21 Fakta Unik, Menarik dan Mengejutkan Seputar Orang Introvert dan Ekstrovert

21 Fakta Unik, Menarik dan Mengejutkan Seputar Orang Introvert dan Ekstrovert, orang introvert dan ekstrovert
Via: sachastewart.net

 Introvert itu apa, sih? Kalau ekstrovert sendiri, apaan?

Sebagian besar dari kita mungkin akan menyimpulkan kalau… introvert itu orang yang pemalu dan suka menyendiri, sedangkan yang ekstrovert itu lebih terbuka dan cinta keramaian. Hmm… apa memang sudah pasti seperti itu?

Nah, bicara tentang kepribadian memang rumit juga ya, Bro-Sist. Karakter seseorang enggak sesimpel itu. Kita belum bisa menyimpulkan Si A itu gitu dan Si B itu gini hanya dari zodiaknya, dari warna favoritnya, dari golongan darahnya atau juga dari kebiasaannya menyendiri or bergabung dengan keramaian.

Tapi memang, kita tak bisa menampik, orang sudah kadung ‘mencap’ introvert adalah sosok yang canggung dengan orang lain. Introvert adalah sosok yang memposisikan diri sebagai pendengar daripada pembicara. Kita juga sudah yakin kalau ekstrovert adalah sosok yang ceria, suka pesta dan benci kesendirian.

Begitukah? Kita bahas lebih lanjut di fakta-fakta berikut, ya. Jom!

Introvert itu apa, sih? Kalau ekstrovert sendiri, apaan?
By: Susan Taylor on IG @deeannrose

21. Introvert Punya Kebutuhan Untuk Curhat atau Meluapkan Unek-unek Juga

Melampiaskan beban hati memang jadi salah-satu kebutuhan tersendiri. Orang ekstrovert biasanya akan mencak-mencak sendiri, atau segera mengunjungi seseorang untuk mengungkapkan isi hatinya. Teman yang introvert bisa jadi sasaran, sebab sosok introvert biasanya sudah berbakat dari sananya untuk jadi pendengar yang baik.

Beda lagi dengan introvert yang cenderung menyimpannya sendiri. Meski demikian, bukan berarti mereka ‘tidak butuh agenda curhat’. Mereka kadang memiliki cara istimewa, misalnya dengan menulis, melukis, bikin sketsa, dsb. Tapi ada saat-saat di mana mereka tergelitik juga untuk curhat, tapi tentunya orang yang mereka cari adalah yang terpercaya, tidak sembarangan.

20. Orang Extrovert Bisa Jadi Pendengar yang Baik, Kok!

Dalam media Huffington Post edisi tahun 2015 ini, Jennifer Kahnweiler pernah mengungkapkan kalau orang ekstrovert itu keren. Tak hanya ketika berbicara, tapi juga ketika mendengarkan orang berbicara. Dia bilang, bagian dari DNA mereka memang berorientasi pada orang, jadinya si ekstrovert berusaha membuat setiap obrolan berjalan dengan nyaman.

19. Orang Introvert Enggak Selamanya “Anti Ngomong”

Ada situasi-situasi tertentu yang menyudahi ‘aksi bungkam’ orang introvert. Kalau kata Susan Cain, yang menulis buku “Quiet – The Power of Introvert”, jurus orang introvert memang ketika mereka diam. Tapi ada saat-saat di mana mereka mesti mengungkapkan atau berbagi gagasan.

18. Tidak Semua Ekstrovert Pilih-Pilih Topik Ringan atau Basa-Basi

Memang, ekstrovert itu lihat mencairkan suasana yang beku. Baik itu hanya dengan basa-basi belaka. Namun hal itu tidak lantas membuat mereka (maaf) berotak pas-pasan. Ada kalanya mereka juga bisa terlibat dalam topik atau bahan diskusi yang cukup rumit.

Baca Juga :  Ketika Orang Introvert Selektif Memilih Orang-Orang yang “Klik”

17. Menjadi Introvert Bukan Berarti Pengin Sendirian Terus

Ya, pada dasarnya introvert juga manusia, ya. Salah-satu kebutuhannya adalah teman. Nah Sophia Dembling, salah-satu penulis di Psychology Today, pernah menulis yang isinya,

“Iya sih… introvert itu enggak suka hidup ala pesta, atau berteman dengan orang berbeda tiap malamnya, atau juga gabung dengan geng yang mengajaknya hura-hura. Tapi semua itu bukan berarti tak ada ruang di hati seorang introvert”.

Introvert juga butuh seseorang atau teman, Menjadi Introvert Bukan Berarti Pengin Sendirian Terus
By: heatherstillufsen on IG @deeannrose [cropped]

16. Extrovert Tidak Selamanya Melakukan Intrupsi Dengan Tidak Sopan

Salah-satu yang membedakan orang introvert dan ekstrovert adalah pendekatan komunikasinya ketika mengobrol. Dan menurut Deborah Tannen, seorang ahli bahasa, pernah menyatakan dalam The New York Times. Katanya pola pertukaran dialog mereka kadang enggak jelas. Untuk melakukan intrupsi atau memotong pembicaraan, mereka terkadang tidak langsung bilang “ya udahlah!”, tapi lebih memilih jeda yang cukup lama.

15. Introvert Bukanlah Orang yang Anti Sosial

Hal ini perlu diluruskan, ya. Introvert adalah bagian dari masyarakat, dan tak mungkin lepas begitu saja. Tapi ketika introvert tidak menyukai ‘pergaulan berlebih’ bukan berarti dia benci sama masyarakat. Laurie Helgoe, seorang psikologis sekaligus penulis pernah menyatakan,

“Jadi introvert bukan berarti kalau kamu itu ‘enggak doyan’ sosial, asocial atau… enggak bisa bergaul secara sosial. Kamu hanya lebih nyaman berinteraksi dengan sedikit orang.”

14. Extrovert Tidak Semuanya Berpikiran Dangkal dan Loncat-loncat Topik Obrolan

Mirip dengan poin yang ke-18. Sebagaimana yang kita tahu, orang ekstrovert suka dengan basa-basi atau obrolan ringan yang tak digali benar. Sudah dari sananya, mereka memiliki kemampuan untuk ngajak berbincang dan topiknya itu kadang random. Hal-hal kurang berbobot saja sering dibahas. Namun di sini Sophia Dembling bilang, ekstrovert juga bisa memiliki pemikiran yang dalam dan larut dalam tiap satu pembahasan.

13. Tidak Selamanya Introvert Memiliki Keinginan untuk Lebih Terbuka

Ketika seseorang membatas diri, orang lain sering menasehatinya untuk lebih terbuka dan gaul. Seolah-olah menjadi introvert itu adalah sesuatu yang salah. Di sisi lain Christina Park, seorang pebisnis, pernah menulis di media sebesar Forbes. Katanya, orang introvert yang enggak setuju kalau jadi introvert itu adalah aib, bahkan bisa melakukan hal yang lebih keren dengan menjadi dirinya sendiri.

12. Menjadi Extrovert Tidak Selamanya Menjadi Orang yang Pede

Benarkah, tingkat kepercayaan diri orang ekstrovert itu lebih tinggi dibanding dengan introvert? Kalau Steve Errey sih pernah menyatakan dalam blognya, kalau urusan jadi introvert atau ekstrovert itu beda sama ke-pede-an. Enggak selamanya orang ekstrovert itu memiliki keyakinan diri yang berlebih.

Baca Juga :  Orang Introvert Curhat dan Terbuka Pada Sosok Spesial Saja, Kamukah Itu?

11. Orang-orang “Baik dan Sesuai” Membuat Introvert Jadi Lebih Bersinar

Seorang psychotherapist, Corina Dondas, sempat berkata… kalau orang introvert itu sudah menemuka orang yang benar-benar cocok, maka mereka akan merasakan kenyamanan luar biasa. Mereka juga cenderung berusaha sekeras mungkin untuk menjadi yang terbaik.

karakter orang ekstrovert, Mendapat Kepuasan dengan Singkat Sudah Jadi Bawaannya Ekstrovert
By: Olegoprisco on IG @deeannrose

10. Mendapat Kepuasan dengan Singkat Sudah Jadi Bawaannya Ekstrovert

Correct me if I’m wrong. Memang penelitian menyebutkan kalau orang ekstrovert itu cenderung pengin imbalan atau sesuatu yang ia inginkan dengan waktu cepat. Sensitivitas itu terlihat lebih jelas dibanding dengan orang introvert.

9. Orang Introvert Bisa Berubah Jadi Extrovert

Pada dasarnya, kegiatan sosial itu memang diperlukan manusia manapun, termasuk juga para introvert. Corina Dondas sempat menjelaskan kalau introvert itu bisa melakukan apa yang dilakukan ekstrovert. Entah bercengkerama dengan orang banyak, pergi ke suatu acara atau sekadar nongki-nongki. Namun memang sih aktivitas itu hanya dilakoni sementara. Itu pun kalau mereka berada di tengah-tengah orang yang cocok atau bikin nyaman.

8. Tak Hanya Introvert, Extrovert Juga Sesekali Pengin Menyendiri

Setiap orang tak cuma memerlukan interaksi dengan orang lain. Ada kalanya orang juga ‘kangen’ dengan kesendirian, termasuk juga para ekstrovert. Tapi cara menyendiri orang itu beda-beda. Ada yang sekadar mengunci diri di kamar dan tidur, melukis, menulis, dsb. Kalau Jennifer Kahnweiler, yang nulis di Psych Central, bilang…

“Ekstrovert itu bisa saja sekadar mendengar musik via headphone di warkop aka warung kopi”.

7. Introvert Itu Sebenarnya Pengin Tahu Lebih Tentang Orang-Orang Di Sekitar

Untuk kesan pertamanya, seorang introvert itu terlihat seperti sosok yang apatis. Namun kita enggak bisa buru-buru menjudge kalau dia adalah sosok yang terlalu peduli dengan keadaan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain. Sophia Dembling pernah menulis dalam Huffington Post, katanya,

“… introvert itu bisa saja menyukai seseorang, melebihi seorang ekstrovert, soalnya introvert itu biasanya meluangkan waktu untuk mengenal lebih tentang orang yang bersangkutan”.

6. Bicara Di Depan Umum Enggak Selamanya Disukai Para Ekstrovert

Kalau dipikir-pikir, orang ekstrovert itu mestinya jadi sosok pembicara handal di depan banyak orang. Mengingat mereka adalah orang yang cukup terbuka, nyaman dengan pandangan mata orang banyak dan cenderung bisa membawakan suasana. Namun menurut George Torok, seorang speech coach, orang ekstrovert itu justeru jadi figur pembicara yang buruk kalau di depan umum. Penghalang besar biasanya datang dari tingkah-laku mereka sendiri, serta rasa ‘terlalu pede’ yang berbalik jadi ragu atau bahkan minder.

Baca Juga :  22 Keganjilan dan Keanehan Orang Introvert
Introvert Berpotensi Menjadi Pengamat yang Baik, introvert lebih perhatian
By: Enkel Dika on IG @deeannrose

5. Introvert Berpotensi Menjadi Pengamat yang Baik

Kecenderungan seorang introvert untuk ada ‘di belakang layar’ dan ‘melipir’ dari keramaian memberinya keleluasaan untuk mengamati sesuatu atau seseorang dengan baik. Masih menurut Susan Cain dalam bukunya, introvert itu hanya melakukan apa yang benar-benar disukai atau yang sesuai dengan seleranya. Dengan kata lain, kalau sesuatu atau seseorang sudah merenggut perhatiannya, dia akan mengamatinya dengan seksama. Bahkan sampai pada hal-hal kecil dan detail sekalipun!

4. Orang Extrovert Bisa Jadi Sosok yang Pemalu

Istilah ‘ekstrovert yang pemalu’ sempat diungkapkan oleh Bernardo Carducci dalam Psychology Today. Ciri-cirinya… dia adalah orang ekstrovert yang tenang atau kalem dan cenderung dingin, tapi ‘di dalamnya’ ada pergolakan rasa.

3. Introvert Berpikir Ulang Sebelum Bertindak

Sudah jadi reputasi seorang ekstrovert, kalau mereka itu cenderung berbicara atau bertingkah tanpa dipikirkan lebih dulu. Sebaliknya, seorang introvert itu banyak pertimbangannya. Apalagi kalau sesuatu yang hendak ia putuskan itu adalah persoalan besar. Ia memang tidak mau mengambil risiko berbahaya akan apapun keputusannya.

2. Ekstrovert Lebih Bahagia Daripada Dari Introvert Itu… Keliru!

Kalau dilihat-lihat kepribadian seorang ekstrovert memang terlihat ceria, positif, antusias, berenergi, punya banyak teman, dsb. Namun bukan berarti hidup mereka itu lebih bahagia daripada introvert. Gaya hidup mereka berbeda dan tak ada kaitannya dengan ‘siapa yang lebih senang atau bahagia’. Sebab, introvert memiliki cara tersendiri untuk merasakan kepuasan atau kebahagiaan pribadi.

1. Introvert Akrab dengan Dunia Online

Kalau diminta memilih komunikasi secara langsung atau via online, introvert akan lebih nyaman dengan pilihan yang kedua. Bagaimanapun, aktivitas online memberi keleluasan berlebih bagi mereka untuk menimbang-nimbang dulu sebelum bertindak. Jarak dan pengendaliannya juga jauh, sehingga tak ada kekhawatiran untuk merasa canggung, takut atau kikuk.

Hmm… pasti masih banyak fakta yang terlewat ya, Bro-Sist?! 21 Fakta Unik, Menarik dan Mengejutkan Seputar Orang Introvert dan Ekstrovert. #RD

You May Also Like

2 Comments

  1. Couldn’t agree more for #11! Bener banget itu! Hhahaha

    Boleh sedikit nambahin? Dari artikel dan jurnal yang pernah aku baca tentang introversion dan extroversion. Pada dasarnya pelabelan paling general dan lumayan akurat untuk introvert dan extrovert itu berdasarkan source of energy. Orang-orang introvert akan terkuras ‘baterai’nya kalau berada di lingkungan ramai, penuh orang yang nggak dikenal, dan harus basa-basi. Orang introvert butuh me-time atau bahasa lebih kerennya hermit mode untuk me-recharge tenaganya lagi. Sementara kalau orang extrovert, source of energynya adalah keramaian. Jadi dia akan merasa energinya terisi kalau berada ditempat ramai, ikut party, nongkrong sama temen2, dll. Kurang lebih yang aku tahu seperti itu. Jadi traits lain dari yang bisa bikin bias antara introvert dan extrovert itu juga sebenarnya tergantung keadaan ‘baterai’ orangnya saat itu. Introvert bisa aja jadi hiperaktif, ngobrol nggak berhenti, mau disuruh nge-MC kalau baterainya lagi penuh. Dan orang extrovert juga bisa aja gloomy, ga mau cerita, jadi mendadak pendiam karena baterainya lagi kosong.

    1. Hmm… Mirip sama poin nomor #9. Si introvert bisa “bersedia” nyemplung ke keramaian. Dia bisa nyaman di tengah-tengahnya, kalau emang dia bersama-sama dengan orang yang bikin yang nyaman. Berarti ada “sth missing” di sini. As u said, “source of energy”. Bener banget! Ah, berarti bisa masuk jadi poin nomor #22. Hehe… thank u buat tambahannya. 🙂

Comments are closed.