Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Apakah Merasa Tidak Baik-baik Saja itu Tidak Apa-apa?

Apakah Merasa Tidak Baik-baik Saja itu Tidak Apa-apa?

2
SHARE
baik-baik saja. tidak baik-baik saja, cemas, gangguan cemas, gangguan kecemasan dalam psikologi, mengatasi gangguan kecemasan
Image via: independent.co.uk

Adakah yang merasa baik-baik saja sepanjang masa?

Selain perasaan, pikiran manusia juga menarik. Raga saya pernah berada di sebuah hotel mewah dan biayanya ditanggung pemerintah. Mestinya saya merasa baik-baik saja, namun kenyataannya tidak.

Mestinya tak ada hal yang saya khawatirkan ketika pagi, siang, dan malam selalu mendapat pelayanan. Mestinya hati saya damai ketika bisa tidur dalam keadaan kenyang di ranjang empuk dan nyaman. Mestinya saya juga bebas dari kegalauan, sebab akses intenet gratis dan kencang.

Namun apa daya, saya tak bisa serta-merta abai terhadap dunia.

Saya sadar, roda kehidupan selalu berputar. Orang bilang, kadang di atas dan kadang di bawah. Tetapi ketika di atas, saya tak bisa menghentikan perputaran roda itu agar tetap di atas saja, agar tak berubah jadi di bawah. Sebab saya tak pernah tahu, kapan tiba-tiba terjungkal.

Bagaimana kalau saya tak pernah siap?

takut, gelisah tanpa sebab, gelisah hati, resah, gelisah, cemas, aku takut,
Image via: lucidatreatment.com

Mungkinkah saya kurang bersyukur? Mungkinkah saya cuma over-thinking? Oh, mungkin.

Menginap sementara di hotel mewah, traveling ke destinasi terindah, ‘ngobat’ sampai melayang, mabuk sampai pingsan, menelan pil anti depresi, mendapat nasihat motivasi, atau judgement macam-macam juga tak lantas menyembuhkan dan memulihkan rasa khawatir itu. Roda kehidupan juga tetap berputar. Sehingga, hati dan pikiran tidak bisa benar-benar tenang. Resah terus.

Saya gelisah ketika bepergian tak sempat pamit dan mencium tangan ibu, takut ada apa-apa di jalan dan tak sempat bertemu lagi. Saya cemas ketika nge-chat seseorang, lalu dia hanya membaca dan tak pernah membalas, takut saya salah ketik. Saya galau jika terlambat datang ke lembaga kursus, takut termasuk korupsi waktu. Saya pernah mengeluarkan keringat dingin di malam hari karena takut napas terhenti.

Ketika keadaan seperti stabil dan indah sekalipun, rasanya masih ada ketakutan. Saya takut kalau keadaan baik tersebut akan diganjar dengan petaka atau pengorbanan besar. Saya takut keadaan baik tersebut ditukar dengan hilangnya jati diri. Saya takut keadaan baik tersebut hanya sementara. Saya takut keadaan baik tersebut menjadi tanda ketidakpedulian Tuhan.

Iya, saya kadang panik ketika keadaan seakan sempurna. Ada pikiran kalau dunia ini fana, sehingga sesuatu yang indah pun pasti ada akhirnya. Saya was-was kalau jatah kehidupan sempurna itu justru tidak kebagian di kehidupan selanjutnya, yang dijamin langgeng dan bebas ketidakpastian.

Mungkin pikiran saya berbeda dengan orang lain, yang bisa mengendalikan diri dan lebih rileks. Mungkin saya tipikal hamba Tuhan yang perlu memperbaiki hubungan. Terus- terusan. Mungkin saya tipikal manusia yang harus terus belajar dan introspeksi diri.

Senyum bisa saja tampak semringah, tapi pikiran ini pecah. Perasaan berantakan. Nahasnya, saya tidak bisa sekadar terpekik untuk merapikan badai itu.

Entahlah.

Doa, dzikir, meditasi, konsultasi, curhat, dll, tentu bisa banyak membantu.

Namun selama masih berdetak, mungkin perasaan tidak baik-baik saja itu selalu ada. Tak apa. Saya hanya perlu menikmati dan mengisi momen hidup ini agar lebih berarti. Apakah Merasa Tidak Baik-baik Saja itu Tidak Apa-apa? #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.