Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Cita-cita Anak SMA Menjadi Entrepreneur, Alasannya Karena Tidak Mau Diatur

Cita-cita Anak SMA Menjadi Entrepreneur, Alasannya Karena Tidak Mau Diatur

4
SHARE
perempuan entrepreneur, pengusaha perempuan, cita cita menjadi entrepreneur, contoh karangan tentang cita cita menjadi pengusaha, karangan cita-cita menjadi pengusaha dalam bahasa inggris, karangan cita cita menjadi pengusaha singkat
Image via: techcrunch.com

Ketika SMA, salah-satu pertanyaan membingungkan yaitu cita-cita. Saya sudah tidak kepikiran dengan jawaban seperti dokter, pilot, atau polisi. Namun pertanyaan itu juga menyadarkan, kalau saya tak selamanya duduk di bangku sekolah. Akan ada masa untuk lulus dan beraktivitas seperti orang dewasa umumnya.

Pada Minggu (09 September 2018), saya melakukan pertemuan perdana dengan rombongan belajar di lembaga kursus. Seperti yang sudah-sudah, pertemuan tersebut selalu diisi dengan perkenalan aka introduction. Tetapi seperti yang sudah-sudah juga, saya tidak pernah memaksa satu per satu dari mereka untuk maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri memakai Bahasa Inggris.

Setelah memperkenalkan diri sekaligus tanya jawab dengan mereka, saya membagikan kertas kosong. Saya beri kesempatan pada mereka untuk menuliskan keluhan, alasan, dan harapan dari pembelajaran Bahasa Inggris. Setelah itu, saya langsung menyampaikan materi.

Introduction/ Perkenalan

Biasanya skenario perkenalan itu ada 2; memperkenalkan diri di hadapan publik (kelas, forum, organisasi, dll) dan kenalan biasa dengan orang lain (yang bertemu di jalan, di pasar, di bandara, teman sekelas, teman seasrama, dll).

Apa yang Harus Disampaikan Ketika Perkenalan?

Ketika memperkenalkan diri, saya membagi informasi menjadi 3: tentang diri kita, tentang cita-cita, dan impian/ harapan. Tentang diri kita itu meliputi nama, alamat (hindari informasi detail), dan karakter general. Misalnya:

Hi. I am Rahayu. I am from West Java. I am an outgoing person.

Lalu tentang cita-cita meliputi ‘apa’ dan ‘kenapa’. Misalnya:

I want to be a president, because I want to take some quick actions on our people’s problems.

Kemudian mengenai impian/ harapan, isinya tentang ‘apa’, ‘kenapa’, dan ‘kapan’. Misalnya:

My dream is to travel around the world, because I like learning about new cultures. I plant to do that next 15 years.

Kalau disatukan jadi cukup panjang:

Hi. I am Rahayu. I am from West Java. I am an outgoing person. I want to be a president, because I want to take some quick actions on our people’s problems. My dream is to travel around the world, because I like learning about new cultures. I plant to do that next 15 years.

Orang western sana biasanya tidak bertanya/ menyampaikan hal-hal sensitif seperti usia dan agama. Kadang-kadang pertanyaan yang terlalu personal bisa dikategorikan tidak sopan.

Sementara untuk skenario perkenalan dengan orang lain, saya mencontohkan dengan dialog sesuai konteks. Para siswa sendiri yang membuat naskah dialognya. Saya hanya menambahkan saja.

Alasan Menjadi Entrepreneur

entrepreneur perempuan, entrepreneur perempuan indonesia, ingin menjadi entrepreneur perempuan, cita-cita sebagai entrepreneur perempuan
Image via: technical.ly

Setelah kami membaca bersama, saya meminta mereka untuk membuat teks perkenalan versi mereka sendiri. Ini dia bagian paling seru. Pelan namun pasti, saya akan mengenal mereka sedikit lebih jauh. Sambil menunggu, saya berputar-putar di area kursi mereka, memastikan kalau saya ‘tidak di luar jangkauan’. Saya juga memacu mereka untuk saling diskusi.

Setelah selesai, saya menawarkan opsi pada mereka; apa ingin dibaca di depan kelas, apa ingin siswa lainnya ke luar, atau dibaca sambil duduk saja. Mereka pun memilih yang terakhir. Saya manut.

Hasilnya beragam.

Ada yang bercita-cita menjadi model dan berharap menjadi istri solehah, ada yang bercita-cita menjadi dokter dan berharap bisa buka kedai seblak di Korea Selatan, ada yang bercita-cita menjadi farmasis, ada yang bercita-cita menjadi koki, dsb. Lalu ada beberapa siswa yang bercita-cita menjadi pengusaha, entrepreneur, businessman/-woman, atau apalah itu istilahnya.

Ketika saya tanya lebih lanjut tentang jenis bisnis apa yang ingin mereka buka, rata-rata merujuk pada food dan fashion. Lalu ketika ditanya soal alasan, seorang adik yang punya hobi melukis itu menjawab karena ingin menjadi bos, tidak mau diatur, dan ingin membantu orang sekitar dengan menjadikan mereka sebagai karyawan dan memberi gaji rutin.

Wow.

Saya tidak tahu pasti, kalau pertanyaan soal cita-cita itu disampaikan ketika saya dkk masih SMA, apa kami bisa berpikir sejauh dan sekreatif mereka.

Yang pasti, saya kagum dengan pemikiran mereka. Saya tidak memberi kritik soal kesulitan dan ketidakpastian sebagai entrepreneur. Sebab semua hambatan itu dibalas dengan sesuatu yang berharga bernama kebebasan.

Sebagai kakak dan teman di tempat les, saya hanya bisa mendukung dan mendoakan. Semoga cita-cita mereka membawa manfaat. Cita-cita Anak SMA Menjadi Entrepreneur, Alasannya Karena Tidak Mau Diatur. #RD

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.