Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita

Posted on
cara membuat dia menyesal telah menolak, cara membuat wanita menyesal menolak pria, cara membuat gebetan menyesal menolak kita, cara membuat pria menyesal karena menolak kita, cara membuat pria menyesal telah menyakiti kita
Image via: obittree.com

Banyak yang menanyakan ‘bagaimana cara membuat seseorang menyesal?’. Dalam hati, saya bertanya-tanya ‘kenapa?’.

Kalau seseorang itu adalah gebetan atau mantanmu, kenapa ingin membuat mereka menyesal? Katanya pernah (atau masih) cinta? Hmm… dendamkah?

Kalau cinta dan sayang sama seseorang, biasanya kamu tak ingin menyakitinya. Bahkan kalau cinta dan sayangmu sudah tingkat tinggi, kamu akan ikut bahagia melihatnya bahagia (meski tanpamu). Jadi analisis dulu, kenapa dia menolak dan kenapa kamu ingin membuatnya menyesal. Kamu ‘kan tahu sendiri, penyesalan adalah rasa yang enggak enak – sesak. :’)

Tetapi baiklah, mungkin kamu ingin bangkit dan memotivasi dirimu sendiri akibat ditolak, ditelantarkan, tidak dipilih, dan (merasa) disia-siakan seseorang.

Yang mesti kamu ingat; penolakan bukan tolok ukur kualitas dirimu. Kalau ditolak seseorang, bukan berarti kamu jelek, jahat, tidak layak, dsb. Tidak selamanya begitu.

Jangan juga menuding si penolak itu sebagai sosok keji yang tidak menghargaimu. Toh, semua orang punya hak dalam memilih dan memutuskan, bukan? Kita tak pernah benar-benar tahu apa daleman hati seseorang.

Skenario penolakan itu banyak. Bisa jadi Si X memang kurang ‘klik’ dengan kamu. Bisa jadi Si X sudah punya sosok lain. Bisa jadi Si X merasa belum siap menjalani hubungan. Dst.

Tapi kalau ada pilihan ‘ditolak, digantungkan, atau pura-pura disukai’, mau pilih yang mana?

Meski perih, kepastian penolakan sepertinya lebih baik, ya? :’)

Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita

Iya sih. Di mata kita, penolakan itu sering berwajah buruk. Tetapi penolakan bukanlah akhir dari segalanya.

Kemungkinan besar Allah Swt sedang ingin ‘menyelamatkanmu’ dari hubungan yang belum waktunya, ingin ‘memapahmu’ agar fokus pada pendidikan atau pekerjaan, ingin ‘mendidikmu’ pada ilmu agama, ingin ‘mengingatkanmu’ pada orang tua atau keluarga, bahkan ingin ‘mengalihkanmu’ pada orang lain yang lebih baik.

Selama ini perhatianmu sangat fokus pada A, padahal masih ada BCDEFG dst yang patut kamu pertimbangkan. Siapa tahu diantara mereka ada yang terbaik, lebih baik malah, melebihi sosok A yang sempat kamu kejar.

See, penolakan bisa jadi merupakan si buruk rupa yang membawa hikmah indah.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan?

1. Mendoakan

mendoakan, mendoakan orang lain, mendoakan mantan, doa untuk mantan yang masih kita sayang, doa buat mantan dalam allah, doa buat mantan terindah
Image via: thedailycrisp.com

Orang bilang, yang enggak berdoa itu sombong – seakan tak butuh campur tangan Sang Pencipta. Padahal doa bisa menjadi senjata tak terlihat yang paling ampuh dan kuat. Naskah doanya sendiri bisa kamu sesuaikan.

‘Semoga apa yang terjadi membawa kebaikan bagi kedua belah pihak’, ‘semoga kamu bisa menjadi sosok yang lebih baik’,  ‘semoga dia dan kamu sama-sama bahagia’, dsb.

Kalau dia belum menikah dengan siapa pun, kamu bisa memanjatkan harapan dalam doa. Bagaimana pun, hanya Allah Swt Sang Pembolak-balik hati. Intinya, selalu libatkan Dia dalam setiap fase kehidupan.

2. Menghentikan (Dulu) Kontak

berhenti kontekan, yang harus kamu lakukan kalo gebetan nggak balas chat kamu, ciri ciri cowok pdkt lewat chat, arti chat cowok, alasan wanita menghilang saat pdkt, alasan pria tidak menghubungi duluan
Image via: pexels.com

Bagian ini tak semudah mengatakannya. Ada yang frontal mengganti nomor HP dan unfollow sosmed. Ada juga yang lebih menerapkan cara halus. Misalnya tidak melihat story di WA, Instagram, FB, dan IMO. Tidak juga menghubungi via chat, tidak menelpon, tidak mengomentari postingan, bahkan tidak meninggalkan tanda like. Kalau sanggup, jangan mengklik profil dan stalking aktivitasnya di dunia maya.

Tips ini memiliki efek baik. Kamu jadi tidak terus teringat, goyah, dan galau lagi. Secara tidak langsung, kamu juga sudah ‘menyelamatkan’ hati dari rasa sakit yang lain. Misalnya rasa sakit karena dia memosting poto tersenyum lebar,mengunggah  video dengan orang yang sedang dekat, menulis caption romantis, dsb.

Selain itu, waktu untuk bermedsos ria bisa kamu gunakan untuk hal lain yang lebih berfaedah. Contohnya olahraga, datang ke kajian, ngopi dengan kawan, dsb.

Kalau memang dia kehilangan dan menyesal, cirinya bisa terlihat di fase ini. Setelah kamu berhenti menghubungi/ mengganggunya, dia akan mencoba ‘meraihmu’. Hal ini semacam ‘radar alami’.

Dia terlihat mulai menghubungimu, memberi jejak di postingan media sosialmu, menanyakan kabarmu pada sahabatmu, meminta nomormu pada keluargamu, dsb. Tetapi tanggapi dengan baik layaknya sahabat.

3. Introspeksi dan Perbaiki Diri

menjadi lebih baik, menjadi lebih dewasa, menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih baik dari sebelumnya, kata kata berubah menjadi lebih baik
Image via: videoblocks.com

Kalau masih berpikiran ‘ingin memperbaiki diri demi balas dendam sama dia’, kemungkinan besar kamu masih bermasalah untuk move on. Perbaiki diri demi dirimu sendiri, demi masa depanmu. Kamu bisa memulainya dari ibadah, lalu hati, lalu otak, lalu pikiran, lalu tingkah-laku, lalu hal-hal luar seperti badan, penampilan, pendidikan, pekerjaan, usaha, dll.

Penolakan bisa menjadi energi terbesar dan motivasi terkuat untuk berubah ke arah positif.

4. Syukuri Sumber Kebahagiaan Lain

Celakalah kita kalau terlalu menggantungkan senyuman pada satu orang. Kadang kita terlalu konsentrasi padanya, sampai lupa banyak hal lain (walau pun kecil) yang bisa membuatmu tersenyum. Hal-hal lain itu bisa sesederhana tatapan mata kucing, senyum orang tua, uang hasil keringat sendiri, lidah yang masih berfungsi untuk mencicipi aneka kuliner, dll.

5. Fokus Pada Mimpimu

Apa kamu ingin bekerja? Apa kamu ingin memperdalam ilmu agama di pesantren? Apa kamu ingin melanjutkan sekolah? Apa kamu ingin membuka usaha?  Apa kamu ingin mengunjungi destinasi impianmu? Apa kamu ingin menjadi penulis? Apa kamu ingin menjadi pencipta lagu? Apa kamu ingin menjadi selebgram? Apa kamu ingin menjadi Vlogger? Dst, undang kembali hasrat itu.

Usaha sambil dibarengi doa. Soal berhasil atau tidak urusan belakang. Yang penting kamu memiliki kesibukan. Biarkan semua ikhtiar itu mengalihkan pikiranmu dari sosok yang sudah mengubahmu. Apalagi kalau niatnya untuk beribadah, misalnya membantu orang tua, pasti lebih berkah.

6. Memaafkan

Reaksi seseorang ketika merasa tertolak itu beda-beda. Tetapi pada dasarnya, mereka semua sakit hati. Perlu waktu untuk memaafkan secara total. Begitu keadaan sudah baikan, maafkan dia secara tulus. Jika fase ini terlewati sempurna, kamu menang! Kamu patut bangga.

7. Membuka Hati dan Berbahagia

Di Indonesia saja, ada kurang-lebih 260 jutaan manusia. Sekitar 130 juta laki-laki dan 130 juta perempuan. Jika Si X sudah menolakmu, tak seharusnya kamu menutup rapat pintu hatimu.

Untuk awal-awal, mungkin kamu masih menggemboknya. Tetapi seiring waktu, coba lepaskan perlahan. Biarkan terbuka, melebar. Barangkali X memang bukan sosok terbaik. Barangkali ada sosok lain yang lebih baik, yang layak memasuki hatimu.

Tetapi camkan, jangan menjadikan orang lain sebagai pelampiasan. Jangan jadikan dia sebagai ‘bukti move on‘. Jika figur itu belum ada, tak perlu dipaksakan. Sesuatu yang baik biasanya memerlukan waktu.

Camkan juga, jangan sampai membuka hati orang lain hanya karena ingin membuat si dia cemburu. Sudah, fokus saja. Luka di hatimu tak benar-benar terobati dengan cara melukai hati yang lainnya. Iya, ‘kan?

Dia Seperti Menyesal, Kehilangan, dan Ingin “Balikan”

Skenario lain, yang tak terduga, bisa saja terjadi.

Kalau sebelum momen penolakan yang pahit itu terjadi kamu sudah memberikan yang terbaik, kemungkinan besar dia akan mulai membandingkan kamu dengan yang lain. Apa ada yang sesoleh/ sesolehah kamu? Apa ada yang sehumoris kamu? Apa ada yang selembut kamu? Apa ada yang senyaman kamu? Apa ada yang pengertian seperti kamu? Dll.

Kalau ternyata tidak ada, barulah dia sadar – dia sudah kehilangan orang yang sebenarnya dibutuhkan, yaitu kamu. Jika dia mulai mendekati, dan kamu juga masih berharap padanya, tak perlu membohongi hati. Jujur saja.

Kalau dia dan kamu masih sendiri, lalu kalian ‘seperti kembali didekatkan’, serahkan pada Allah Swt. Berdoalah agar dia menjadi pendamping terbaik menurut-Nya. Kalau tidak, maka kuatkan hati untuk berpaling pada yang lain saja. Jangan sampai terjebak pada harapan palsu. Jangan sampai jatuh pada kesalahan yang sama akibat orang yang itu-itu juga. Sakitnya bisa dobel. Tetap waspada.

Hatimu Pulih

Kalau skenario Si X yang mendekatimu kembali tidak terjadi, setidaknya hatimu yang sempat patah dan remuk itu sudah mulai pulih. Kamu mulai menerima kenyataan. Kamu juga sudah menjelma menjadi sosok yang lebih baik.

Terinspirasi dari quote Marilyn Monroe sih begini;

Kalau kamu ditolak karena kamu sedang dalam masa-masa terburukmu, maka orang yang menolak itu memang tak layak menerima masa-masa terbaikmu.

Kini ketika kamu sudah menjadi lebih baik, you deserve the best person. Kamu layak mendapatkan orang yang terbaik. Kamu juga layak bahagia. Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita. #RD

2 thoughts on “Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.