Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Orang Sok Tahu Aslinya Tidak Tahu Apa-Apa, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Orang Sok Tahu Aslinya Tidak Tahu Apa-Apa, Bagaimana Cara Mengatasinya?

0
SHARE
orang sok tau, orang sok tahu, pepatah untuk orang sok pintar, tanda orang bodoh, sok tahu in english, cara mengatasi sikap sok tahu, cara menghadapi orang sok tahu
Image via: istockphoto.com

Saya merasa menjadi orang paling sok tahu dan berengsek di dunia. Huhu…

~

Zaman sekarang, orang bisa tebar pesona lewat berbagai media. Ada yang mengandalkan penampilan, skill, karya, video, dll, termasuk tulisan status di media sosial. Saya pun sering terpesona dengan mereka – para selebgram, selebtwit, seleb Facebook, seleb blog, seleb Youtube, dll.

Banyak “idola medsos” yang postingannya, menurut saya pribadi, memang keren. Sehingga saya selalu mengikutinya, memberikan tanda like/love, atau meninggalkan komentar. Salah-satunya pada akun perempuan, yang dari fotonya, saya perkirakan sudah berusia 40 tahun lebih.

Saya sering merespons terhadap postingan beliau yang mayoritas menarik. Beliau sendiri responsif, ramah, dan asyik. Kami pun jadi cepat dekat (?). Bahkan saya memanggilnya “Bund/Bunda”.

Meski beliau itu orangnya cerdas, pengalamannya banyak, posisi kerjanya  keren, berpendidikan tinggi, dan karyanya tak diragukan, namun beliau humble. Saya jadi semakin kagum. Bahkan kalau boleh, saya ingin menjadi “anak adopsi” beliau, walau hanya di dunia maya.

Kemudian…

Betapa kagetnya saya ketika tidak sengaja memerhatikan interaksinya dengan akun lain di kolom komentar postingannya. Ternyata beliau belum menikah. Sementara saya terus memanggilnya “Bund/Bunda”. Parah, tidak?

Saya sudah sok tahu, atau kalau dalam Bahasa Inggris sering disindir sebagai Mr./Mrs. “Know-It-All”.

Saya sok tahu, padahal ternyata selama ini saya tidak tahu apa-apa.

Hhh… kejadian ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang mengakar. Saya sampai “berhenti dulu” mengikuti update tentang beliau. Kalau tidak, saya hanya memerhatikan postingannya. Paling banter menjejakkan tanda suka. Saya sudah jarang memberikan komentar. Perasaan saya terlalu kacau untuk ‘ngobrol’ kasual di dumay.

Kini saya berusaha menerapkan trik agar tidak mengulangi kesalahan fatal ini, sebab saya hampir melakukan hal yang sama, namun pada akun berbeda.

Saya Asing dan Tidak Tahu Apa-Apa, Jadi Jangan Sok Kenal Sok Dekat

Banyak orang, termasuk saya, yang langsung ingin merasa akrab agar interaksinya cair. Namun pola ini tidak bisa diterapkan di semua kondisi. Mau di dunia nyata atau maya, camkan, kalau kita masih belum kenal. Kita tidak tahu apapun.

Dengan menyadari ketidaktahuan ini, kita akan terdorong untuk memanggil seseorang dengan panggilan resmi. Misalnya “Bu”/”Mbak” untuk perempuan dan “Pak”/”Mas” untuk laki-laki. Cari aman saja. Kecuali kalau mereka sudah mengajukan permintaan, seperti ‘ah panggil saja teteh, atau panggil nama saja’.

Perhatikan Dulu, Jangan Tergoda untuk Cepat Menyimpulkan

Saya merasa dungu karena terlambat memerhatikan interaksi orang lain di media sosial. Padahal jelas saya tidak sendiri, melainkan bersama ratusan juta pengguna lainnya. Saya tidak memerhatikan bagaimana orang lain memanggil.

Ketika hanya saya yang berkomentar, saya merasa sok tahu dan memanggil sesuka hati. Saya semakin tidak peka karena orang tersebut tidak protes, dan tetap melayani komentar saya. Hih.

Tertawakan Diri Sendiri

Jangan dulu menuding kalau dunia ini sangat lucu. Ternyata diri sendiri juga patut ditertawakan. Ya sebelum orang lain yang terbahak, kita dahului saja.

Ketika sadar kalau diri ini sudah sok tahu, rasanya frustrasi, malu, dan kecewa terhadap kelakuan diri sendiri. Sikap ini ujung-ujungnya memang memalukan. Derajat keren langsung anjlok.

Sikap sok tahu betul-betul menghalangi banyak hal. Kita jadi tidak bijaksana, tidak bisa menahan diri, ceroboh, tidak belajar, dan tidak tumbuh berkembang. Hadeuh. Orang Sok Tahu Aslinya Tidak Tahu Apa-Apa, Bagaimana Cara Mengatasinya? #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.