Home My Files Diary Enggak Setiap Hari #RD Pura-pura Bodoh dan Mengaku “Tidak Tahu”

Pura-pura Bodoh dan Mengaku “Tidak Tahu”

4
SHARE
pura pura bodoh, pura pura bodoh tapi pintar, pura pura bodoh dalam islam, pura pura bodoh padahal pintar, pura pura bodoh aja, pura pura bodoh quote, pura pura bodoh saja
Image via: curiousmindmagazine.com

Karena, pura-pura bodoh sepertinya masih lebih baik ketimbang pura-pura pintar.

Jadi, pada Minggu (02 Desember 2018), saya mengikuti workshop bertajuk “Menulis Berita dengan Cepat dan Menarik”. Acara ini menjadi salah-satu agenda festival TIK 2018 di Cirebon. Narasumbernya dari Jingga Media. Dia juga dikenal sebagai jurnalis dari sebuah portal berita online nasional.

Ketika menyampaikan materi tentang ‘cara mudah mendapatkan data’, dia membeberkan 4 poin. Kita harus kepo lah, harus memperbanyak narasumber lah, harus merekam keadaan sekitar lah, dan harus pura-pura tidak tahu. Ya, jadi kita perlu memposisikan diri sebagai pihak yang tidak mengerti apa pun.

Katanya, meski kita sudah tahu pun, pura-pura bodoh saja. Tetap bertanya, tetap gali sumber, dan tetap baca. Dengan demikian, apa yang kita sampaikan nantinya akan memiliki bobot. Apalagi di dalam penulisan berita, haram hukumnya jika menambahkan opini pribadi.

Jadi ingat quote-nya Confucius,

“The man who asks a question is a fool for a minute, the man who does not ask is a fool for life”. Artinya, “seseorang yang mengajukan sebuah pertanyaan adalah orang bodoh semenit, orang yang tidak bertanya adalah orang bodoh seumur hidup”.

Kutipan tersebut saya baca dari halaman presentasi lokakarya lain, “Membangun Start-Up”, dengan narasumber Pak Prasetyo.

Intinya, pura-pura bodoh bisa ‘menguntungkan’. Sedangkan pura-pura pintar justru bisa ‘membuntungkan’.

kata bijak pura pura bodoh, kata2 bijak pura pura bodoh, caption pura pura bodoh, cara pura pura bodoh, ciri orang pura pura bodoh, orang cerdas pura pura bodoh, pura pura tidak tahu pura pura bodoh disebut
Image via: quora.com

Perlu kecerdasan tersendiri untuk pura-pura bodoh

Sebab, kita hidup di tengah zaman yang sebagian penghuninya hobi menjadi pakar dadakan, pengamat instan, komentator, bahkan hakim. Jadi, pura-pura bodoh kadang bukan perkara gampang. Perlu hati yang luas. Perlu juga perlawanan sengit terhadap sifat egosentris.

Namun dengan pura-pura bodoh … kita jadi sudi untuk belajar, bertanya, dan mendengar. Rontoklah rasa tinggi hati, dan sebaliknya, terbitlah rasa kerendahan hati.

Bahkan lama-lama, misi “pura-pura” itu jadi sungguhan. Kita memang beneran bodoh. Semakin banyak yang kita tahu, semakin sadar kalau kita memang tidak tahu apa-apa.

Tidak Apa-apa Tidak Tahu Segalanya

Lalu di workshop “How to Improve Website Security”, narasumber bernama Pak Cepi, menegaskan dirinya bukanlah narasumber. Dia mengaku hanya ingin berbagi, bukan mengajarkan. Lalu dia juga menanyai beberapa peserta, seolah-olah berusaha memahami apa yang dibagikan mereka soal blog, SSL, wireshark, dll. Padahal saya yakin, dia paham betul dunia ‘begituan’.

Wajahnya itu menandakan kalau dia menaruh perhatian terhadap pertanyaan dan pernyataan apa pun yang disampaikan oleh peserta. Tidak ada kesan mengabaikan, apalagi kalau menganggap remeh. Cerdasnya lagi, dia tak segan melempar pertanyaan atau menawarkan kepada peserta untuk ikut menanggapi peserta lain. Tetapi kemudian dia juga memaparkan berdasarkan wawasannya.

Lalu ketika ada peserta yang terus mencecarkan pertanyaan di tengah keterbatasan waktu, dia dengan berani mengaku tidak ‘mudeng’ dan perlu belajar lebih lanjut. Dia juga menawarkan diri untuk berdiskusi di luar forum. Dengan demikian, acara jadi bisa selesai sesuai waktu – tanpa lagi terhalangi oleh peserta yang seperti tak puas bertanya.

Banyak yang saya pelajari. Termasuk tentang ‘mental pembelajar’, yang seyogyanya memang demikian; pura-pura bodoh, bersedia belajar dan mendengar. Lalu jangan sampai merasa tersiksa karena sudah menjawab ‘tidak tahu’ pada apa pun pertanyaan yang diajukan.

Tidak mengetahui semua hal itu tidak apa-apa. Kita semua masih sedang belajar. Kadang Perlu Pura-pura Bodoh dan Mengaku “Tidak Tahu”. #RD

SHARE

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + twenty =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.