Home My Files Diary Tentang Introvert 15 Kelakuan Orang Ekstrovert yang Bikin Introvert Sebal

15 Kelakuan Orang Ekstrovert yang Bikin Introvert Sebal

0
SHARE
introvert ekstrovert dan ambivert, introvert ekstrovert adalah, introvert ekstrovert psikologi, introvert ekstrovert indonesia, introvert vs ekstrovert, introvert atau ekstrovert, perbedaan introvert ekstrovert, saya introvert atau ekstrovert
Image via: Sambad.in

Mau ekstrovert atau introvert, semua orang berpotensi menjadi sumber rasa sebal.

~

Sebenarnya agak ‘riskan’ juga kalau introvert curhat soal rasa sebal terhadap ekstrovert. Pasalnya, kita memang hidup di dunia yang ‘ekstrovert banget’. Segala sesuatunya serba ramai dan bising.

Namun, kita tidak bisa bohong juga, memang ada kelakuan-kelakuan ekstrovert yang sadar atau tidak – memang menyebalkan. Heheh … apa saja?

1Muncul tiba-tiba

Mayoritas introvert kalau sedang fokus itu tidak mau diinterupsi atau diganggu. Sebab kalau pikirannya sudah buyar, ya cukup susah juga untuk mengembalikan konsentrasi. Apalagi kalau ekstrovert datang-datang langsung memberondongkan pertanyaan.

Introvert juga kurang suka ajakan atau undangan dadakan. Apalagi kalau ajakan tersebut sangat memaksa, sedangkan introvert sudah “janjian dengan diri sendiri” untuk membaca buku, menonton, menulis, atau tidur. Jadinya bad mood.

2Tamu dadakan

Bagi ekstrovert, ‘semakin banyakan akan semakin asyik’. Kadang-kadang bagi introvert pun demikian. Namun sebisa mungkin tidak mendatangkan tamu tak diundang tanpa sepengetahuan introvert. Misalkan sudah janjian berdua, ternyata hadir pihak lain tanpa konfirmasi dulu.

3Bicaranya keras-keras

Ada sekelompok orang yang tidak memerlukan toa, namun volume suaranya sudah tinggi. Mending kalau tahu situasi, atau memang digunakan untuk seruan-seruan seperti nyanyi-nyanyi, gitu.

Sayangnya, masih ada yang mengeraskan suara padahal sedang di tempat kerja, tempat ibadah, sekolah, atau rumah. Keadaan semakin menyebalkan ketika suara-suara keras itu banyakan.

4Telepon dadakan

Kalau boleh dipilih, sebaiknya main teks atau chattingan ketimbang dengan teleponan. Kecuali kalau sudah janjian dulu sebelumnya, jam se-anu mau nelpon atau bagaimana. Setidaknya introvert akan ‘mempersiapkan mental’ dan tidak terlalu terkejut. Kadang-kadang suka mendadak gugup.

5“Mengganggu” ranah pribadi

Entah kenapa, kadang risih saja ketika ada yang mepet-mepet, sampai-sampai kita merasa ruang pribadi jadi menyempit. Apalagi kalau di tempat umum. Rasanya tidak perlu mencondongkan wajah atau badan terlalu dekat, gitu.

6Dilihatin terus

Image via: funnyjunk.com

Kalau beradu pandang, kemungkinan besar introvert mudah kalah. Bagaimana pun, tatapan mata yang menusuk itu cukup mengganggu. Kadang kita jadi lupa apa yang hendak disampaikan, atau bagaimana menyusun kata yang benar, kalau ada mata yang terus menatap kuat. Maka, introvert sering mengalihkan pandangan ke arah lain.

7Salah paham tentang introvert

Sampai zaman serba daring begini, masih ada orang yang memahami introvert sebagai makhluk misterius yang diam-diam berbahaya, tidak punya teman, anti sosial, pemalu, dll.

8Merusak suasana senyap

Banyak ekstrovert yang tak tahan dengan suasana sunyi senyap. Sehingga, karena memaksakan diri, mereka pun melancarkan aksi basa-basi. Tujuannya mungkin baik, karena ingin mencairkan suasana. Sayangnya, banyak introvert yang justru lebih tenteram dengan keheningan. Basa-basi juga seringkali jadi sesuatu yang tidak menarik.

9Gosip

Mengurus ekonomi, sosial, budaya, dan keyakinan itu susah. Tapi mengurus urusan orang lain malah terlihat mudah. Tetapi introvert kurang cocok dijadikan ‘teman bergosip’, mengingat kepribadiannya yang cenderung privat.

Orang introvert merasakan betul bagaimana terganggunya jika ada pihak lain yang mengintervensi kehidupan pribadi, maka introvert pun enggan mengintervensi privasi orang lain.

Untuk itu, introvert tidak respek terhadap mereka yang hobi nggosip, apalagi kalau introvert tersebut jadi korbannya. Bisa-bisa trauma. Enggak lagi-lagi curcol sama dia.

10Memonopoli obrolan

Introvert memiliki reputasi sebagai pendengar yang baik, yang mempersilakan teman bicaranya curhat bebas tanpa hambatan. Introvert siap mendengar dengan seksama. Bahkan enggan rasanya untuk menginterupsi atau memotong pembicaraan orang lain. Tetapi bukan berarti introvert tidak ingin menyelipkan omongan.

11Dramatis

Image via: catfly.com

Hidup sudah penuh drama. Kalau ditambah dengan sikap dramatis, ya lumayan melelahkan juga. Tak ayal kalau introvert lebih memilih menyendiri. Kalau tidak, introvert akan nyaman dalam lingkaran kecil nan kalem. Tak perlu lingkaran besar yang bikin pengang.

12Cari perhatian

Banyak ekstrovert yang memiliki perilaku ‘look at me’. Dengan kata lain, mereka ingin menjadi pusat perhatian. Mereka senang disoroti. Mereka betah di panggung utama. Hal ini tentu kebalikan dari introvert, yang lebih nyaman berada di belakang layar.

13Tidak ingin serba sendirian

Introvert memang ‘solois’ sejati. Tak masalah kalau introvert olahraga sendiri, makan sendiri, berjalan sendiri, pergi ke perpustakaan sendiri, kursus menjahit sendiri, menghadiri seminar sendiri, dll.

Bukanlah sebuah tragedi kalau tak ada yang menemani.

Kontras dengan ekstrovert, yang kadang pergi ke kantin atau supermarket pun mesti didampingi. Kalau sedang sensitif, kadang introvert risih juga dengan perilaku seperti ini.

14Menyimpulkan waktu introvert itu selalu “free”

Hanya karena jarang memosting ‘sedang otw’, banyak ekstrovert berasumsi kalau waktu introvert itu selalu luang, sehingga bebas diajak nongkrong kapan saja. Padahal, kadang introvert memang sengaja meluangkan waktu – bukan untuk bepergian – melainkan untuk menyendiri. Bagaimana pun, me time merupakan upaya untuk cas energi.

15Mendesak agar berubah seperti mereka

Orang ekstrovert yang masih egois menginginkan teman introvertnya agar seperti mereka. Harus ceria, jangan banyak diam, jangan sendirian saja, jangan baca-tulis saja, harus punya banyak teman, harus pandai basa-basi, harus ‘lentur’, harus rajin nongkrong, harus jadi pusat perhatian, harus cerewet, dll.

Selama saran dan ajakannya baik, tentu introvert tidak memiliki alasan valid untuk menolaknya. Namun mengubah kepribadian tidak semudah itu, Ferguso, Marimar. Tak perlu memaksa. Dipaksa itu biasanya tidak menyenangkan.

Lagipula, ini dunia. Perbedaan bukanlah isu baru. Cara memadukan perbedaan bukan dengan memaksakan kehendak agar pihak lain ikutan. Ada hal yang lebih penting, yaitu harus bisa saling menghargai dan memaklumi. Begitu, ‘kan? Demikian, 15 Kelakuan Orang Ekstrovert yang Bikin Introvert Sebal. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.