Home » et cetera (etc.) » Diary Tentang Sesuatu yang Lucu-Lucu » 21 Cerita atau Percakapan Lucu antara Murid dan Guru

21 Cerita atau Percakapan Lucu antara Murid dan Guru

21 Cerita atau Percakapan Lucu antara Murid dan Guru

cerita humor murid dan guru, percakapan lucu murid dan guru, kisah lucu murid dan guru

Via: clipartpanda.com

Cerita atau percakapan lucu kadang tercipta tanpa perlu komedian, acara lawak, atau konsep sekalipun. Ada kalanya sesuatu yang humoris itu muncul begitu saja. Entah itu dalam interaksi antara ayah dan anak, teman dan teman, atau bahkan murid dan guru sekalipun.

Nah, berikut ini daku share beberapa percakapan atau cerita lucu antara guru dan murid. Sebagian daku dapatkan dari internet, namun semuanya sudah diolah kembali. Hehe… Jom!

 

#1. Indera

Guru: Indera apa yang membuat kita bisa melihat, Darmawan?

Darmawan: Kalau bagi daku sih mata. Tapi kalau bagi Bapak mah mata, hidung, sama telinga.

Guru: Lho, kok gitu?

Darmawan: Soalnya hidung sama telinga membantu memasangkan kacamata Bapak.

 

~

 

#2. Yang Tidak Mandi

Guru: Ayo siapa yang tadi pagi enggak mandi? Coba berdiri…

Hening…

Hentika lalu menggeser kursinya ke belakang, dan ia pun berdiri. Seisi kelas langsung tertawa. Suasana baru reda setelah guru menenangkan mereka.

Guru: Jadi kamu enggak mandi, Hentika?

Hentika: Err… mandi, Bu!

Guru: Lho, kalau kamu mandi, kenapa kamu berdiri?

Hentika: Err… daku enggak enak aja ngebiarin Ibu berdiri sendirian di depan kelas.

 

~

 

#3. Dodol Dari Mana?

Guru: Darmawan, bisa enggak kamu sebutin makanan khas Kuningan Jawa Barat?

Darmawan: Enggak tahu, Pak.

Guru: Oke… kalau dodol dari mana?

Darmawan: Dari tetanggaku yang pulang liburan, Pak.

murid, guru dan murid, sekolah, cerita lucu murid, cerita lucu siswa, cerita humor guru dan siswa

Via: learning.blogs.nytimes.com

#4. Bukti Bumi Bulat

Guru: Bumi itu kotak apa bulat?

Murid: Bulat, Bu!

Guru: Nah, Hentika. Bisa kamu jelaskan bukti kalau bumi itu bulat?

Hentika: Apa? Daku enggak pernah bilang bumi itu bulat kok, Bu. Beneran! Bukan daku yang bilang…

 

~

 

#5. Ditandatangani Di mana?

Guru: Soal naskah proklamasi, di manakah naskah itu ditandangani, Darmawan?

Darmawan: Di bawah, Pak.

Guru: Di bawah? Di bawah apa?

Darmawan: Di bagian bawah, Pak. Berdekatan sama nama Pak Soekarno dan Pak Hatta.

 

~

 

#6. Alasan Meminum Air Putih

Guru: Banyak minum air putih itu bagus atau enggak, Darmawan?

Baca Juga :  20 Ilustrasi atau Gambar Tentang Kenyataan Pahit Perempuan Berambut Panjang

Darmawan: Bagus, Pak.

Guru: Sip… nah kenapa kita harus minum air putih, Darmawan?

Darmawan: Soalnya kita emang enggak bisa memakannya, Pak, jadi harus diminum saja.

#7. Matahari atau bulan?

Guru: Hentika, kira-kira penting mana antara matahari dan bulan?

Hentika: Bulan atuh, Bu.

Guru: Emangnya kenapa?

Hentika: Bulan itu menerangi di malam hari, di waktu kita butuh cahaya. Kalau matahari mah menerangi di siang hari, di waktu kita enggak butuh cahaya.

 

~

 

#8. Penjelajah Terkenal Dunia

[Pelajaran Sejarah]

Guru: Masih ingat ‘kan pelajaran Minggu kemarin? Tentang para penjelajah itu lho?!

Murid: Oh ingat, Bu!

Guru: Darmawan… Bisa enggak, kamu sebutin satu aja penjelajah dunia?

Darmawan: (mikir)

Guru: Ibu bantu dua nama, deh. Marco Polo sama Christopher Columbus. Nah siapa lagi penjelajah yang kamu tahu, Darmawan?

Darmawan: Dora, Bu.

 

~

 

#9. Perkalian

Guru: Siapa yang bisa jawab, 5 kali 7 itu berapa, hayo?

Hentika: 35, Pak!

Guru: Aih, pinter banget! Kalau dibalik 7 kali 5 itu berapa, hayo?

Darmawan: 53, Pak!

Guru: …

#10. Sedikit Perhatian

[Kelas Ribut]

Guru: Bisa enggak sih, sedikit saja… kalian memperhatikan apa yang Bapak ajarkan?

Darmawan: Bisa, Pak. Dari tadi memang hanya sedikit yang kami perhatikan.

Hentika: Heh, kamu salah ngomong lho, Darmawan.

Darmawan: Ups!

 

~

 

#11. Kabar Baik

Hentika: Hello, Bu. Daku punya kabar baik, lho!

Guru: Kabar baik apa?

Hentika: Inget enggak janji Ibu, kalau nilai Bahasa Inggrisku 100, daku bakal dapet hadiah 100 ribu?

Guru: Tentu Ibu ingat!

Hentika: Nah, tenang aja, Bu. Sekarang Ibu enggak perlu ngeluarin uang 100 ribu buatku.

 

~

 

#12. Galak tapi Adil

Wali Kelas: Guru baru Bahasa Inggrisnya gimana, anak-anak?

Darmawan: Galak tapi adil, Pak.

Wali Kelas: Galak tapi adil gimana, maksudnya?

Hentika: Maksudnya Ibu Guru Bahasa Inggris itu galak, tapi galaknya ke semua anak, bukan cuma ke Darmawan, Pak.

Wali Kelas: …

#13. Bulan

Guru: Hentika, lebih dekat mana… kita dengan Malaysia? kita dengan Zimbabwe? atau… kita dengan bulan?

Hentika: Kita dengan bulan, Bu.

Guru: Ibu bercanda, Hentika. Harusnya sama Malaysia.

Hentika: Tapi dari sini kita semua bisa melihat bulan, Bu. Kalau Malaysia sama Zimbabwe mah enggak kelihatan.

 

Baca Juga :  15 Interaksi atau Percakapan Singkat Ayah dan Anak yang Lucu Menggemaskan (6)

~

 

#14. Kata Benda Abstrak

[Bahasa Indonesia]

Guru: Sekarang kita melanjutkan pelajaran minggu lalu, ya, yakni tentang kata benda abstrak.

Darmawan: Maaf Bu… minggu lalu daku enggak masuk. Kata benda abstrak itu maksudnya apa, ya?

Guru: Hmm… intinya kata-kata yang bisa kita pikirkan, tapi enggak bisa disentuh. Misalnya kayak kebahagiaan, kesedihan, kelelahan, dsb.

Darmawan: Oh…

Guru: Nah, kamu bisa ngasih contoh lain, enggak?

Darmawan: Bisa dipikirkan tapi enggak bisa disentuh… oh! Itu sih mobil-mobilan baru daku, Bu!

 

~

 

#15. Sepeda Baru

Guru: Kalau kamu dikasih uang seratus ribu dari dari sepuluh orang, hasilnya kamu memiliki…

Hentika: sepeda baru! Yeay!

Kelas: …

#16. Masalah Darmawan

Guru: Kamu yang duduk di pojok…

Darmawan: Daku, Pak?

Guru: Kamu kelihatan sering bengong, apa tulisan Bapak enggak jelas?

Darmawan: Jelas kok, Pak.

Guru: Suara Bapak kekecilan, ya?

Darmawan: Enggak juga.

Guru: Oh… apa teman-teman kamu sering ngeganggu?

Darmawan: Terima kasih atas perhatian ya, Pak. Tapi enggak, kok.

Guru: Lantas, kenapa?

Darmawan: Dakunya aja Pak yang enggak suka sekolah, males belajar, gitu…

Guru: …

 

~

 

#17. Komplain Darmawan

Wali kelas: Nah, anak-anak. Sejauh ini apa ada yang mau komplain atau protes soal guru praktikan PPL?

Darmawan: Daku, Pak!

Wali kelas: Baiklah, Darmawan. Emangnya kamu kenapa?

Darmawan: Masak daku dihukum sama atas sesuatu yang enggak daku perbuat, Pak?

Wali kelas: Masak, sih?! Wah keterlaluan!

Darmawan: Iya, Pak. Daku merasa terdzolimi.

Wali kelas: Eh, memangnya apa sesuatu yang enggak kamu perbuat itu?

Darmawan: Ngerjain PR, Pak.

Wali kelas: …

 

~

 

#18. Komplain Hentika

Wali kelas: Anak-anak, ada lagi enggak yang pengin komplain atau protes soal guru praktikan PPL?

Hentika: Daku, Pak!

Wali kelas: Oke. Apa yang pengin kamu sampaikan, Hentika?

Baca Juga :  15 Interaksi atau Percakapan Singkat Ayah dan Anak yang Lucu Menggemaskan (10)

Hentika: Guru PPL Bahasa Indonesia itu nyebelin, Pak.

Wali kelas: Apa? Kamu tahu dia itu anak siapa?

Hentika: Enggak tahu.

Wali kelas: Dia itu puteri saya, Hentika!

Hentika: Oh ya? Tapi apa Bapak tahu, daku ini anak siapa?

Wali kelas: Enggak.

Hentika: Oh syukurlah… saya minta maaf ya, Pak.

#19. Tangan Besar

Guru: Kalau tangan kiri ibu megang lima apel, terus tangan kanan ibu megang enam apel, berarti ibu punya..?

Darmawan: Punya tangan yang besar, Bu!

Kelas: …

 

~

 

#20. Bulan Terpendek

Guru: Sebagaimana yang kita tahu, masing-masing bulan memiliki jumlah hari yang berbeda-beda. Nah bulan yang terpendek itu apa coba, Darmawan?

Darmawan: Mei, Pak.

Hentika: Jawabannya Februari, Darmawan.

Guru: Iy, Darmawan. Memangnya kenapa jawaban kamu bisa Mei?

Darmawan: Lho faktanya Mei ‘kan cuma punya 3 huruf, kalau Februari justeru kepanjangan 8 huruf, bukan malah yang terpendek.

Kelas: ….

 

~

 

#21. Jangan Panggil “Ibu!”

 

“Ibu!”

“Ibu!”

“Ibu!”

 

Seorang guru PPL SD bernama Selin Evangelista lama-lama merasa risih dengan para murid yang bersahutan memanggilnya. Si A menanyakan materi, Si B lapar, Si C menangis, Si D pipis di celana, Si E mengadukan sesuatu, dsb. Apalagi ia tengah datang bulan hari kedua. Emosinya sangat amburadul. Ia pun menggebrak meja dan menghardik mereka,

 

“Bisa enggak sih kalian enggak terus-terusan nyebut Ibu, Ibu, dan Ibu?”

Suasana hening.

Seorang murid bernama Hentika lalu maju, “Maafin kami, Se.. Sel… Selin…”

 

Murid lain bernama Darmawan menyikunya, “Hush! Kamu enggak sopan!”

 

Hentika mengerjap-ngerjapkan mata, “Lha, ‘kan tadi beliau bilang supaya kita enggak terus nyebut Ibu, Ibu, dan Ibu.”

 

~

 

BONUS:

Harapan yang Sama

[Ujian]

Guru: Jangan mencontek, ya! Khususnya kamu, Darmawan. Bapak harap Bapak enggak liat kamu mencontek sama Hentika lagi.

Darmawan: Daku juga punya harapan yang sama, Pak, semoga Bapak enggak liat daku pas lagi nyontek sama Hentika.

 

Demikian, Bro-Sist. Lucu, tidak? Hihi… 21 Cerita atau Percakapan Lucu antara Murid dan Guru. #RD

error: