Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 6 Cara Membantu Mencegah Seseorang yang Ingin Bunuh Diri, Berikut Nomor Daruratnya!

6 Cara Membantu Mencegah Seseorang yang Ingin Bunuh Diri, Berikut Nomor Daruratnya!

0
SHARE
ingin bunuh diri, teman ingin bunuh diri, menghadapi orang bunuh diri, pikiran bunuh diri, cara membantu orang yang depresi,
Image via: everydayhealth.com

“Beberapa orang mati di usia 25 dan belum dikuburkan sampai usianya 75”

Demikian quote menarik dari Benjamin Franklin. Kalau bahasa aslinya, ‘some people die at 25 and aren’t buried until 75’. Persepsi orang tentang kutipan ini bisa berbeda-beda.

Saya sendiri suka teringat akan “zombi zaman saiki”. Maksudnya, manusia yang masih napas, hanya saja sudah mati dan belum dikubur. Jadi dia sekadar hidup untuk mengisi sisa waktu saja. Gairahnya tiada. Jiwanya hampa. Tujuan pun entah kemana.

Orang-orang semacam ini bahkan dengan mudahnya kepikiran untuk bunuh diri. Mereka siap menyusun rencana, walau tak benar-benar melakukannya. Mungkin dia sekadar mengatakan, ‘kalau apa yang saya harapkan tidak terjadi, paling kamu sudah lihat saya gantung diri’.

Saya harap tak ada yang menyepelekan pengakuan semacam ini. Bunuh diri memang persoalan tabu. Namun menghindari topik seputar bunuh diri juga tak akan menyelesaikan masalah.

Kasus bunuh diri di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

kasus bunuh diri, kasus bunuh diri di kabupaten kuningan jawa barat, korban gantung diri, berita pemuda gantung diri, berita orang gantung diri, berita gantung diri, kasus bunuh diri indonesia
Image via: canadianbfrb.org

Dirilis dari Kuninganmass.com (05/09/2018), bunuh diri tahun 2018 saja (sampai September) sudah 8 kasus:

  • Sapja bin Astra Sarib (70), warga Luragung landeuh Kecamatan Luragung. Pria yang berprofesi sebagai petani tersebut diduga frustrasi dengan sakit komplikasinya. Dia bunuh diri pada 05 Januari 2018.
  • Karmi binti Karta Sanpi (60), warga Luragung tonggoh kecamatan Luragung. Dia mengakhiri hidup pada 06 Februari 2018 karena sakit darah tinggi, kencing manis, dan kanker kulit yang belum sembuh.
  • Sarju (34), warga Kutakembaran Kecamatan Garawangi. Dia menggantung diri menggunakan tambang plastik pada 11 Maret 2018. Alasannya diduga karena masalah ekonomi.
  • Rokaya (75), warga Dusun Pahing Kadugede. Dia menyudahi hidup dengan gantung diri menggunakan kain panjang. Diduga dia tak tahan dengan penyakit asmanya.
  • Nani Suhani (30), warga Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin. Dia memilih pergi dengan menggantung diri di dapur karena depresi.
  • Oman Nugraha (29), warga Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana. Dia gantung diri di kandang kambing karena depresi.
  • Icih (66), warga Desa Sadamantra Kecamatan Jalaksana. Dia ditemukan tergantung tak bernyawa di belakang rumah. Alasannya diduga karena penyakit diabetes yang sudah menggerogoti hidupnya.
  • Irfan Romdoni (22), mahasiswa Pendirikan Agama Islan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menggantung diri di Yayasan Siti Fatimah yang ada di Pramuka Purwawinangun Kuningan. Belum tahu pasti apa motif sang pemuda sampai nekad bunuh diri. Mayatnya ditemukan pada 03 September 2018.

Jumlah ini baru di 1 kabupaten kecil. Entahlah berapa jumlah riil yang terjadi di Indonesia, atau di dunia. Angka dari statistik juga kemungkinan bisa lebih kecil dibanding yang terjadi di lapangan,

Banyak orang, tak peduli tua dan muda, yang mengakhiri hidup karena merasa “tidak didengar dan tidak diraih” orang sekitar.

Tak heran ketika peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day kemarin, 10 September 2018, banyak yang saling menyadarkan tentang tidak sepelenya ancaman bunuh diri ini. Orang-orang juga sharing tentang kepekaan pada depresi, kesadaran akan kesehatan mental, motivasi hidup, termasuk tentang vitalnya pencegahan bunuh diri.

Setiap orang bisa berperan.

Apa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah seseorang yang ingin bunuh diri?

1. Hubungi Hotline depresi, konseling kejiwaan, atau nomor darurat potensi bunuh diri Indonesia*

teman ingin bunuh diri , ketika teman ingin bunuh diri, bagaimana menghadapi teman yang ingin bunuh diri, cara menghadapi teman ingin bunuh diri
Image via: hercampus.com

Dulu Kemenkes RI menyediakan layanan pencegahan bunuh diri dengan nomor 500-454, namun banyak yang mengklaim kalau nomor tersebut sudah tidak aktif karena tidak efisien. Alternatifnya, anda bisa menghubungi nomor darurat 119.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi (Bogor) menawarkan pusat layanan krisis terpadu. Psikolog dan psikiater preofesional mengelola pelayanan tersebut. Nomornya 0251-8310611. Organisasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) juga menyediakan hotline khusus di nomor 021-7207372. Nomor pencegahan bunuh diri khusus Jakarta: (021)7256526, (021) 7221810, (021) 7257826.

Beberapa klinik psikologi yang menangani masalah depresi dan keinginan/ percobaan bunuh diri: Indopsycare (admin@indopsycare.com), International Wellbeing Center (SMA/ WA 081290529034), e-counseling Yayasan Pulih (pulihcounseling@gmail.com), Save Yourselves (hi@saveyourselves.id). Selain itu, anda juga bisa menghubungi situs pijarpsikologi.org yang membuka layanan curhat atau konsultasi daring.

Lebih bagus kalau ada nomor kontak psikolog atau klinik psikologi terdekat, sehingga anda bisa segera menghubungi dan para profesional bisa langsung memberikan tindakan tepat.

2. Ngobrol secara privat

curhat privat, teman curhat, curhat dengan sahabat, teman curhat online, curhat berdua, laki-laki curhat
Image via: liveabout.com

Jika ada seseorang dengan suicidal thoughts (punya pikiran/ keinginan bunuh diri), anda bisa menampung apa saja yang membuatnya muak. Usahakan tenang, jangan menunjukkan rasa kaget/ kepanikan karena orang di hadapan memiliki niat mengakhiri hidup. Hindari ceramah/ pertanyaan yang menyudutkan, yang membuatnya merasa bersalah/ kotor/ berdosa dan wajib dihakimi.

Biarkan mereka merasakan kalau kita ini pendengar yang baik, penuh perhatian, tidak fake, tidak mudah ngejudge, terbuka, dan terpercaya. Biarkan mereka merasa tidak malu untuk curhat blak-blakan pada kita, meskipun kita juga sama-sama awam (bukan profesional di bidang psikologi). Biarkan mereka tahu kalau keberadaan mereka itu penting dan berharga.

Tak perlu menambah-nambah keyakinan mereka dengan menyatakan kalau hidup memang kejam atau manusia memang menyakitkan. Usahakan fokus pada alasan-alasan kenapa orang tersebut masih bertahan. Ingatkan kembali hal-hal berharga yang mesti sama-sama disyukuri.

3. Kepoin sejauh mana rencana bunuh dirinya, pastikan mereka masih ada di zona aman

sahabat yang baik, sahabat yang peduli, persahabat sejati, sahabat sejati
Image via: theolsongroup.com

Ketika berbincang, anda bisa menanyakan sejauh mana pikiran bunuh diri tersebut. Dirilis dari Usatoday.com, psikiater Universitas Kolombia sekaligus pionir penelitian seputar bunuh diri bernama Harkavy-Freidman menyarankan pertanyaan seperti:

  • Jadi, kamu punya pikiran untuk bunuh diri?
  • Emang kamu sempat punya rencana, gitu?
  • Kenapa kamu punya pikiran bunuh diri?
  • Nanti kamu bunuh dirinya mau pakai apa?
  • Kamu sudah punya alatnya (misal tali, senjata, racun, pisau, dll)?
  • Disimpan di mana?
  • (Kalau hendak lompat ke laut, jembatan, waduk, dll) Rencananya di mana?
  • Apa yang bisa saya bantu agar kamu tetap bertahan?

Jika sudah tahu rencana tersebut, bahkan alat yang hendak digunakan dan tempat menyimpannya, anda harus bergerak cepat. Amankan atau hilangkan fasilitas itu.

4. Pastikan tetap ada untuk mereka

selalu ada, sahabat yang selalu ada, sahabat suportif, sahabat yang mendukung
Image via: socialworker.com

Jika mencurigai potensi bunuh diri atau bahkan seseorang sudah menyatakan keinginannya untuk menyudahi hidup, terus beri support. Kirim chat, telpon, ajak ngopi, ajak nonton, ajak ke taman, ajak ke majelis taklim, dll. Pastikan agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian. Diam-diam ingatkan mereka untuk terus menyayangi jiwa serta hidup yang sudah dikaruniakan.

Dengan mengekspresikan kepedulian yang tulus, semoga pikiran dan rencana mereka untuk bunuh diri semakin tipis. Ciptakan momen yang menempa rasa syukur mereka.

5. Bantu mereka meraih pertolongan profesional

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang, dorong mereka untuk mendapatkan dukungan tambahan. Misalnya bergabung dengan support group atau komunitas yang pas mewadahi permasalahan mereka. Entah itu via grup di media sosial, aplikasi Whatsapp, atau komunitas di dunia nyata.

Bila perlu, anda juga bisa memotivasi mereka untuk mendatangi pihak profesional seperti psikolog/ terapis. Syukur-syukur kalau anda bisa membantu kesulitan mereka, misalnya terkait biaya, transportasi, atau sekadar menemani.

Biarkan mereka merasa kalau konsultasi kejiwaan itu bukanlah aib atau tindakan memalukan. Justru kesediaan mereka untuk meminta pertolongan profesional itu menjadi simbol keberanian. Apresiasi itikad baik tersebut.

6. Follow up/ ikuti terus

Pikiran untuk bunuh diri pasti hadir dari masalah kompleks. Entah itu terkait masa lalunya, konflik yang dihadapinya, traumanya, dll. Penangannya pun bisa jadi tidak sederhana.

Terus update tentang keadaan terbaru orang tersebut, meskipun dia sudah bergabung dengan komunitas atau sudah konsultasi dengan pihak medis. Biarkan mereka tahu kalau anda masih ada dan mendampingi. Anda juga bisa menanyakan apa yang perlu dibantu atau dilakukan untuk terus menolong mereka.

Pasca percobaan bunuh diri

Dulu, ada teman yang sudah membawa silet dan mengunci diri di kamar kecil. Namun karena ketahuan, usaha untuk menyakiti dirinya sendiri jadi batal. Kami, teman-temannya, merasa lega. Namun ada beberapa pihak yang tanpa sengaja membuat kesalahan besar.

Pihak tersebut membicarakan teman saya dan mengatakan kalau aksinya itu ‘lebay’ dan ‘cuma cari perhatian’.

Hal itu membuat teman saya semakin tertutup. Dia mungkin merasa malu, khawatir akan dihindari orang, cemas akan penghakiman, dan tak nyaman dengan diskriminasi. Sebab orang-orang serasa memperlakukannya dengan berbeda. Yang dulunya bisa bergosip ria dan tawa terbahak-bahak, tiba-tiba jadi terasa asing. Dia merasa orang-orang jadi lebih berhati-hati bahkan tak mau dekat-dekat.

Padahal menjauhi orang yang sudah hampir bunuh diri itu bisa fatal.

Perhatikan gelagat berbeda dari siapapun, khususnya orang-orang yang kita kenal dan sayang. Selamat menjadi jiwa-jiwa bermanfaat. Demikian, 6 Cara Membantu Mencegah Seseorang yang Ingin Bunuh Diri, Berikut Nomor Daruratnya! #RD

 

*sumber:

  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3613590/catat-nomor-darurat-untuk-konseling-pencegahan-bunuh-diri-ini
  • https://tirto.id/penting-hotline-untuk-krisis-kejiwaan-dan-dorongan-bunuh-diri-cQrw
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_telepon_darurat_di_Indonesia
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 − three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.