Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD 2 Skenario Indah Tentang Ekspresi Marah

2 Skenario Indah Tentang Ekspresi Marah

2
SHARE
Marah, marah adalah, marah dalam islam, ekspresi marah, 2 skenario indah tentang ekspresi marah, marah nya orang diam, marahnya orang sabar diamnya orang, marahnya orang sabar dalam islam
Image via: welldoing.org

Marah itu kalau dilampiaskan memang bikin puas. Kamu berteriak, membentak, bicara kasar, meninju, menendang, atau apa pun itu. Yang penting emosi kamu yang ada dalam kandang bisa segera keluar. Terlampiaskan.

Sebab kalau marah, terus diam dan terpendam, biasanya penyakit akan mudah datang. Marahlah, jangan ditutupi. 

Namun tak jarang, ekspresi kemarahan yang dikeluarkan tanpa kontrol itu sering mendatangkan penyesalan, masalah, rasa malu, dan sumber kemarahan lain.

Tak heran kalau pengendalian diri agar tidak terjebak emosi marah itu sangat menantang. Susyah! Siapa yang bisa menaklukannya pastilah bukan orang biasa.

Ekspresi marah memang wajar. Normal. Bahkan ekspresi marah itu tergolong sehat, kalau memang ada alasan kuatnya. Namun menghadapi emosi marah dengan sikap positif itu tetap sangat penting.

Kemarin-kemarin, saya ‘nyasar’ ke akun Instagram milik Khadr El Chami. Ada postingan video yang membuat saya terinspirasi. Dalam unggahan singkatnya, Khadr menceritakan pernyataan temannya tentang ekspresi marah.

Katanya, ‘If someone makes you angry, one of two things just happened. Either they purposely tried to get you angry, or they didn’t purposely try to get you angry’.

Jika ada seseorang yang membuatmu marah, ada 1 dari 2 hal yang terjadi. Mereka bisa jadi sengaja membuatmu marah, atau mereka tidak sengaja membuatmu marah.

Kalau skenario 1 yang terjadi, orang sengaja membuatmu marah, then why give them the satisfaction? Kenapa kamu malah memberi kepuasan pada mereka (karena sudah sukses membuatmu marah)? Kenapa kamu memberikan apa yang sedang mereka incar?

Kalau skenario 2 yang terjadi, di mana orang tersebut tidak sengaja membuatmu marah, why are you mad at them? It was a mistake! just forgive and forget! Kenapa marah pada mereka? Itu adalah sebuah kesalahan, maafkan dan lupakan saja!

Simpelnya memang demikian.

Skenario 1 sering terjadi ketika ada orang-orang yang sengaja merangsang emosi marahmu. Mereka ingin kamu tersinggung, terluka, marah, dan akhirnya beringas. Mereka ingin kamu dihancurkan oleh kemarahanmu sendiri.

Kalau kamu marah sesuai tujuan dan keinginan mereka, bisa disimpulkan, siapa yang menang.

Skenario 2 juga sering terjadi. Ketika kamu naik transportasi umum, lalu keadaan macet padahal sedang buru-buru, kamu sering tergoda untuk mengumpat pada keadaan bahkan pada sopir. Padahal mereka tidak sengaja bersekongkol membuat kamu marah.

Maka sebaiknya kamu memaafkan dan melupakan sumber kekesalan tersebut.

Demikian juga ketika kamu menjadi guru, orang tua, instruktur les, dokter, atau siapa pun yang berurusan dengan anak-anak. Kadang mereka suka bertingkah-laku menyebalkan. Sampai-sampai kamu merasa emosional dan perlu melampiaskannya pada mereka.

Padahal harus diingat lagi, kalau mereka sering tidak sengaja membuatmu marah.

Hal yang sama juga berlaku pada hewan-hewan, keadaan iklim, orang asing, atau apa pun yang sering menerima amukan kamu. Terus ingatkan dirimu sendiri, kalau mereka tidak berkonspirasi untuk mengundang kemarahanmu.

Meski super sulit, namun usahakan agar kemarahan itu tidak mendominasi dan menampakkan diri.

Tetap tenang. Tetap berusaha jadi pribadi yang lebih bahagia, membahagiakan orang lain, dan membuat dunia merasa damai dengan keberadaanmu. 2 Skenario Indah Tentang Ekspresi Marah. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.