Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Hati-hati dengan Daftar Pertanyaan yang Bisa Menyakiti Hati Seseorang

Hati-hati dengan Daftar Pertanyaan yang Bisa Menyakiti Hati Seseorang

2
SHARE
pertanyaan menyakitkan, pertanyaan menyakitkan hati, pertanyaan kapan nikah, jawaban islami ketika ditanya kapan nikah, jawaban bijak kapan nikah, selalu ditanya kapan nikah, jawaban bijak ketika ditanya kapan nikah
Image via: fr.dreamstime.com

“Saya sampai sekarang belum pernah nanyain orang ‘kapan nikah’ dan ‘kapan punya anak’, terus terang…”

Demikian potongan kalimat yang diutarakan Ustaz Abdul Somad. Sebagai orang berilmu dan beradab, beliau ekstra hati-hati dalam berbicara dan bersikap. Bijak.

Bagaimana dengan orang awam seperti kita saya?

Saya pernah berada di dua posisi: mengusik seseorang karena suatu pertanyaan dan diusik seseorang karena suatu pertanyaan pula.

Saya pernah menanyakan ‘kuliah/ kerja di mana?’ kepada beberapa “mantan” siswa. Dungunya saya yang tidak membaca situasi dulu. Ada anak yang ingin kuliah namun belum punya biaya, ada yang memburu jalur beasiswa namun tidak mendapatkannya, ada yang masih menganggur karena lamarannya belum diterima, dll.

Saya pernah menanyakan ‘sudah isi, belum?’ pada kawan lama yang baru bertemu. Tololnya saya tidak membaca situasi dulu. Rupanya dia pun tertekan oleh mertuanya karena belum dikaruniai keturunan. Dia juga sedang sibuk ikhtiar.

Saya pernah menanyakan ‘kapan lulus’ pada teman yang kuliah di luar kota. Bodohnya saya yang tidak membaca situasi dulu. Tatapan matanya menunjukkan rasa frustrasi. Dia mengaku ingin cepat lulus juga, apa daya kondisinya sulit.

Ekspresi terganggu mereka membuat saya, sampai sekarang, “trauma” untuk kepo – kecuali mereka curhat.

kamu tau namaku tapi tidak dengan ceritaku
Image via: charleschip.com

Lalu saya sendiri selalu dicecar aneka pertanyaan. Yang paling klasik yaitu, ‘kapan nikah?’.

Kalau menurut Ustaz Abdul Somad, pertanyaan tersebut setara dengan ‘kapan mati?’. Kenapa? Karena langkah, rezeki, pertemuan, dan maut itu di tangan Allah Swt. Pertanyaan tersebut juga berpotensi menyinggung dan menyakiti hati seseorang.

Apalagi kalau orang tersebut juga tengah bertawakal soal lamanya waktu menikah dan memiliki anak.

Saya rasa sudah banyak artikel yang membahas trik membalas atau menghadapi pertanyaan ‘kapan menikah?’. Saya pribadi sering menimpali dengan jawaban normatif dan aman. Misalnya ‘mohon doanya saja’.

Tetapi ketika orang-orang terdekat saya yang bertanya, dan mereka tidak puas dengan respons ‘mohon doanya saja’, maka saya menambahkan ‘saya juga menanyakan hal sama pada-Nya, kalau saya sudah tahu, pasti saya kasih tahu kamu,’.

Setelah mengutarakan jawaban tersebut, saya jadi tidak berselera untuk curhat apapun padanya. Dia menyebalkan dan toxic. Saya jaga jarak saja, biar kami tidak saling menyakiti. Biar peluang bikin dosa juga jadi mengecil. Selesai.

orang beracun, toxic person adalah, toxic people adalah, arti toxic person, arti toxic people, a toxic person
Image via: dariusforoux.com

Tetapi saya tidak sendiri. Banyak deretan korban pertanyaan ‘kapan nikah?’ yang lainnya.

Ada teman yang murung karena pertanyaan itu ditodongkan setelah dia dan tunangannya putus karena ada pihak ketiga. Ada yang stres sendiri karena merasa belum bisa memercayai dan berkomitmen dengan seseorang.

Lalu ada yang uring-uringan karena waktunya dihabiskan untuk mencari uang demi orang tua serta adik-adiknya. Ada juga yang sudah punya pacar/ kekasij/ calon – atau apapun itu – namun memiliki kendali tertentu untuk naik ke pelaminan. Dsb.

Akibatnya banyak yang menghindari kumpul keluarga, reuni, nongkrong, buka bersama, halal bil halal, dll, karena dua kata kejam tersebut.

Entah kenapa, mereka bisa dengan tega dan entengnya bertanya demikian, tanpa mengetahui cerita utuh tentang orang yang ditanya. Setelah pertanyaan itu menyembul, dijawab seadanya, lalu mereka berlalu. Sementara orang yang ditanya harus menanggung kekesalan dan sakit hati.

Pertanyaan-pertanyaan Menyakitkan

pertanyaan menyakitkan, kapan nikah, pertanyaan kapan nikah, menyakitkan, menyakitkan hati, kata-kata menyakitkan hati orang, kata kata yang menyakitkan hati wanita, sindiran halus tapi menyakitkan
Image via: unsplash.com

Hal ironis dari orang yang suka bertanya-tanya itu adalah motifnya. Mayoritas dari mereka bertanya hanya karena kepo, iseng, basa-basi biar ada bahan obrolan, atau mengejek (sengaja/tidak sengaja). Langka, ada yang bertanya karena benar-benar empati atau peduli.

Pertanyaan-pertanyaan lain yang berpotensi menyakiti itu adalah:

  • Kapan menikah?
  • Kapan lamaran/ khitbah?
  • Mana pacarnya? Kenalin, ya? Upload di medsos, ya?
  • Kapan lulus?
  • Sudah jadi sarjana, belum?
  • Kapan punya anak?
  • Kapan anakmu punya adik?
  • Kuliah di mana?
  • Gelarnya apa, nih?
  • Jabatannya jadi apa?
  • Kerja di mana?
  • Gaji kamu berapa?
  • Seharinya dapat penghasilan berapa?
  • Kok jadi gemuk?
  • Kok kurusan?
  • Emang belum punya rumah sendiri?
  • Kapan rencana meninggalkan dunia?

Sebagian pihak pasti menuding kalau orang-orang yang ditanya seperti pertanyaan di atas itu baper, tersinggungan, dan sensitif. Well, coba tukar posisi. Sebagai manusia, yang seharusnya tidak “tuna rasa”, mestinya kita saling maklum, ya.

Lagipula kamu tidak bisa mendikte perasaan siapapun. Orang bilang, jika nomor sepatumu 38, kamu tidak bisa memaksa orang-orang agar memiliki nomor yang sama. Tak akan pas. Bisa jadi mereka berukuran 32, 34, 36, 40, dll.

Intinya, jika tidak bisa menawarkan solusi, sebaiknya tahan diri untuk tidak bertanya-tanya. Kalau memang peduli, cari tahu dulu, usut dulu, ajak ngobrol baik-baik dan mendalam berdua saja. Pasti ada alasannya. Lalu, pertimbangkan bagaimana jalan keluarnya juga.

Bukankah, diam yang bikin damai itu lebih baik daripada bersuara yang bikin orang lain tidak nyaman? Hati-hati dengan Daftar Pertanyaan yang Bisa Menyakiti Hati Seseorang. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.