21 Fakta Unik, Menarik dan Mengejutkan Seputar Orang Introvert dan Ekstrovert

2
SHARE
karakter orang ekstrovert, Mendapat Kepuasan dengan Singkat Sudah Jadi Bawaannya Ekstrovert
By: Olegoprisco on IG @deeannrose

10. Mendapat Kepuasan dengan Singkat Sudah Jadi Bawaannya Ekstrovert

Correct me if I’m wrong. Memang penelitian menyebutkan kalau orang ekstrovert itu cenderung pengin imbalan atau sesuatu yang ia inginkan dengan waktu cepat. Sensitivitas itu terlihat lebih jelas dibanding dengan orang introvert.

9. Orang Introvert Bisa Berubah Jadi Extrovert

Pada dasarnya, kegiatan sosial itu memang diperlukan manusia manapun, termasuk juga para introvert. Corina Dondas sempat menjelaskan kalau introvert itu bisa melakukan apa yang dilakukan ekstrovert. Entah bercengkerama dengan orang banyak, pergi ke suatu acara atau sekadar nongki-nongki. Namun memang sih aktivitas itu hanya dilakoni sementara. Itu pun kalau mereka berada di tengah-tengah orang yang cocok atau bikin nyaman.

8. Tak Hanya Introvert, Extrovert Juga Sesekali Pengin Menyendiri

Setiap orang tak cuma memerlukan interaksi dengan orang lain. Ada kalanya orang juga ‘kangen’ dengan kesendirian, termasuk juga para ekstrovert. Tapi cara menyendiri orang itu beda-beda. Ada yang sekadar mengunci diri di kamar dan tidur, melukis, menulis, dsb. Kalau Jennifer Kahnweiler, yang nulis di Psych Central, bilang…

“Ekstrovert itu bisa saja sekadar mendengar musik via headphone di warkop aka warung kopi”.

7. Introvert Itu Sebenarnya Pengin Tahu Lebih Tentang Orang-Orang Di Sekitar

Untuk kesan pertamanya, seorang introvert itu terlihat seperti sosok yang apatis. Namun kita enggak bisa buru-buru menjudge kalau dia adalah sosok yang terlalu peduli dengan keadaan dirinya sendiri, tidak dengan orang lain. Sophia Dembling pernah menulis dalam Huffington Post, katanya,

“… introvert itu bisa saja menyukai seseorang, melebihi seorang ekstrovert, soalnya introvert itu biasanya meluangkan waktu untuk mengenal lebih tentang orang yang bersangkutan”.

Baca Juga :  4 Kunci Utama Agar Introvert Merasa Bahagia Tanpa Berubah atau Menjadi Orang Lain

6. Bicara Di Depan Umum Enggak Selamanya Disukai Para Ekstrovert

Kalau dipikir-pikir, orang ekstrovert itu mestinya jadi sosok pembicara handal di depan banyak orang. Mengingat mereka adalah orang yang cukup terbuka, nyaman dengan pandangan mata orang banyak dan cenderung bisa membawakan suasana. Namun menurut George Torok, seorang speech coach, orang ekstrovert itu justeru jadi figur pembicara yang buruk kalau di depan umum. Penghalang besar biasanya datang dari tingkah-laku mereka sendiri, serta rasa ‘terlalu pede’ yang berbalik jadi ragu atau bahkan minder.

Introvert Berpotensi Menjadi Pengamat yang Baik, introvert lebih perhatian
By: Enkel Dika on IG @deeannrose

5. Introvert Berpotensi Menjadi Pengamat yang Baik

Kecenderungan seorang introvert untuk ada ‘di belakang layar’ dan ‘melipir’ dari keramaian memberinya keleluasaan untuk mengamati sesuatu atau seseorang dengan baik. Masih menurut Susan Cain dalam bukunya, introvert itu hanya melakukan apa yang benar-benar disukai atau yang sesuai dengan seleranya. Dengan kata lain, kalau sesuatu atau seseorang sudah merenggut perhatiannya, dia akan mengamatinya dengan seksama. Bahkan sampai pada hal-hal kecil dan detail sekalipun!

4. Orang Extrovert Bisa Jadi Sosok yang Pemalu

Istilah ‘ekstrovert yang pemalu’ sempat diungkapkan oleh Bernardo Carducci dalam Psychology Today. Ciri-cirinya… dia adalah orang ekstrovert yang tenang atau kalem dan cenderung dingin, tapi ‘di dalamnya’ ada pergolakan rasa.

3. Introvert Berpikir Ulang Sebelum Bertindak

Sudah jadi reputasi seorang ekstrovert, kalau mereka itu cenderung berbicara atau bertingkah tanpa dipikirkan lebih dulu. Sebaliknya, seorang introvert itu banyak pertimbangannya. Apalagi kalau sesuatu yang hendak ia putuskan itu adalah persoalan besar. Ia memang tidak mau mengambil risiko berbahaya akan apapun keputusannya.

2. Ekstrovert Lebih Bahagia Daripada Dari Introvert Itu… Keliru!

Kalau dilihat-lihat kepribadian seorang ekstrovert memang terlihat ceria, positif, antusias, berenergi, punya banyak teman, dsb. Namun bukan berarti hidup mereka itu lebih bahagia daripada introvert. Gaya hidup mereka berbeda dan tak ada kaitannya dengan ‘siapa yang lebih senang atau bahagia’. Sebab, introvert memiliki cara tersendiri untuk merasakan kepuasan atau kebahagiaan pribadi.

Baca Juga :  22 Keganjilan dan Keanehan Orang Introvert

1. Introvert Akrab dengan Dunia Online

Kalau diminta memilih komunikasi secara langsung atau via online, introvert akan lebih nyaman dengan pilihan yang kedua. Bagaimanapun, aktivitas online memberi keleluasan berlebih bagi mereka untuk menimbang-nimbang dulu sebelum bertindak. Jarak dan pengendaliannya juga jauh, sehingga tak ada kekhawatiran untuk merasa canggung, takut atau kikuk.

Hmm… pasti masih banyak fakta yang terlewat ya, Bro-Sist?! 21 Fakta Unik, Menarik dan Mengejutkan Seputar Orang Introvert dan Ekstrovert. #RD

1
2
SHARE

2 COMMENTS

  1. Couldn’t agree more for #11! Bener banget itu! Hhahaha

    Boleh sedikit nambahin? Dari artikel dan jurnal yang pernah aku baca tentang introversion dan extroversion. Pada dasarnya pelabelan paling general dan lumayan akurat untuk introvert dan extrovert itu berdasarkan source of energy. Orang-orang introvert akan terkuras ‘baterai’nya kalau berada di lingkungan ramai, penuh orang yang nggak dikenal, dan harus basa-basi. Orang introvert butuh me-time atau bahasa lebih kerennya hermit mode untuk me-recharge tenaganya lagi. Sementara kalau orang extrovert, source of energynya adalah keramaian. Jadi dia akan merasa energinya terisi kalau berada ditempat ramai, ikut party, nongkrong sama temen2, dll. Kurang lebih yang aku tahu seperti itu. Jadi traits lain dari yang bisa bikin bias antara introvert dan extrovert itu juga sebenarnya tergantung keadaan ‘baterai’ orangnya saat itu. Introvert bisa aja jadi hiperaktif, ngobrol nggak berhenti, mau disuruh nge-MC kalau baterainya lagi penuh. Dan orang extrovert juga bisa aja gloomy, ga mau cerita, jadi mendadak pendiam karena baterainya lagi kosong.

    • Hmm… Mirip sama poin nomor #9. Si introvert bisa “bersedia” nyemplung ke keramaian. Dia bisa nyaman di tengah-tengahnya, kalau emang dia bersama-sama dengan orang yang bikin yang nyaman. Berarti ada “sth missing” di sini. As u said, “source of energy”. Bener banget! Ah, berarti bisa masuk jadi poin nomor #22. Hehe… thank u buat tambahannya. 🙂

Comments are closed.