3 Alasan Kenapa Orang Introvert Sulit Menjalin Koneksi atau Hubungan Spesial

0
SHARE
menjalin hubungan dengan introvert, berteman dengan introvert, pacaran dengan introvert, berteman dengan orang introvert, cara berteman dengan orang introvert
Image via: bustle.com

Rata-rata orang introvert terkesan kalem di awal kenal. Namun begitu sudah dekat, kamu baru menguak betapa seru dan cerewetnya dirimu.

Selain itu, introvert dikenal sebagai orang yang perhatian meski tidak kelihatan. Kamu punya rasa simpati terhadap orang lain. Kamu sedih sama keadaan dunia yang berantakan.

Di satu sisi, kamu ingin menjadi pahlawan. Di sisi lain, kamu pun butuh pahlawan.

Introvert bisa jadi memiliki banyak teman, namun kamu tidak benar-benar menampakkan diri segamblang mungkin. Selalu ada sisi misteriusnya.

Teman-temanmu pun mungkin saja merasa demikian; merasa sudah dekat dan tahu kamu, tapi merasa ada sesuatu yang belum tergali darimu.

Bagi introvert, dekat dengan sosok yang bikin kamu nyaman itu karunia besar.

Kamu memang selalu memandang manusia sebagai makhluk yang baik, sehingga layak untuk disayangi. Tetapi jauh dalam hati, ada kesulitan untuk menjadikan segelintir dari mereka sebagai sosok spesial yang tahu betul semua sisi dirimu. Entah itu sebagai sahabat karibmu, “keluarga angkatmu” atau pasanganmu.

Kenapa begitu?

1Ada rasa takut “hanya dimanfaatkan”

Image via: highlysensitiverefuge.com

Banyak introvert yang siap menebar cinta, sikap optimis, dan aura positif. Bagi introvert, semua makhluk Tuhan itu pada dasarnya memang baik. Pandangan itu bahkan tetap bertahan, sekali pun kamu sendiri dijahati.

Kamu tipikal teman yang siap mendengar ketika yang lain menumpahkan emosinya, siap memeluk ketika yang lain bergetar menahan sedih, siap meminjamkan uang (jika ada) ketika yang lain kekurangan, dll. Kamu mengerahkan yang terbaik.

Kalau sampai tidak membantu meringankan, kamu malah tidak tenang.

Hanya saja, ada oknum yang kerap memanfaatkan sisi baikmu itu. Bahkan kamu dijerat agar terus ada dan memberi, sedangkan ketika kamu yang butuh bantuan, mereka menghilang dan sulit dihubungi. Hubunganmu dan mereka begitu toksik.

Sebagai manusia biasa, lama-lama kamu sadar kalau cinta dan kepedulianmu hanya “bertepuk sebelah tangan”. Sehingga sebagian dari kamu pun memilih untuk jaga jarak atau mundur sekalian. Kamu juga butuh melepaskan dan move on.

2Susah menemukan orang yang emosinya “cocok”

Image via: melodywilding.com

Beberapa introvert begitu pengertian, enggak enakan, punya empati tinggi, mudah iba, dan rela berkorban. Oleh karena itu, kamu tidak suka terhadap orang-orang yang mudah “menghakimi”, merendahkan, mengejek, fake, jahil, dll. Kamu gerah dengan konten negatif yang membuat satu sama lain saling membenci, saling curiga, saling perang, saling mencaci.

Contohnya; kadang kamu tidak habis pikir, ada orang yang terbahak-bahak ketika penderita gangguan mental disebut (maaf) ‘orang gila’.

Kamu juga hanya geleng-geleng kepala ketika ada pihak-pihak yang mengejek orang yang bunuh diri karena alasan putus cinta, misalnya. Bagi kamu, persoalan emosi manusia itu bukan perkara ringan yang bisa diasumsikan sembarangan.

Tak heran kalau kamu menahan diri sekuat mungkin untuk tidak bicara atau bertindak sembarangan. Sedapat mungkin kamu berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Kamu sangat menghormati perasaan orang lain.

Baca Juga :  9 Bocoran Cara Agar Introvert Mudah Jatuh Cinta

Selain itu, kamu pun kurang cocok dengan mereka yang topik pembicaraannya “tidak dalem”. Kalau kamu di tengah orang-orang yang penuh basa-basi, ngomongin orang lain, membanding-bandingkan diri, menghasut, dll – hal yang ingin kamu lakukan hanyalah kabur. Sekali pun sudah terjebak dalam kondisi itu, kamu melakukannya karena terpaksa agar tidak menyinggung siapa pun.

Meski demikian, kamu hanya bisa diam.

3Perasaan kamu kadang “terlalu dalam”

Image via: theauthentichsp.com

Beberapa “kerumitan” introvert memang demikian; perasaanmu terlalu dalam, dan mungkin ditambah sama pikiranmu yang terlalu banyak dan kusut. Sehingga ada kesan kamu sebagai sosok yang sensitif dan “berbeda”.

Misalnya satu tindakan atau perkataan seseorang itu bisa jadi begitu menyinggung, sehingga kamu hilang respek dan kepercayaan padanya. Jika berhadap-hadapan, kamu memang masih bisa bertingkah sopan dan memendamnya, namun jauh dalam hati – sebenarnya kamu sudah enggan menjalin kedekatan lagi.

Kadang kamu juga suka ngambek dan pantang mencair sebelum dihubungi duluan.

Contoh lain; karena kamu “unik dan berbeda”, kadang ada rasa minder yang membuatmu jadi cemas sendiri. Kamu merasa terganggu dengan ketidaksempurnaanmu. Kamu merasa tidak cukup, tidak pantas dan tidak layak. Duh! iya memang kadang separah itu.

Jika mereka tidak tahu dan tidak memahami perjuanganmu, mungkin saja hubungan itu akan jadi canggung. Mungkin saja mereka akan menjauhimu, bukan mendekat dan merangkulmu. Lagi-lagi, kamu seperti ditinggal sendiri.

Nah, kadang karena hal-hal tersebutlah orang introvert sulit menjalin koneksi yang erat.

Perlu pemahaman dan kesabaran ekstra.

Tidak mudah rasanya untuk membangun hubungan yang klik dan seperti tersengat listrik.

Tak heran, ketika kamu sudah menemukan “sosok itu”, kamu akan mengapresiasinya sebisamu. 3 Perjuangan Kenapa Orang Introvert Sulit Menjalin Koneksi atau Hubungan Spesial. #RD

Baca Juga :  3 Alasan Kenapa Patah Hati dan Putus Cinta Lebih Sulit Dihadapi Orang Introvert
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.