Home My Files Diary Tentang Anak Broken Home 4 Hal Tentang Cinta dan Kehidupan yang Dipelajari Anak Broken Home

4 Hal Tentang Cinta dan Kehidupan yang Dipelajari Anak Broken Home

2
SHARE
pacaran sama anak broken home, sifat anak broken home, catatan anak broken home, anak broken home dalam islam, calon istri dari keluarga broken home, broken home indonesia
Image via: rowinskabusinesscoaching.com

Apa anak broken home itu berarti orang tuanya bercerai?

Tidak juga. Ada beberapa keadaan yang membuat keadaan rumah jadi tidak harmonis. Keadaan tersebut tak harus terjadi karena orang tua benar-benar berpisah. Banyak anak yang tetap tersiksa, sekalipun orang tuanya masih bersama.

Tengok saja mereka yang hidup seatap dengan ayah-ibu rasa musuh, dengan ayah yang melakukan pelecehan, dengan ibu yang pecandu, dll. Meski tak ada akta cerai di rumah tersebut, namun peribahasa ‘rumahku surgaku’ sudah lama tak berlaku. Untuk lebih jelasnya, silakan baca “Apa Kita Sudah Termasuk Sebagai Anak Broken Home?”.

Sementara perceraian, baik yang berakhir buruk maupun baik-baik, tetap saja menyisakan kekecewaan. Apalagi di momen awal, di mana kita masih harus beradaptasi dengan segala perubahan. Namun seiring waktu, keadaan itu justru menjadi guru yang mengajarkan banyak hal, khususnya tentang cinta dan kehidupan:

1. Hidup dan Cinta itu Sulit Diprediksi

Cinta dan Kehidupan, Cinta dan Kehidupan tak terprediksi, kata kata bijak tentang kehidupan cinta, kata mutiara semangat hidup
Image via: medicalnewstoday.com

Kadang kita sudah optimis bahwa hidup dan cinta dalam keadaan baik-baik saja. Kita akan bahagia selama-lamanya. Namun kehidupan tampaknya tidak suka kalau manusia bernapas tanpa ujian.

Banyak pasangan yang terlihat mesra dan sudah punya anak, namun suatu hari memutuskan untuk berpisah. Banyak juga yang menyendiri lama dan hampir putus asa, namun menemukan figur jodoh yang tak disangka.

Fakta ini mengajarkan anak broken home untuk tidak terlalu berharap kesempurnaan pada cinta dan kehidupan. Sesempurna apapun mereka, cinta dan kehidupan berpeluang menyakiti dengan cara tak terduga. Anak broken home juga belajar untuk tidak menakuti hal-hal yang belum terjadi. Jalani saja hari ini dengan upaya terbaik.

2. Adaptasi/ Penyesuaian

adaptasi dalam hidup, harus bisa beradaptasi, harus bisa menyesuaikan diri, adaptasi manusia, tujuan adaptasi, beradaptasi dengan keadaan
Image via: markmanson.net

Siapapun yang tak mau beradaptasi, kemungkinan besar tak akan betah menjalani. Demikian juga ketika orang tua berpisah, maka anak broken home seperti memasuki dunia dan petualangan baru.

Mereka menyesuaikan diri dengan keadaan. Mereka tidak memaksa orang tua untuk tinggal serumah lagi dan tidur sekamar lagi. Tak ada yang mengajarkan mereka, namun mereka memahami sendiri situasinya. Sebab jika terus melawan keadaan baru, mereka bisa stres dan tersiksa sendiri.

Dalam hidup dan cinta sendiri, akan banyak hal baru yang mengasah kemampuan kita untuk beradaptasi. Kita tak bisa bergantung selamanya pada jatah orang tua. Dalam suatu waktu, kita mesti hidup mandiri. Kita tak bisa bergantung selamanya pada seseorang. Dalam suatu waktu, bukan tak mungkin kita mesti berjuang tanpa orang tersebut.

3. Lakukan yang Terbaik Walau Perih

memilih yang terbaik, memilih yang terbaik dalam hidup, memilih yang terbaik diantara yang baik, memilih yang terbaik walau perih
Image via: facultyfocus.com

Keputusan terbaik tak selamanya manis. Hal ini dicontohkan oleh beberapa orang tua, yang mengklaim kalau perceraian mereka adalah jalan terbaik. Baik untuk diri mereka sendiri, maupun untuk anak-anaknya kelak. Jika alasannya bisa diterima, perceraian memang bisa menjadi solusi pilihan.

Keadaan ini mengajarkan anak broken home untuk jujur terhadap diri sendiri. Jangan sampai bertahan terlalu lama dengan orang dan keadaan yang salah. Jangan sampai memelihara kebiasaan untuk tersenyum palsu demi menyamarkan tangisan dan penderitaan. Jangan sampai mengorbankan kebahagiaan diri sendiri dan pasangan hanya untuk mempertahankan keluarga yang sudah roboh.

Penting bagi orang tua untuk menegaskan kalau alasan perceraian mereka bukanlah karena anak, sehingga anak tersebut tidak terus-terusan menyalahkan diri.

4. Cinta itu Kuat dan Selalu Menang

Sudah naluri orang tua untuk mencintai anak-anaknya. Meski mereka tampak melukai anak dengan jalan bercerai, bukan berarti mereka hanya memikirkan diri sendiri. Justru karena cinta anak, mereka terpaksa mengambil jalan ini.

Bersama tak berarti bahagia. Mereka tak ingin terus-terusan bersama jika tak bahagia. Sebab keadaan tersebut lama-lama akan terasa oleh anak juga.

Tetapi tidak bersama, bukan berarti sudah tidak saling cinta. Meski sudah bercerai, orang tua bahkan selalu mewanti-wanti untuk tidak saling membenci dan dendam. Meski ada anak yang memihak salah-satu orang tua, namun mereka selalu mengingatkan, walau bagaimanapun orang tua kandung tak akan tergantikan.

Kalau peka, luka-luka yang ada justru sering memberikan banyak pelajaran berharga. Demikian, 4 Hal Tentang Cinta dan Kehidupan yang Dipelajari Anak Broken Home. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.