Home My Files Diary Tentang Anak Broken Home 7 Langkah agar Kehidupan Anak Broken Home Tetap Positif

7 Langkah agar Kehidupan Anak Broken Home Tetap Positif

0
SHARE
cara menenangkan anak broken home, cara menasehati anak broken home, cara mengatasi pacar yang broken home, psikologi anak broken home, cara menghibur anak broken home, sifat anak broken home, broken home adalah
Image via: mulierchile.com

Beberapa mimpi dan harapanmu tidak memiliki tanggal kedaluarsa, termasuk berharap agar kehidupan kamu membaik dan tetap positif.

Ketika cobaan menimpa, pikiran kamu dipenuhi hal-hal negatif. Seakan-akan dunia ini hanya diisi oleh mimpi buruk. Demikian juga yang saya dan teman-teman ‘anak broken home’ rasakan, ketika keluarga yang dulunya utuh perlahan jadi runtuh.

Ketika orang tua bercerai atau keadaan keluarga tercerai-berai, rasanya hidup pun jadi sulit damai. Apalagi kalau kejadiannya serba cepat dan tak pernah diprediksi. Kamu seakan ‘dipaksa’ olahraga berat tanpa melakukan pemanasan sama-sekali. Jadi rasanya cukup menyiksa.

Namun orang bijak bilang, hujan dan badai itu tidak pernah abadi. Pasti ada redanya. Maka kuatkanlah…

Setidaknya ada beberapa langkah yang mesti ditempuh agar kehidupan anak broken home tetap positif:

1Silakan berdukacita

Meski perceraian orang tua merupakan kesepakatan bersama, rasa sedih dan kecewa itu pasti tetap ada. Tak perlu membohongi diri sendiri. Akui saja bahwa semuanya memang menyedihkan. Ada yang hilang, ada yang pincang.

Beri waktu pada dirimu sendiri untuk meluapkan emosi yang sebenarnya. Setelah itu, maafkan dirimu sendiri. Maafkan juga kedua orang tua dan saudara-saudaramu. Lepaskan semuanya. Serahkan pada Dia yang sudah mengatur segalanya.

2Jaga kesehatan dan kewarasan

Bicara tentang kesehatan, kamu mesti fokus pada fisik yang fit. Sedangkan kewarasan fokus pada keadaan mental yang tetap stabil.

Bagaimana pun, ketika cobaan melanda, tubuh jadi rentan. Kalau tidak melawan, tubuh akan mudah terserang. Kamu tentu tidak mau mengalami pepatah ‘sudah terjatuh, tertimpa tangga pula’.

Tetap pertahankan kebiasaan olahraga, makan makanan sehat, tidur berkualitas yang cukup, kebiasaan beribadah, kebiasaan mengekspresikan diri, dll. Kamu perlu energi kuat untuk menghadapi semuanya. Dunia boleh keras, namun buktikan kalau kamu juga bisa lebih tangguh.

3Mengatur emosi

Kebanyakan anak broken home berperang dalam sunyi. Mereka bisa saja menampakkan wajah kalem, namun hati dan pikirannya berkecamuk. Tak jarang kalau beberapa dari mereka terjebak pada perilaku nekad. Entah itu dengan menyakiti diri sendiri, menghancurkan diri sendiri, tidak memerdulikan diri sendiri, menutup diri sendiri, dll.

Perlu pengendalian emosi yang hebat. Kamu bisa memulai dari hal sederhana seperti menarik napas dalam-dalam, ‘vakum’ dulu dari aktivitas medsos (kalau memang membawa pengaruh negatif), menjauhi orang-orang toxic (yang selalu mendatangkan suasana negatif), mendekatkan diri pada Tuhan YME, mencurahkan isi hati pada seseorang yang kamu percaya, meluapkan unek-unek pada tulisan atau karya, dlsb.

Pastikan kamu tidak memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi yang belum stabil.

4Tetap hidup teratur

Image via: ifuun.com

Perceraian atau keadaan keluarga yang kurang harmonis memang membuat hidup jadi ‘kurang rapih’. Segalanya berantakan. Banyak perubahan di rumah. Auranya juga berbeda.

Belum lagi dengan pandangan orang lain, yang sering membuat kamu semakin tidak nyaman. Sayangnya, kadang kamu tidak bisa mengendalikan komentar orang lain. Tetapi kamu punya peluang besar untuk tetap mengendalikan diri sendiri.

Pastikan agar tidak terpengaruh. Tetap sekolah, tetap bekerja, tetap berbisnis, tetap jalani hidup dengan teratur. Jangan biarkan hidup jadi terus-terusan berantakan. Sebab, pada akhirnya kamu sendiri – dan beberapa orang yang peduli padamu – yang mesti beres-beres. Mayoritas orang lain para komentator itu tidak peduli.

5Stabilkan kehidupan

Isu keluarga dan perceraian pasti menggoyahkan langkahmu. Fase itu tidak bisa kamu hindari. Tetapi sebaiknya kamu ingatkan diri sendiri untuk tidak larut pada fase itu.

Kamu tidak bisa mengedit apa yang sudah terjadi. Namun masih ada ruang untuk memperbaiki kehidupan di masa depan. Pegang teguh sangkaan baikmu terhadap Sang Sutradara hidup.

Tetap lakukan yang terbaik untuk sekolahmu, pekerjaanmu, usahamu, dan apapun rencana baikmu. Kalau ingin pulih dan menstabilkan hidup, kamu harus fokus. Semua itu akan sulit dicapai jika kamu terus mengintip luka dan memperlama penyembuhannya.

Terus belajar untuk memaafkan diri sendiri dan keluarganya. Terus belajar untuk memercayai dan membuka hati pada orang lain. Pengalaman dan pengamatan biasanya akan mengajarkanmu, bagaimana menseleksi orang-orang yang layak kamu sambut di dalam hati.

6Konsentrasi pada prioritas utama

Anak-anak broken home memiliki kasus mirip, yakni tentang keluarga. Ada yang orang tuanya berpisah, ada juga yang orang tuanya masih bersama namun tidak bisa menghadirkan suasana keluarga yang semestinya. Kasusnya serupa, namun prioritasnya bisa berbeda.

Ada anak broken home yang ingin menyelesaikan isu cinta (sulit percaya, takut menikah atau berkomitmen, parno perceraian, trauma perpisahan, dsb). Ada anak broken home yang ingin membahagikan single parent-nya, entah ibu atau ayahnya. Ada anak broken home yang ingin mempertahankan keharmonisan dengan sisa anggota keluarganya. Dsb.

Apa pun itu, jadikan prioritas itu sebagai salah-satu motivasimu untuk tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan.

7Syukuri dukungan yang ada

Kamu mesti menjadi alarm untuk dirimu sendiri, untuk selalu mengapresiasi siapa pun atau apa pun yang sudah mendukungmu. Jangan lupakan orang tua yang tetap menemani langkahmu, sehancur apa pun hatinya. Jangan lupakan teman yang mendengarkan ceritamu, merahasiakan urusan privatmu, dan sesekali memberi masukan padamu.

Jangan lupakan kertas, buku, laptop, blog, atau media lain yang menjadi saksi bisu atas semua ungkapan emosimu. Jangan lupakan Tuhan YME yang selalu  menjadi pilarmu, yang selalu menjadi tempatmu kembali dari lelahnya kehidupan ini.

Apa pun yang terjadi selalu meninggalkan pelajaran berharga.

Segala sesuatu memang penuh dengan ketidakpastian. Tetapi selama kamu tetap sadar dan melibatkan Tuhan YME, tak ada yang mustahil. 7 Langkah agar Kehidupan Anak Broken Home Tetap Positif. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.