3 Tips Inti Agar Anak Mau Tidur di Kamarnya Sendiri

Posted on
harga sprei, daftar harga sprei, tips agar anak tidur sendiri, cara mengatasi anak yang takut tidur sendiri, belanja sprei online
Image via: bluebirdbespoke.com

Saya belum menjadi seorang ibu. Tetapi bisa dipastikan kalau saya adalah tante bagi 8 keponakan. Setidaknya, tante itu bisa menjelma menjadi ibu, teman, bahkan nenek bagi anak-anak. 😀

Beberapa keluarga mungkin sejak lahir anak sudah dibiasakan tidur di tempat yang terpisah dari orang tuanya. Seperti di box bayi, walau masih satu ruangan. Atau misal ada yang berbeda ruangan tetapi memiliki connecting door. Namun tak sedikit juga, orang tua yang satu tempat tidur dengan anaknya sedari anaknya bayi.

Jika dari bayi sudah satu tempat tidur dengan orang tua maka harus ada pembiasaan baru yang diajarkan pada anak, yaitu tidur di kamarnya sendiri. Anda mungkin bisa mulai mengajarkan untuk tidur di kamarnya sendiri ketika anak memasuki usia 5-6 tahun.

Saat mulai mengajarkan anak untuk tidur di kamarnya sendiri juga merupakan tantangan bagi sebagian orang tua. Ada anak yang langsung bisa saat diajarkan tidur di kamar terpisah dari orang tua, namun ada juga yang menolak untuk tidur terpisah dari orang tua.

Berikut adalah beberapa trik yang bisa anda lakukan untuk mulai mengajarkan anak anda tidur di kamarnya sendiri.

sprei anak, sprei anak online, harga sprei, daftar harga sprei, tips agar anak tidur sendiri, belanja sprei online
Image via: parents.com

1. Temani Sampai Anak Anda Tertidur

Anda bisa memulai dengan membacakan dongeng untuk anak anda sebelum tidur, terkadang beberapa anak sudah tidur sebelum dongengnya habis. Namun jika awal-awal, anak biasanya jadi tidak bisa tidur ketika tahu dia akan tidur sendirian di kamarnya.

Anda bisa tetap menemaninya sampai ia benar-benar tertidur pulas. Dan usahakan baik kamar anda dan kamar anak anda tetap terbuka, walau sedikit, sehingga anda tahu apabila sewaktu-waktu anak anda terbangun.

2. Memberikan Pengertian

Alasan yang sering di lontarkan oleh anak-anak adalah takut. Anda bisa mulai memberikan pengertian pada anak anda. Bahwa ia tetap berada di dalam satu rumah yang sama dengan anda, jadi tidak ada yang perlu ditakuti.

Yakinkan juga bahwa anda tidak akan pergi jauh dari anak anda, pastikan dia tetap merasa aman walau harus tidur di kamarnya sendiri.

Bisa juga anda memberi pengertian bahwa sebelum tidur harus doa terlebih dahulu sehingga anak-anak akan selalu di lindungi oleh Tuhan dan dijauhkan dari mimpi buruk.

3. Mendekorasi Kamar Bersama

Karena yang akan menempati kamar adalah anak anda, maka ada baiknya anda melibatkan anak-anak dalam mendekorasi kamarnya sendiri. Hal ini bisa menjadi salah-satu jalan agar anak-anak menjadi ingin dan mau untuk menempati kamar tidur tersebut.

Bersama-sama memilih perabotan apa saja yang akan ditaruh di kamar. Tidak perlu terlalu banyak sehingga kamar tetap terasa lapang. Pilih juga mainan dan benda-benda yang tidak membahayakan anak anda. Kemudian, minta anak untuk mendekor dinding atau mengatur tata letak barang-barang sesuai dengan kesukaannya.

Contohnya seperti pemilihan sprei untuk tempat tidur. Anak-anak bisa jadi akan memilih sprei dengan karakter kegemarannya, misal tokoh-tokoh kartun.

Pencarian sprei sesuai keinginan anak anda kini lebih mudah dilakukan. Cukup dengan berbelanja online, seperti di Bukalapak maka anda bisa memilih sprei sesuai keinginan anak anda.

Anak-anak mungkin hanya melihat dari segi gambar. Karena itu, anda mesti memperhatikan bahan sprei – yang tentunya harus nyaman, menyerap keringat, dan tidak luntur.

Dengan berbelanja online, harga sprei bisa disesuaikan dengan budget yang anda miliki.

Beberapa trik tersebut bisa anda coba. Walau tidak langsung berhasil, tapi mulai mengenalkan anak untuk tidur di kamarnya sendiri tentu bisa lebih mudah. [B]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.