Home My Files Diary Tentang Introvert 3 Alasan Kenapa Patah Hati dan Putus Cinta Lebih Sulit Dihadapi Orang...

3 Alasan Kenapa Patah Hati dan Putus Cinta Lebih Sulit Dihadapi Orang Introvert

0
SHARE
introvert patah hati, introvert putus cinta, si introvert, introvert jatuh cinta, menghadapi pacar introvert, si introvert jatuh cinta
Image via: Shutterstock/ Aleshyn Andrei

Patah hati atau putus cinta biasanya menjadi masa sulit bagi siapapun, apalagi orang introvert.

Putus hubungan, dibohongi, dikhianati, ditolak, tak dianggap, jadi korban selingkuh, dll, selalu masuk deretan kelam kehidupan.

Bahkan ketika putus cinta yang diputuskan sendiri oleh introvert, tetap saja situasinya tidak mudah. Perlu proses untuk menstabilkan keadaan.

Setidaknya ada 3 faktor yang “mempersulit” keadaan; kepribadian introvert itu sendiri, pandangan introvert terhadap sebuah hubungan, serta emosi introvert yang cenderung lebih rumit.

Lalu, 3 alasan kenapa patah hati dan putus cinta itu lebih sulit dihadapi orang introvert:

1. Gejolak emosi tidak reda dengan instan

wanita introvert patah hati, perempuan introvert jatuh cinta, cara mengambil hati orang introvert, si introvert, introvert putus cinta, introvert patah hati, introvert marah
Image via: torontosun.com

Introvert ingin memiliki keintiman, bonding, dan kedalaman emosional. Jangankan menentukan pasangan, introvert bahkan pemilih soal sahabatnya. Kalau sudah jatuh hati, introvert cenderung “total” memberikan yang terbaik.

Dia peduli, percaya, sayang, terbuka, dan setia pada pasangannya. Sekilas memang baik, tapi kondisi itu membuat hatinya rentan; mudah patah dan terpecah belah.

Sehingga ketika hubungannya berakhir, apapun alasannya, introvert cukup kesulitan. Fisik, mental, dan emosi terserang. Apalagi di awal-awal putus, introvert mungkin akan menunjukkan gelagat stres. Entah itu kurang nafsu makan atau justru kebanyakan makan, sulit tidur, tiba-tiba muncul alergi, sakit kepala, sering mimpi buruk, dll.

Gejolak emosi tergantung dari masalah putusnya sendiri. Namun biasanya perlu waktu, tidak instan begitu saja. Apalagi kalau introvert sudah main “menyalahkan diri sendiri” dan “terjebak rasa minder”.

Misalnya ketika putus karena diputuskan, dia selalu dirongrong pikiran ‘saya memang jelek’, ‘saya tak berguna’, ‘saya tak pantas dicintai’, ‘saya sungguh payah’, dll. Ketika putus karena memutuskan, dia juga dirongrong pikiran:

  • ‘Saya si bodoh karena sudah jatuh cinta pada orang yang salah’,
  • ‘Saya sudah buta; dia menjadi priotitas saya, sementara saya hanya cadangan baginya’
  • ‘Saya si berengsek yang sudah menyakiti hati orang’,
  • ‘Semua ini salah saya yang sudah terlalu berharap dan terlalu percaya’,
  • ‘Semestinya saya tidak membiarkannya masuk ke dalam hati dan hidup saya’,
  • Dll.

2. Lingkaran Sosial Introvert Lebih Kecil

laki laki introvert, laki laki introvert patah hati, bahasa tubuh pria introvert jatuh cinta, menghadapi pria introvert, tanda pria patah hati, cara mengambil hati orang introvert, sakit hati seorang laki laki
Image via: youngisthan.in

Karena tidak mudah dekat dan terbuka pada seseorang, otomatis manusia yang memiliki koneksi khusus dengan introvert itu sangat sedikit. Sebenarnya pilihan ini tidaklah salah. Kuantitas biasanya tetap kalah dengan kualitas.

Hanya saja, dalam kondisi tertentu – seperti putus hubungan, introvert seperti “kurang dukungan”. Apalagi kalau sebagian dari mereka merupakan orang-orang terdekat sang mantan. Mereka mungkin kagok atau memang “lebih membela” mantan, sehingga hubungan dengan introvert jadi menjauh.

Kondisi ini “bisa berbahaya” kalau introvert semakin mengisolasi/ mengurung diri. Introvert bisa berlarut-larut pada rasa kehilangan, kesepian, dan kehampaan. Introvert juga merasa sendirian, diabaikan, dan ditinggalkan dalam kesulitan.

Introvert kadang sulit terbuka, berat mengakui keluh-kesahnya, dan bingung memulai curhatannya. Dia juga sering dihantui rasa sungkan untuk meminta bantuan. Takut merepotkan, takut dianggap dramatis, takut semakin memperkeruh masalah, dll. Dia pun memilih memikul beban dan menelan masalahnya sendirian.

Perlu orang super peka, yang mampu memahami “ketidakberesan” introvert ketika dia tidak mengucapkannya. Masalahnya, orang seperti ini semakin langka.

3. Berpikir Obsesif, Terus-terusan

pria introvert patah hati, introvert patah hati, introvert sakit hati, ketika introvert patah hati, orang introvert patah hati, seorang introvert patah hati
Image via: bloggersarena.com

Introvert populer sebagai pengamat dan pemikir. Dia lebih bijak dan penuh pertimbangan ketika memutuskan sesuatu. Berbeda dengan ekstrovert yang cenderung “langsung terjun ke lapangan” untuk beraksi.

Karakter introvert untuk selalu berpikir dan berintrospeksi diri memang baik. Tetapi dalam kondisi khusus, hal tersebut juga bisa menjadi petaka.

Ketika putus hubungan, misalnya. Introvert seakan tak bisa berhenti memikirkan dan merenungkan banyak hal. Tentang kenangan, tentang kata-kata yang pernah menyakitkan atau membuai, tentang kejutan-kejutan kecil, dsb.

Otak dan hati panas, iya. Cemas dan tidak tenang, iya. Tetapi realitanya tetap sama. Tak ada yang berubah.

Introvert tenggelam pada pikiran-pikiran yang berisik; apa saya tak akan pernah bisa menjadi partner yang baik? apa yang salah selama ini? apa yang sudah saya perbuat sampai akhirnya jadi seperti ini? Apa cinta sejati itu memang tak pernah ada? Dsb.

Apa yang Harus Dilakukan?

Sensasi sakit dan sulitnya putus hubungan hanya dirasakan oleh diri sendiri. Orang lain bisa saja menunjukkan simpati, tetapi mereka tidak benar-benar berada di posisi yang sama. Untuk itu, jangan terlalu berharap ada “pahlawan” yang membuat keadaan jadi lebih baik.

Pahlawan sejati ketika ada yang tidak beres dalam hati tak jauh-jauh dari diri sendiri.

Tak perlu juga berpura-pura keadaan baik-baik saja. Mengenakan topeng ceria untuk menutupi hati penuh borok dan luka tak akan mengobati apa-apa. Malah hati bisa terbunuh secara perlahan.

Menangislah, curahkanlah unek-unek pada orang baik nan terpercaya. Bergeraklah, lakukan olahraga agar keringat ke luar dan mood jadi baikan. Rekreasilah, pergilah ke luar rumah. Kalau tidak, istirahat sajalah. 3 Alasan Kenapa Patah Hati dan Putus Cinta Lebih Sulit Dihadapi Orang Introvert. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.