Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Terlalu Sering Ulang Tahun Bisa Membunuhmu

Terlalu Sering Ulang Tahun Bisa Membunuhmu

4
SHARE
kata kata ulang tahun, ulang tahun bisa membunuhmu, ucapan ulang tahun, status ulang tahun, quotes ulang tahun, perayaan ulang tahun, selebrasi ulang tahun
Image via: wallhere.com

“It’s been scientifically proven that too many birthdays can kill you”

Artinya kurang-lebih ‘sudah terbukti secara ilmiah kalau kebanyakan ulang tahun itu bisa membunuhmu’.

Saya menemukan kata-kata lucu tapi mikir-able ini dari meme yang random ketemu ketika sedang browsing. Kemudian saya juga membacanya via Twitter @wordstionary. Ketika pertama kali membacanya, mungkin alis saya terangkat. Pernyataan ini lucu tapi nyata. Jadinya menggelikan.

Terlalu sering ulang tahun itu bisa jadi ungkapan lain dari satu kata: tua.

Lumrahnya, orang yang sudah sering ulang tahun (sudah tua) lebih dekat dengan kematian. Begitu. Saya pun jadi nyengir sendiri, dan mengingat-ingat sudah berapa kali ulang tahun sampai sekarang.

Selebrasi/ Perayaan Ulang Tahun

Dulu, saya dan kawan-kawan memiliki tradisi tahunan untuk mengadakan “suprise party” pada siapa pun yang berulang-tahun di antara kami. Kebanyakannya dengan cara dikerjain. Metodenya klasik. Semacam dijebak, dibikin kaget, terus puncaknya ditimpuk telur – lengkap dengan siraman air dan tepung.

Kalau dipikir-pikir sih, apa-apaan?

Tetapi tak apalah, seenggaknya saya dan kawan-kawan memiliki memori tersendiri. Saya enggak menyesal sudah jadi manusia konyol. Soalnya enggak sendirian, kawan-kawan saya menemani momen konyol itu. Hahaha… lagipula, kami mah terhitung masih dalam batas wajar.

Kebiasaan lain tak jauh dari todongan traktir, lalu yang ulang tahun bisa menodong balik meminta hadiah.

Lalu ketika media sosial datang, bukan main kita – maksudnya saya – menanti siapa saja yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’. Rasanya jadi orang sibuk yang ponselnya terus menampilkan pemberitahuan ini-itu. Kemudian waktu saya jadi tersita untuk merespons semua ucapan itu. Senang rasanya. Semua orang – semua akun – seakan begitu perhatian, akrab, dan peduli.

Tetapi semakin sering ulang tahun, selebrasi itu semakin sepi.

Ya, saya tetap bahagia ketika ada yang mengirim inbox, privat chat, telepon, video, atau apa pun itu, dari orang-orang yang sudah meluangkan ruang di otaknya untuk mengingat waktu ulang tahun saya. Sangat saya apresiasi itu. Saya berterima-kasih dan memantulkan doa-doa terbaik yang sama untuk mereka.

Namun dalam beberapa tahun ini ada yang lain. Mungkin karena menua, ya. Seakan ada perayaan sunyi di hari jadi.

Ulang tahun cenderung bikin baper, ketimbang bikin ceria. Ulang tahun jadi bikin merenung, bukan lagi harap-harap cemas tentang siapa yang mengucapkan paling pertama. Bukan lagi tentang ucapan yang dirangkai dari hasil searching, bukan lagi tentang telur-tepung, bukan lagi tentang hadiah, bukan lagi tentang makan-makan, bukan.

Kebetulan pada 29 Mei 2018 kemarin, ketika saya tumben-tumbenan nyekrol Facebook lagi, ada teman yang ulang tahun. Saya menyebutnya Kang Irwan Sandza. Beliau menulis status:

#Tentang Sesuatu yang Harus Kembali ke Sang Pencipta

Innalillahi…

Selamat berpulang kepada pemiliknya duhai satu angka yang setahun ini mengukir kisah di kalender. Kuikhlaskan kau berkurang.

Jika mereka bersorai dalam perayaan, izinkan saya mendekap hening untuk menangisi beberapa waktu yg sempat terbuang sayang, beberapa waktu yg tak sadar melupakan-Mu, beberapa waktu yg hanya jadi hiasan hari tanpa pernah berpikir kalau esok mungkin tak lagi ada.

Tak banyak pula yg saya pinta, hanya kebahagiaan dan kesehatan seperti ini yg tak ingin diambil, agar bisa menghabiskan sisa angka dengan berbagi sesuai kemampuan diri. Aamiin.

Selain menyadari sudah lama tidak “nongkrong” di beranda Facebook, padahal banyak status kawan-kawan yang sangat bagus, saya juga kembali merenungi “ulang tahun”. Sebab empat hari kemudian, tepatnya hari ini, giliran saya yang diingatkan pada waktu lahir.

Dan memang benar, angka usia kita terus bertambah – tetapi jatah hidup ini sebenarnya terus berkurang. Alih-alih memanjangkan usia, keseringan ulang tahun justu bisa membunuhmu. Padahal entahlah, apakah selama ini umurnya sudah berkah dan bermanfaat apa belum. Terlalu Sering Ulang Tahun Bisa Membunuhmu. #RD

SHARE

4 COMMENTS

    • Kalau dipikir-pikir sih begitu, ya. Pas masih “muda” cenderung senang selebrasi. Tetapi semakin tua, ulang tahun juga jadi disikapi dengan “semakin dewasa”. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.