, kuasa, wanita, pria, batu rubi, istana, kuda bersayap emas, sungai-sungai yang airnya manis, atau yang mereka sebut sebagai surga – terorisme tetap tidak keren.

Dari sisi mana pun, aksi para teroris tak mendapat dukungan. Mereka justru resek. Seenaknya mencabut nyawa, seenaknya merusak, seenaknya bikin resah, seenaknya memecah-belah, seenaknya meracuni, seenaknya menyiram kotoran pada agama tertentu.

News.detik.com (03/05/2016) sempat merilis berita tentang wartawan Prancis yang menyusup ke markas ISIS selama setengah tahun. Di sana dia mengganti nama sebagai Said Ramzi. Niatnya untuk memahami isi kepala atau pikiran para anggota.

Salah-satu penemuan pentingnya: urusan teror tidak ada kaitannya dengan Islam.

Said Ramzi hanya melihat para pemuda yang kalah, frustrasi, termanipulasi, dan berkeinginan kuat untuk bunuh diri – bukan untuk mengubah diri dan dunia menjadi lebih baik. Dia sangat terpukul, sebab di saat generasi muda itu tengah mencari jati diri, mereka justru bertemu ISIS dan salah menemukan tujuan.

Kenapa ya Ada Manusia yang Tingkat Rasa Teganya Sudah Menembus Batas dan Melampauinya?

Dari segi psikologi saja, wajar kalau kita menuding para pelaku sebagai makhluk keparat yang sinting. Pasti ada kegilaan dan penyimpangan. Bagaimana enggak gila dan menyimpang, orang sedang beribadah pun dibom – tubuhnya dibikin tercerai-berai, keluarganya dibikin dendam dan luka, sementara dunia sangat murka dan trauma.

Kalau sudah begitu, apa yang mereka dapatkan?

Dari Apa.org, seorang profesor Psikologi di Georgia State University (Georgia), John Horgan, mengakui kalau pemahaman tentang terorisme itu sebenarnya sudah melimpah. Namun kita seakan tak pernah bisa memprediksi dan mencegah teror. Ketika keadaan tengah damai sentosa pun, bom bisa meledak sewaktu-waktu di tempat yang tak pernah terduga.

John Horgan yang sudah mewawancarai sekitar 150 teroris dari tahun 1995, menegaskan tidak ada ciri, karakter, atau tipe profil khusus mengenai sosok teroris. Tak harus yang berjanggut, bercadar, bergamis, atau penyendiri. Tak ada ciri pasti.

Bahkan banyak pihak yang diduga sebagai kaum radikal, namun ternyata tak sampai hati menjadi ekstremis atau teroris. Sebaliknya, para pelaku sebenarnya justru diketahui sebagai sosok yang seakan lembut. Kemungkinan besar mereka mengalami proses psikologis berbeda sampai bisa menjadi raja dan ratu tega.

Sebagian berpendapat kalau pihak keamanan negara kecolongan dan payah. Yeah, siapa bisa memprediksi, siapa yang siap menyerang? Yang menjadi “pengantin” atau pelaku bom bunuh diri? Siapa yang pernah menyembulkan dugaan (atau ramalan) kalau pelaku bom bunuh diri itu bisa 1 keluarga lengkap? Ada anak di bawah umur pulak.

Kita terlalu fokus pada nama teroris beken Si A, Si B, Si C, dll, tanpa tahu ada X, Y, Z, dll, yang siap menjadi eksekutor.

Pencegahan

Mungkin terkesan membosankan, tetapi teroris memang lebih baik dicegah daripada diobati. Hanya saja, semua masyarakat harus terlibat. Tak bisa cuma mengandalkan pemerintah, tokoh agama, atau selebritis.

Biarkan orang-orang merasakan bagaimana damainya hidup tanpa diskriminasi, tak ada yang dirugikan, dan tak ada stigma.

Kalau masyarakatnya sudah pecah-belah, boleh jadi keadaan itu menjadi celah emas bagi ajaran sesat terorisme.

Beruntungnya, sudah banyak yang meyakini kalau Terrorism Has No Religion. Teroris itu tak mewakili gender apa pun, negara mana pun, agama mana pun – tidak. Kalau kesadaran ini tak kunjung tumbuh, para dalang terorisme bisa bersembunyi dengan tenang di tengah kericuhan.

Baiklah, kita persilakan Malala Yousafzai menutup tulisan ini dengan kata-kata magic-nya: dengan senjata, kamu bisa membunuh teroris. Dengan pendidikan (khususnya agama), kamu bisa membunuh terorisme. Apa yang Ada Dalam Pikiran Para Teroris? #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.