27 Ciri-Ciri Kalau Kamu itu Seorang Penulis Sejati

4
SHARE

penulis, perempuan penulis, perempuan menulis, perempuan mengetik di laptop, penulis adalah, menulis di kafe, penulis dan kopi
Via: theodysseyonline.com

#8. Punya Naluri “Tulisan ini Bagus atau Tidak”

Penulis yang sudah berpengalaman atau baru merangkak biasanya memiliki “indera” tersendiri untuk menilai tulisan orang lain. Entah dari segi susunannya, pemilihan kosakatanya, maknanya, dsb. Penulis seringkali bisa menentukan, oh tulisan ini keren atau oh tulisan ini kurang dari segi anu.

#9. Penyendiri dan Suka Suasana Sepi

Rata-rata penulis menghabiskan waktu sendirian. Dia bukan antisosial, tetapi memerlukan me time untuk menuangkan isi hati dan pikirannya. Sebab terkadang suasana gaduh membuat otak jadi rusuh. Kecuali kalau musik favorit, yang kadang serasa sedang memijit.

#10. Perhatian

Bagi penulis, keramaian pasar itu bukan sesuatu yang mengganggu atau bikin sumpek. Demikian juga dengan beranda atau timeline yang selalu ramai. Terkadang ia justeru senang, sebab sudah mendapatkan berbagai ide atau inspirasi tulisan dari berbagai percakapan, status, atau kejadian di sekitarnya. Orang-orang mungkin tidak sadar kalau mereka tengah diperhatikan, tak lain dan tak bukan, yakni oleh sesosok penulis.

#11. Penasaran

Poin ini mirip dengan “perhatian” di atas. Penulis, disadari atau tidak, memang lebih condong untuk mengobservasi segala hal di sekitar. Ia bisa keukeuh merasa penasaran walau kata orang “biarin ajalah, ngapain dipikirin?!”. Misalnya ketika ada bocah yang kerap joget-joget di atas tower jaringan telekomunikasi, ketika ada kucing yang raut matanya selalu merengut, ketika penjaga kantin yang periang tiba-tiba murung, dsb. Penulis serasa tak bisa untuk tak peduli. Ia sebenarnya memiliki naluri untuk ingin tahu lebih banyak tentang segala sesuatu yang ditemuinya.

#12. Pendengar yang Baik

Penulis bisa membuka lebar mata, telinga dan pikirannya ketika ada orang yang curhat. Baik itu secara langsung, via telepon, atau juga tulisan. Ia selalu berusaha memposisikan diri sebaik mungkin. Bila perlu, ia justeru akan mengangkat cerita tersebut ke dalam tulisannya.

Baca Juga :  10 Hal yang Sebenarnya Terjadi Ketika Mengalami Writer’s Block

#13. Memiliki Dunianya Sendiri

Penulis adalah kreator, atau pencipta dari tulisannya sendiri. Untuk menuangkan rangkaian katanya, ia seperti memiliki “pabrik” tersendiri di “dunianya”. Ada yang bertugas mencari tema atau topiknya, mengumpulkan kata-katanya, menyusunnya, menambahkan efek indahnya, dsb. Semuanya bekerja tanpa disadari orang di sekitar.

#14. Punya Daya Imajinasi

Tinggi atau tidaknya imajinasi itu berbeda-beda. Tetapi penulis pada umumnya memang memiliki fantasi atau khayalan tersendiri, khususnya bagi yang menulis di ranah fiksi. Kadang-kadang karyanya bisa hadir lantaran penulis mengkhayalkan seseorang, berfantasi tentang suatu kejadian, berangan-angan ada di pulau antah-berantah, dsb. Dengan imajinasinya itu, penulis bisa melahirkan dunia beberapa tokoh atau karakter buatan sendiri.

#15. Menolak Plagiat

Rasanya sulit kalau penulis menulis dengan murni, tanpa inspirasi dari manapun. Tulisannya kerapkali tak lepas penulis-penulis terdahulu yang sudah ia baca. Namun penulis sejati akan terbuka jika ia memang mengutip atau menyadur suatu karya. Ia akan sangat terganggu apabila mencoba mengaku-ngaku sesuatu yang bukan ciptaannya. Ia juga akan otomatis merasa geram jika tindak plagiarism terjadi di sekitar. Contohnya pada pelajar yang dengan mudahnya mengunduh beragam tugas, lalu sampai tega mengganti nama penyusun asli dengan namanya. Ups!

#16. Tak Ada Pengalaman yang Sia-sia

Bagi penulis, segala sesuatu yang dianggap “apa-apaan” bukanlah sesuatu yang tak berguna. Misalnya ketika dikeluarkan dari kelas karena PR-nya kurang lengkap, ketika kucing lapar bermanja-manja ke betisnya, ketika basah kuyup kehujanan, ketika salah orang, dsb. Semua itu bisa jadi list untuk ditulis.

#17. Sangat Menghargai Tulisan

Zaman sekarang, penulis memiliki berbagai media untuk “mengandangkan” tulisannya. Entah itu di buku diary, di fitur note fesbuk, dalam buku yang diterbitkan (solo atau antologi), dalam blog, koran, dsb. Yang jelas, semuanya begitu berarti bagi penulis. Ia bisa jadi akan galau berkepanjangan apabila buku catatannya hilang atau lupa menyimpan.next-page-RD-300x100-1

Baca Juga :  1 Senjata Andalan Haters untuk Menyerang Para Blogger
1
2
3
SHARE

4 COMMENTS

  1. Hmmmmm…… bnr lgi … bbrpa hal memang ada di saya, tp akhir2 ini lg gak mood menulis postingan, lg doyan membc nyasar dr blog ke blog dan kemudian “nyampah” ngomen disana. Semoga gak keberatan yah…

    Oia. Lam kenal .

    • Mungkin sedang capek atau bagaimana. Nanti biasanya semangat nulisnya muncul lagi. Aamiin… Wah sangat tidak keberatan kok, Mbak. Haha…

      Salam kenal juga, ya. ^_^

Comments are closed.