Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 1 Pelajaran Menarik dari Artis Kpop: Menjaga Privasi Hubungan di Media Sosial

1 Pelajaran Menarik dari Artis Kpop: Menjaga Privasi Hubungan di Media Sosial

0
SHARE
menjaga privasi hubungan di media sosial, mengumbar kemesraan di media sosial, pacaran tidak perlu dipublikasikan, hubungan tanpa publikasi, pamer kemesraan di sosial media
Image via: IG @taeyeon_ss

Saya menggunakan Kpop atau hiburan per-Korea-an untuk ‘mendekati’ adik-adik perempuan di lembaga kursus. Dulu saya hanya mendengarkan lagu-lagu Kpop di radio. Itu pun tanpa mengetahui lirik, arti lirik, dan bahkan wajah member boyband-nya.

Trik ini manjur, sebab kami jadi ‘klik’ dan ‘bisa berbaur’. Hal sama pernah saya rasakan ketika ‘pedekate’ pada adik-adik lelaki menggunakan Persib, klub sepak bola aneka liga, atau timnas. Untuk hal ini memang tidak begitu rumit, sebab sepak bola cenderung familiar.

Kembali pada artis Korea atau Kpop. Saya tidak begitu mengikuti drakor, ya. Saya hanya ‘terjerumus’ pada beberapa penyanyi dan grup musik. Mayoritas hanya saya dengarkan sesekali saja. Saya kurang cocok dengan lagu-lagu terlalu kiyut, begitu. Intinya, tidak sampai menjadi die-hard fangirl boyband atau girlband tertentu.

Hanya beberapa karya saja yang saya simpan di kompilasi lagu Korea. Misalnya karya AkMu (Akdong Musician), Kim Taeyeon, BTS, Big Bang, Ailee, IU, dll.

Saya mengikuti beberapa media sosial mereka. Mayoritas memberikan ‘petuah tanpa kata’ yang saya rasa penting untuk dipertimbangkan. Secara tidak langsung, saya jadi belajar untuk menjaga privasi dan jangan over-sharing.

Kebanyakan mereka memang hanya sharing karya, pemotretan, rencana proyek baru (single, EP, album, dll), behind the scene pembuatan MV, iklan, kutipan, dukungan terhadap artis lain, momen acara manajemen, ucapan ulang tahun, dsb.

Jarang, bahkan hampir tidak pernah, mereka blak-blakan mengumbar hubungan spesialnya. Soal kode-kodean postingan, kadang fans saja yang mengait-ngaitkan. Kalau pun benar, lagi-lagi, setidaknya mereka tidak gemar mempublikasikan hal-hal berbau urusan pribadi. Bahkan ada juga yang tidak membuka identitas keluarga.

Nah, kenapa pakai rahasia-rahasiaan segala?  Apalagi kalau kita bukan selebritis? Baiklah…

9 Alasan dan Keuntungan Menjaga Privasi Hubungan Di Media Sosial

menjaga privasi hubungan di media sosial, pacaran tidak perlu diumbar, pacaran diumbar di sosmed, hubungan yang tidak diumbar, pamer pacar di sosmed
Image via: fieldguide.gizmodo.com

Media sosial cenderung multi fungsi, tergantung si pengguna. Ada yang menjadikannya sebagai ‘formalitas’ belaka, ‘alat’ stalking, media bisnis, koleksi postingan tertentu, termasuk diary pribadi. Kita mengumpulkan dan mempublikasikan postingan yang penuh memori, emosi, pengalaman, dan pengamatan.

Semua postingan itu bisa mendatangkan faedah jika digunakan dengan bijak. Namun ketika lalai, bisa jadi postingan itu juga yang membawa petaka. Bagaimana pun, media sosial itu liar.

1. Postinganmu Tidak Membahagiakan Semua Orang

Ya, tentu saja. Mustahil jika kita bisa memuaskan dan bikin senang semua akun medsos. Termasuk ketika mempublikasikan Si “Mr.Right”/ “Ms.Right” di dunia maya. Ada beberapa orang yang tulus ikut bahagia dengan kebersamaan kita. Ada juga yang mungkin iri, cemburu, hasud, benci, dan tak bisa ikutan senang.

Sekelompok orang tersebut tak selamanya haters yang jahat tak berperikemanusiaan. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang sempat naksir pada kita/ pasangan, yang masih sendiri (saya kurang suka pakai istilah jomblo), yang baru putus, yang waktu nikahnya diundur, yang baru ditolak, yang sedang patah hati, dll. Jadi, jaga hati mereka dengan menjaga postingan mesra kita, oke?

2. Mengekspos Diri, Mengundang Opini

Kita tak bisa mengendalikan jempol semua pengguna Instagram, Facebook, Twitter, dll. Ketika memosting sesuatu, lalu mereka menghujankan komentar positif sekaligus julid, kita bisa apa? Seringkali postingan dakwah saja ramai dengan hujatan, apalagi hubungan pribadi.

Contohnya pasangan A dan B mengunggah poto berdua. Di tengah komentar ‘wah couple goals!’ terdapat komentar semacam ‘kok senyum A kayak terpaksa’, ‘B-nya sih ganteng’, ‘cie dapetin anak orang kaya’,  ‘pacaran mulu, cepat sahkan’, dll. Jadi kalau tidak mau ada opini macam-macam, sebaiknya hindari mengekspos diri.

3. Magnet Bagi Mantan++

Siapa tahu ada mantan yang masih mengikuti pergerakan di media sosial. Siapa tahu juga kalau selama ini ada penggemar rahasia yang terus membuntuti. Kita tak pernah tahu. Ketika mempublikasikan hubungan baru, kamu sudah memberikan info penting secara cuma-cuma. Hal ini membuka peluang dendam dan drama.

cari perhatian, ciri cowok cari perhatian, arti cari perhatian, caper cari perhatian, pasangan cari perhatian
Image via: cartoonstock.com

4. Dicap “Cari Perhatian”

Mungkin kamu bukan sosok pencari perhatian. Namun tanpa sadar, kalau terlalu sering mengekspos hubungan pribadi, orang-orang akan menganggapmu demikian. Posemu diatur sedemikian rupa, kata-katamu diramu seromantis mungkin (kalau tidak copas sih keren!), dan intensitas postinganmu meningkat memenuhi feed medsos.

Lebih bahaya lagi kalau ingin memiliki citra sebagai pasangan idaman yang sweet selalu. Apalagi kalau kamu sangat kecanduan pujian dan komentar kekaguman dari orang-orang. Jadinya kamu dan pasangan hanya pamer kemesraan di layar, sementara aslinya biasa-biasa saja (bahkan mungkin tidak semanis yang dikira).

5. Memperkecil Risiko Malu dan Sakit Hati

Poin ini bisa mengundang bermacam-macam contoh. Misalnya dalam setiap postingan, kamu selalu mengelu-elukan pasangan, seakan-akan dia adalah malaikat yang menjelma manusia. Kamu sangat bangga karena kalian sudah mendekati waktu pernikahan. Kalian sudah pamer nominal mahar, gedung, potografer, dll. Namun sesuatu terjadi. Kalian putus. Lalu kamu mulai menguak daftar kebobrokannya.

Contoh lain lagi. Sesekali kamu tergoda untuk berfoto dengan pose aneh nan dorky. Misalnya sedang nyengir, ngupil, menjulurkan lidah, dll. Tanpa pikir panjang, kamu memostingnya karena ingin berbagi kelucuan dan momen fun waktu itu. Namun siapa sangka, pasanganmu merasa dipermalukan. Argumen hebat tak terhindarkan. Padahal foloowers kamu sedang sibuk ngetawain. Ouch!

6. Tidak Begitu Rumit Kalau Keadaan Berubah Pahit

Oh, tidak. Poin ini tidak menjadi doa dan harapan agar hubungan sekarang renggang dan putus. Hanya saja, ketika cinta membuatmu melayang, selalu ingat akan daratan. Cinta tak selamanya madu. Ada kemungkinan berubah pahit.

Kalau hal tersebut terjadi, setidaknya kamu jadi tidak repot-repot mencari postingan yang mesti dihapus dan tag/mention yang mesti diedit. Bebanmu juga akan lebih ringan ketika berusaha move on. Kamu jadi tidak terjebak pada postingan lama yang menguarkan memori ketika masih bersama. Bahkan publik tak akan tahu-menahu apa yang sedang terjadi padamu.

menjaga privasi hubungan, privasi dalam pacaran, quotes tentang privasi, artikel sebuah hubungan, artikel hubungan pasangan, privasi dalam hubungan
Image via: dsaofnwi.org

7. Yang Misterius Biasanya Lebih Menarik

Sesuatu yang mudah terprediksi biasanya tidak asyik. Biarkan kisahmu dengan Si dia jadi misteri bagi yang lainnya. Biarkan mereka kepo dan bertanya-tanya. Kamu dan dia fokus saja menjalani liku-liku kisah asmara. Tsyaaah…

8. Enjoy The Moment

Orang bilang ‘media sosial itu sering mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’. Ketika sedang ngobrol berhadapan dengan pasangan saja, karena sambil beraktivitas di medsos, interaksinya jadi tidak fokus. Kalau pun ketika jalan-jalan, lalu berfoto bersama, jangan sampai momennya pecah karena terlalu sibuk mengedit dan memikirkan caption paling romantis. Nikmati momen itu. Biarkan foto dan video itu dikoleksi saja di gallery-mu.

9. Bahagia Sejati

Di zaman sekarang, privasi berubah menjadi sesuatu yang eksklusif. Tanpa disadari, rasanya mudah saja untuk membocorkan data diri. Padahal ada ancaman yang selalu mengintai.

Bukan berarti kamu harus ‘main kucing-kucingan’. Silakan mau menjadikan poto dengan partner sebagai poto profil, atau membagikan 1-2 unggahan bersama pasangan. Kalau ada yang bertanya, jujur saja kalau kamu sedang menjalani hubungan atau sudah menikah dengan Si Anu. Menjaga privasi tidak mesti dengan merahasiakan pasangan.

Hanya saja, kontrol diri. Demi keutuhan hubungan, jangan sampai kebablasan.

Berusaha diam (hanya bersuara kalau bermanfaat) dan menjaga privasi membutuhkan kekuatan besar. Tak sembarangan orang yang bisa mengendalikan diri. Inginnya itu pamer sana-sini. Padahal esensi hubungan itu tak mesti dengan unggahan-unggahan yang bikin orang lain terkesan.

Biarkan hubungan yang sakral itu mendidik dan membuatmu bahagia dengan nyata.

Media sosial bukan cuma milik artis Korea, artis barat, atau artis dalam negeri saja. Medsos milik kita semua. Namun privasi hubungan hanya milikmu dan pasangan. Tetap jaga dengan cara menutup atau tidak over membaginya. Jangan sampai intervensi orang-orang mengacaukan semuanya. Demikian, 1 Pelajaran Menarik dari Artis Kpop: Menjaga Privasi Hubungan di Media Sosial. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.