Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Pikiran Negatif Selalu Muncul, Bagaimana Ini?

Pikiran Negatif Selalu Muncul, Bagaimana Ini?

4
SHARE
pikiran negatif selalu muncul, kenapa pikiran negatif selalu muncul, contoh pikiran negatif, penyebab orang berpikir negatif, pikiran negatif menurut islam
Image via: time.com

“Dia itu pikirannya negatif terus. Rasa takutnya terlalu tinggi, padahal ‘kan enggak kejadian apa-apa. Pusing saya!”

Seorang rekan menggerutu pada saya tentang kelakuan rekan lainnya. Rekan lain tersebut memang memiliki kecemasan tinggi. Contoh kecilnya setiap parkir motor, dia selalu mengawasi dari dalam bangunan, katanya takut ada yang mencuri. Padahal lokasinya cukup aman. Ada pagar tinggi, motornya banyak, dan orangnya juga banyakan.

Awalnya saya pun risih dengan kekhawatirannya, yang kadang mengada-ada. Namun lama-lama saya memahami, mungkin beliau terkena semacam anxiety disorder. Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan beliau sendiri, kalau penyakit fisik yang dideritanya juga tak lepas dari rasa cemas dan pikiran-pikiran negatif.

Tanpa terasa, kita pun sering berpikir negatif.

Misalnya ketika chat hanya dibaca, namun tidak balas. Banyak skenario yang mungkin terjadi.

Ada yang langsung tersinggung dan menginterogasi, ada yang pura-pura abai tapi malah menyindir di story, ada yang gusar karena takut sudah berbuat salah dan ‘sedang dihukum’, ada yang tegas menghakimi kalau si penerima chat itu membenci kita, ada yang panik karena mengira si penerima chat kecelakaan atau ponselnya dicuri, ada yang berpikir positif kalau penerima chat itu sedang buang air dulu, ada yang berpikir positif kalau penerima chat itu sedang berfikir dulu, dll.

Reaksi berbeda tersebut bisa menimbulkan dampak yang berbeda juga.

Tanpa terasa, tanpa mengidap gangguan kecemasan, kita pun sering memprediksi sesuatu yang buruk akan terjadi. Sehingga kita malah jadi takut dan gundah sendiri. Apalagi sekarang-sekarang ini, kita semakin dibikin panik dengan berbagai isu.

Entah itu berupa bencana-bencana alam yang sering tiba tanpa pertanda.

Kecelakaan-kecelakaan tragis yang langsung merenggut nyawa.

Perpecahan antar kelompok yang mempertaruhkan keamanan dan kenyamanan negara.

Berita-berita hoax yang selalu mengundang kebingungan.

Dsb.

Pikiran-pikiran negatif datang dengan mudahnya, lalu perlahan menggerogoti ketenangan dan kesehatan – baik secara fisik maupun psikis. Tentu tak mudah untuk menangkalnya. Tak cukup dengan kata-kata ‘sudahlah.. jangan terlalu dipikirkan’ dan ‘positive thinking aja..’.

Perlu kesadaran dan kemauan besar dari diri sendiri.

Merasa sedih, galau, dan cemas memang normal. Sah-sah saja, tidak ada yang melarangnya. Namun kita patut waspada ketika semua rasa itu bersarang di kepala, lalu sampai memberi hasutan dan komando yang tidak-tidak.

Kita patut peka ketika rasa sedih, galau, dan cemas itu mengendalikan diri.

Masa depan itu sifatnya misterius. Tak ada yang tahu akan bagaimana semenit, seminggu, atau beberapa tahun ke depan. Namun tak perlu membuang waktu dan energi untuk menebak-nebaknya, apalagi kalau tebakan itu berisi bayangan buruk semua. Saling belajar untuk meyakini Tuhan YME. Tetap fokus menjalani masa kini.

Teruskan belajar untuk menarik napas dan membuangnya perlahan. Teruskan belajar untuk tetap kalem dan tenang. Teruskan belajar untuk mengendalikan over-thinking.

Teruskan belajar untuk berbaik sangka pada Tuhan YME, dan pada sesama makhluk hidup.

Teruskan belajar untuk bersyukur, menerima diri sendiri, berubah menjadi lebih baik dari segala aspek.

Teruskan belajar untuk beriman kepada Tuhan YME, dan mempercayai diri sendiri. Tak perlu berasumsi kalau sebuah momen buruk akan membawa keburukan lain sepanjang hidup. Tak perlu berasumsi kalau semua manusia itu jahat dan saling membenci. Tak perlu berasumsi kalau diri sendiri tidak berguna, tidak berbakat, tidak berpengaruh apa-apa.

Teruskan belajar untuk mensyukuri rezeki dan kebaikan-kebaikan yang tak terhitung dilimpahkan. Teruskan belajar untuk bersabar dan menerima skenario kurang baik. Teruskan belajar untuk tetap melibatkan Tuhan YME.

Akui kalau kita makhluk lemah, namun tanamkan dalam diri kalau kita punya kekuatan besar dari Sang Maha Kuasa.

Biarkan waktu membantu kita melewatkan semuanya. Semua kesedihan dan derita akan reda. Hidup akan lebih baik. Semoga.Pikiran Negatif Selalu Muncul, Bagaimana Ini? #RD

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.