SHARE
introvert menulis, introvert lebih suka menulis, introvert jago menulis, introvert suka menulis, introvert dan menulis
Image via: kcomacademy.com

Introvert dan menulis.

Dua hal ini tampaknya cocok, ya. Orang yang bibirnya pendiam, bisa jadi justru cerewet dalam hal teks.

Tidak semua penulis itu berkepribadian introvert. Ada juga yang ekstrovert. Dan, tidak semua orang introvert hobi menulis. Ada juga yang melakoni hobi lain.

Namun banyak penulis dunia yang mengklaim diri sebagai introvert. Sebut saja J.K. Rowling, Agatha Christie, Edgar Allan Poe, John Green, William Shakespeare, dll.

Introvert, menulis, dan kesendirian

Kalau menurut penulis “The Fault in Our Stars”, John Green, menulis itu menjadi aktivitas pas bagi introvert yang ingin menceritakan sesuatu, namun tidak ingin ada eye contact ketika melakukannya.

Menulis juga biasanya dilakukan sendirian, sehingga introvert nyaman melakoninya. Tak perlu ada meeting, diskusi, basa-basi, presentasi, dll. Paling kamu hanya ditemani pulpen dan buku, atau netbook/ laptop, atau personal computer, musik favorit, disertai segelas kopi.

Entah sekadar coret-coret biasa, atau sampai ke tahap profesional.

Introvert, menulis, dan media

Menurut writing coach untuk introvert, Lauren Sapala, menulis itu bisa menjadi media yang pas. Orang introvert bisa memanfaatkan aktivitas menulis untuk sharing isi hati dan pikiran. Sebab kalau hendak disampaikan lewat omongan kadang susah, mendadak gagap, dan belibet.

Introvert, menulis, dan “telat mikir”

Dr. Marti Olsen Laney, penulis buku The Introvert Advantage, berpendapat kalau introvert itu biasanya mengandalkan memori jangka panjang. Dengan kata lain, introvert perlu waktu untuk menyusun kata-kata sebelum disampaikan lidah.

Mereka pun lebih nyaman jika kata-kata itu dirangkai saja lewat tulisan. Kosakata seakan mengalir ketika diketik atau ditulis. Kalau ada kesalahan pun bisa diedit dulu. Kontras dengan ekstrovert, yang bisa langsung mengucapkan kata-kata, kadang tanpa harus dipikir atau dipertimbangkan dulu.

Apakah introvert berpeluang menjadi penulis hebat?

Masih menurut Dr. Marti Olsen Laney, yang saya kutip dari Introvertdear, kemungkinan introvert untuk menjadi penulis handal itu sangat besar. Aamiin … Kenapa bisa begitu? Ada 3 alasan utama kenapa introvert berpeluang besar menjadi penulis keren:

1Karena tulisan bagus itu memerlukan pemikiran yang bagus juga

Image via: hubpages.com

Introvert dikenal sebagai ‘makhluk’ yang memiliki semesta lain dalam pikirannya. Ya, otaknya jalan terus. Kadang sampai over-thinking, sebab segala hal bisa jadi bahan pikiran. Karena itu, biasanya introvert mmeiliki diary khusus untuk menampung pikirannya. Ada 5 Alasan Utama Kenapa Menulis Diary Alias Catatan Harian itu Baik Buat Orang Introvert.

Introvert juga dikenal sebagai pemerhati ulung, suka menganalisis, dalem, dan peka. Tak heran kalau percakapan orang di pinggir jalan saja bisa menjadi bahan tulisan, cerpen, atau puisi. Padahal orang-orang lain hanya menganggapnya sebagai angin lewat.

2Karena introvert itu akrab dengan kesendirian

Image via: freelance-writing.lovetoknow.com

Banyak orang tidak tertarik dengan menulis karena terkesan tidak asyik dan kesepian. Mereka juga merasa cepat bosan, sehingga tak tahan lama. Mereka pun memilih untuk segera berinteraksi dengan keramaian.

Beda lagi dengan introvert, yang justru sering menunggu momen untuk menyendiri dan menghabiskan waktu dengan pikiran sendiri. Keadaan itu mendatangkan mood bagus untuk mengolah dan menuangkan isi pikiran dan perasaan.

3Karena introvert itu tertarik mengamati apapun

Image via: lallieperalejo.com

Diamnya introvert itu bisa ambigu. Sekilas, dia tampak tak peduli. Padahal bisa jadi dia justru sedang tertarik dan berusaha menggali-gali.

Tak ayal kalau introvert itu lebih senang ‘keluar’ dari pusat perhatian, lebih memilih untuk mendengarkan, dan mengobservasi. Di tengah-tengah grup curhat, di saat yang lain berebutan untuk cerita, introvert memilih diam.

Introvert tertarik untuk mengamati seseorang, sesuatu, sebuah tempat, dll, yang memang menggoda hatinya.

Ya, mereka lebih senang menjadi pengamat. Bahkan di tengah padatnya aktivitas timeline medsos, di saat yang lain berebutan mengunggah postingan, introvert memilih menahan diri. Barangkali curhatan, status, story, atau unggahan orang-orang itu bisa menjadi materi tulisan. Mereka bahkan terus mengorek detail yang bisa mendukung materi tulisan itu.

Tulisan ini mungkin tampak narsis bagi orang introvert. Tetapi kita aamiin-kan saja, ya.

Pada dasarnya, bagi sebagian besar introvert, menulis memang bukan perkara gampang. Apalagi sebelum menghadapi masalah eksternal, kita mesti menghadapi masalah internal dulu. Kita kadang bingung untuk memulai dan frustrasi dengan sifat perfeksionis sendiri.

Harus ada tekad untuk memulai saja dulu. Tumpahkan apa saja yang ada dalam hati dan pikiran. Hal-hal lain akan terus dipelajari sambil prakti. Hmm … menulis sepertinya akan menjadi agenda belajar sepanjang masa. Mayoritas Orang Introvert Hobi Menulis, Bagaimana dengan Kamu? #RD

SHARE

4 COMMENTS

  1. Duh iyaaa aku setuju nih.. Aku nggak meng-klaim diriku introvert yaaa hehe, tapi terkadang emang lebih asik nulis daripada ngomong 😂 Makasih sharingnya Kak 😊

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.