Home My Files Diary Tentang Inspirasi dan Motivasi 8 Cara Mencintai Diri Sendiri Ketika Terpuruk

8 Cara Mencintai Diri Sendiri Ketika Terpuruk

4
SHARE
mencintai diri sendiri, pentingnya mencintai diri sendiri, kata kata mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri quotes, artikel mencintai diri sendiri, 8 cara menghargai diri sendiri
Image via: unsplash.com

Keberadaan orang-orang yang membenci, itu sudah tidak mengagetkan. Namun eksisnya orang-orang yang mencintai, itu pasti sangat mengejutkan. Apalagi di masa-masa buruk, saat kamu jatuh terpuruk.

Karena hanya segelintir, kamu pasti ingat betul siapa yang masih ada di sisimu ketika keadaanmu ada di bawah. Namun jika mereka pergi, bagaimana dengan dirimu? Apakah ikut tidak peduli? Ataukah kamu mampu mencintai dirimu sendiri?

Mungkin kamu familier dengan kata-kata seperti:

“Saya memang payah.”

“Saya terlahir sebagai pecundang.”

“Gagal dan gagal lagi.”

“Apa-apa tidak bisa.”

Dsb.

Kegagalan dan ketidakmampuan menggiringmu pada keadaan yang rentan. Harga diri serasa anjlok. Apresiasi atau cinta terhadap diri sendiri pun serasa tak pantas diekspresikan.

Ketika merasa diri tak berguna, hanya menyusahkan, dan terus gagal itu menipiskan rasa percaya. Bahkan mungkin lebur. Sehingga yang ada hanya minder, lalu membuat langkahmu mundur.

Padahal kamu masih memiliki pilihan untuk memanfaatkan kegagalan. Selain mencomot pelajaran, kegagalan masih bisa diolah menjadi keberhasilan lain, yang barangkali lebih baik. Kegagalan masih bisa menjadi batu loncatan, ketimbang batu besar yang kamu lempar ke muka dan tubuhmu sendiri.

Bagaimana caranya:

1Maafkan diri sendiri

Image via: lovebondings.com

Siapa saja yang mampu memaafkan diri sendiri karena sudah memberikan yang terbaik, namun masih belum berhasil, orang tersebut sudah mendapatkan karunia besar. Setidaknya kamu tidak larut dalam rasa bersalah dan penyesalan yang menyengsarakan. Sebaliknya, kamu jadi bisa melanjutkan perjalanan dengan hati lapang.

2Peluk dirimu sendiri

Image via: cdn.lifehack.org

Orang bilang, ‘setiap manusia memerlukan pelukan’. Kontak fisik ini bisa mengalirkan kehangatan, dukungan, dan kekuatan. Rasanya jadi baikan. Bisa dibayangkan bagaimana efeknya jika pelukan itu datang dari diri sendiri.

3Tidak menghakimi diri sendiri

Image via: girluntitled.com

Selain ucapan dari orang lain, bisikan diri sendiri juga berpengaruh besar. Kamu tidak perlu terus-menerus melemparkan label ‘saya produk gagal’, ‘saya bernasib sial’, ‘saya hanya pecundang’, dll. Semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan membesarkannya.

Ubah pernyataan ‘saya orang yang gagal’, dengan ‘saya sudah berusaha yang terbaik, tetapi saya bikin kesalahan, dan semua ini akan menjadi pelajaran berharga di masa mendatang’.

4Bukan victim, tapi victor

Image via: wundergroundmusic.com

Ketika menelan pahitnya kegagalan, seringkali kamu tergoda untuk menyalahkan segalanya. Ya keadaan, ya orang tua, ya masyarakat sekitar, bahkan pemerintah. Namun menempatkan diri sebagai victim (korban) tidak membawa dampak besar.

Situasinya berbeda ketika kamu tampil sebagai victor (pemenang). Kamu terus dipukul dan dihantam kehidupan. Tetapi kamu berjiwa kesatria, sehingga keukeuh untuk bangkit dan mencoba. Kamu juga jadi lebih bijak dan dewasa.

5Mengolah kegagalan

Image via: psychologytoday.com

Kegagalan bisa mengintai berbagai hal. Ketika buntu menjalankan bisnis pertama yang kamu rencanakan sedemikian rupa, tak perlu mengubur diri sendiri dengan menyatakan ‘saya gagal dalam usaha’.

Ubah keadaan buruk itu dengan menyatakan ‘saya kesulitan mencari bahan produksi yang bagus dan masih belum maksimal mempromosikan brand lewat dunia maya, sekarang saya akan mempelajari semua itu agar rencana usaha berikutnya bisa lebih baik’.

6Eling

Image via: elephantjournal.com

Pastikan agar kamu tetap sadar, waras, berpikiran sehat, dan bersikap bijak. Jalani kehidupan di sini dan masa kini. Tak perlu merasa terperangkap masa lalu, dan gelisah akan masa depan. Hindari melamun, perbanyak dzikir, dan coba untuk mengekspresikan isi hati.

7Menenangkan diri

Image via: gentlemansdivision.com

Kadang kita perlu sesuatu yang nyata untuk menenangkan diri. Bukan sekadar kesadaran atau pikiran positif saja. Mungkin ada yang lebih mengandalkan bola stres, burung peliharaan, jurnal/ diary, piala/ piagam/ sertifikat/ penghargaan yang pernah didapatkan, dll. Hal-hal tersebut cukup ampuh menenangkan diri dan mengalihkan pikiran dari kegagalan yang terjadi.

8Koneksi dengan yang lain

Image via: elmundo.es

Di masa-masa sulit, kebanyakan memilih menutup dan mengisolasi diri. Untuk awal-awal memang wajar. Namun jangan lama-lama.

Kamu sebenarnya butuh keterbukaan pada orang lain. Mencari dukungan sosial dan meminta bantuan justru menjadi aksi berani, sebagai bukti perjuangan untuk diri sendiri. Apalagi kalau orang-orang tersebut memang tulus menyayangimu. Mereka pasti tak segan mengulurkan bantuan, atau setidaknya tetap ada di saat apapun.

Jika hewan keluar dari kawanan, dia biasanya akan dipandang lemah oleh predator. Diapun jadi sasaran empuk. Upaya untuk memangsanya juga mudah.

Kamu pun tak jauh berbeda. Tetap pertahankan diri di tengah barisan jemaah. Mereka akan mengalirkan kekuatan dan semangat untuk bangkit.

Tak lupa, tetap libatkan Dia dalam segala urusan. Terus tanamkan prasangka baik, bahwa semua yang terjadi pasti merupakan skema terbaik yang sudah diatur sedemikian rupa olehNya. 8 Cara Mencintai Diri Sendiri Ketika Terpuruk. #RD

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.