30 Pelajaran Tentang Cinta dan Kehidupan Menginjak Usia 30 Tahunan

0
SHARE
pelajaran tentang cinta, pelajaran tentang hubungan, pelajaran tentang kehidupan, menginjak usia 30 tahun, usia kepala tiga
Image via: flintasbury.org

Tahun ini, tepatnya pada bulan ke-6 nanti, saya berusia 30 tahun. Dulu ketika menginjak usia 20-an, saya merasa antusisas dan berenergi. Rasanya tidak sabar untuk menyambut masa depan. Namun kini, saya lebih banyak pasrah. Mau bagaimana pun, waktu terus berjalan dan mengantarkan saya pada usia kepala tiga. Ya, saya menua.

Sejauh ini, ada beberapa pelajaran tentang cinta dan kehidupan yang bisa disimpulkan:

#1 Apa Arti Definisi Tanpa Menjalani

Seringkali kita berusaha mendefinisikan berbagai kata. Entah itu cinta, kebahagiaan, kesuksesan, dll. Namun apalah definisi itu semua jika kita hanya memikirkannya saja, tanpa bergerak menjalaninya.

#2 Meyakini Campur Tangan Tuhan

Tidak semua keinginan tercapai. Tidak semua rencana bisa terlaksana. Ketika semua itu terjadi, kita diuji untuk tetap meyakini bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh-Nya dengan pengaturan yang terbaik. Dia tidak sengaja mematahkan hati ciptaan-Nya dalam rangka menyiksa, melainkan memandu dan mengarahkan pada jalan yang lebih selamat dan diridai-Nya.

#3 Tidak Perlu Menunggu Orang Lain untuk Mengubahmu

Pada dasarnya, kita semua ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Namun kadang kita terjebak, dengan menjadikan orang lain sebagai jalan agar kita berubah. Padahal mestinya perubahan tersebut hadir dari diri sendiri. Tidak perlu mencari orang lain untuk mengubah keadaanmu, tetapi bertahanlah dengan mereka yang bersamamu ketika kamu sedang berusaha mengubah keadaan itu.

#4 Belajar Memaafkan, Bukan Memelihara Kebencian

Kemampuan memaafkan tidak bisa dikuasai sembarang orang. Memaafkan itu kekuatan, bukan kelemahan. Memaafkan bisa membuat urusan jadi selesai dan luka berpeluang disembuhkan.

#5 Tidak Semua Perkataan Orang Mesti Diambil Hati

Kita tidak bisa mengendalikan mulut orang lain. Namun kita masih bisa mengontrol respons diri sendiri atas perkataan mereka. Lagipula, mereka bukan kamus. Mereka tidak berhak mendefinisikan manusia lainnya.

Baca Juga :  Siapa yang Menyakitimu Sekarang? Apa Sudah Kamu Maafkan?

#6 Semakin Tahu, Semakin Tidak Mengerti

Hidup ini memang ironi. Semakin mempelajari sesuatu, semakin sadar kalau terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui. Ketika mengetahui dan menjalani cinta, kita justru semakin tidak paham cinta itu apa.

#7 Sahabat yang Baik adalah Investasi Masa Depan

Ketika tidak memiliki siapa pun untuk mengadu dan berbagi cerita, kita bisa kembali pada sahabat terbaik yang pernah dimiliki. Mereka bisa seperti saudara atau keluarga sendiri.

#8 Kita Tidak Pernah Sampai pada Titik Cukup

Sekeras apa pun berusaha, selalu ada pihak yang tidak mengapresiasi. Jangan sampai diri sendiri ikutan seperti itu.

#9 Keluarga Bisa Bersalah Juga

Keluarga adalah tempat kembali yang ideal. Namun tidak semua bisa dipukul rata demikian. Beberapa orang justru menempatkan keluarga sebagai pihak yang toksik.

#10 Menghadapi Momen Buruk

Tidak ada hari mujur yang abadi. Tidak ada hari sial yang abadi. Hidup ini sendiri hanyalah sementara.

#11 Kekuatan Musik

Di masa-masa down, ketika malas ngapa-ngapain – termasuk malas mengobrol dan mendengarkan nasihat orang, musik mungkin bisa jadi alternatif pilihan yang bikin kamu baikan.

#12 Lebih Peka Terhadap Diri Sendiri

Tuhan tidak menciptakan makhluk-Nya karena iseng belaka. Pasti ada tujuannya. Belajar lebih peka, biar lebih tahu sebenarnya apa peran yang diemban diri ini.

#13 Menentukan Prioritas

Terlalu banyak hal-hal kurang penting yang justru menguras kita. Alangkah lebih baik untuk mulai tegas menyeleksi mana yang layak mendapat perhatian dan energi kita dan mana yang tidak.

#14 Belajar Melepaskan

Ada beberapa orang yang kita perjuangkan agar tetap bertahan. Namun seringkali usaha itu justru menyakitkan. Sehingga kita harus balik badan, jadi melepaskan. Apa yang  bukan untukmu, sebaiknya tidak dipaksakan menggenggam.

#15 Kekuatan Karya Orang Lain

Baca Juga :  8 Tips Agar Bisa Tegas Bilang “No” Sama Sindrom FOMO

Karya orang lain seperti buku, lagu, film, lukisan, dll, bisa saja mengubah hidupmu. Tidak perlu meremehkan karya siapa pun. Barangkali karya mereka lah yang memberi pelajaran berharga padamu.

#16 Menjadi Fans Diri Sendiri

Bukan berarti kamu narsis. Artinya, kadang kamu sendiri yang mesti ada dan mendukung apa pun aktivitas baik yang sedang dilakukan. Tidak perlu mengandalkan keberadaan dan support dari orang lain saja.

#17 Merobohkan Benteng Diri Sendiri

Beberapa orang membangun jembatan untuk meraihmu. Mereka benar-benar peduli padamu. Jangan sampai kamu malah mendirikan benteng tinggi dan kokoh, sehingga mereka tidak mampu menjangkaumu.

#18 Tidak Menampik Rasa Cinta

Jatuh cinta memang bisa jadi kondisi yang menjebak. Kamu antara kuat sekaligus sangat lemah. Namun tidak perlu menampik kedatangan rasa tersebut. Silakan sambut dan manfaatkan kesempatan itu.

#19 Kamu Kuat

Kalau dipikir-pikir, entah sudah berapa kali masa-masa terpuruk bisa dilalui. Ketika dijalani, rasanya memang berat. Namun jika sudah berlalu, kesulitan dan kesedihan akan menjadi cerita yang cukup seru.

#20 Sensasi Kesuksesan

Apalah rasanya kesuksesan jika ditempuh dengan cara ‘memotong jalan’. Apalah rasanya kesuksesan jika hanya digenggam sendirian dan tidak berbagi pada orang-orang. Rasanya mungkin hambar.

#21 Penampilan VS Karakter

Kita tidak bisa mengelak dari adanya fenomena ‘beauty privilage’, di mana tampang bisa begitu menolong. Meski demikian, tetap dahulukan karakter, yang memang tidak akan lekang dimakan waktu.

#22 Selagi Muda, Jangan Pilih Kasih

Jika ada kesempatan baik untuk mempelajari sesuatu, sebaiknya ambil saja. Tidak perlu langsung bersikap antipati. Siapa tahu sesuatu yang tadinya sangat dibenci justru akan jadi sesuatu yang sangat berarti.

#23 Masa Lalu Kelam Tidak Sama Dengan Masa Depan Kelam

Tidak apa-apa jika hidupmu penuh dengan bekas luka. Semua itu menjadi bukti perjuanganmu selama ini. Tetap percaya diri menyambut babak baru selanjutnya.

Baca Juga :  13 Jenis Bau yang Bisa Menjadi Mood Booster, Bikin Rileks, dan Mendatangkan Rasa Bahagia

#24 Berdamai dengan Kesendirian

Repot juga kalau kamu terlalu menggantungkan diri pada orang lain agar tidak merasa sunyi dan sepi. Sebaliknya, jika seseorang merasa bisa akrab dengan kesendirian, ada kemungkinan dia lebih bijak menghadapi kehampaan.

#25 Menghadapi Ketakutan

Beberapa hal bisa jadi begitu gencar menakutimu. Kamu kadang sampai ragu untuk melangkah. Namun ada kalanya kamu justru harus menghadapi ketakutan itu, bukan dengan menghindarinya.

#26 Mengakui Kelemahan dan Meminta pertolongan

Sebagai makhluk Tuhan, kita sangat tidak berdaya. Kita merasa begitu kerdil, mudah rapuh, menangis, dll. Sehingga kita butuh doa dan pertolongan orang lain. Namun tidak apa-apa. Semua itu menunjukkan jati diri kita sebagai manusia.

#27 Berhenti Pura-Pura Bahagia

Sudah bukan waktunya lagi untuk pura-pura baik-baik saja kalau memang tidak sedang baik-baik saja. Pura-pura bahagia justru akan memicu kesedihan yang lebih riil.

#28 Mantera Kehidupan

Tidak selamanya hidup berjalan mulus. Ada kalanya semua terasa begitu sesak dan sulit. Ketika situasi itu terjadi, ingatkan diri sendiri bahwa, ‘semua ini akan berlalu’ dan ‘hidup masih harus berlanjut’.

#29 Tahu Kapan Menyerah dan Kapan Mempertahankan

Nasihat ‘jangan menyerah’ rupanya tidak berlaku untuk semua kondisi. Jika sudah tidak memungkinkan, sebaiknya serahkan saja. Namun jika masih bisa diusahakan, sebaiknya kerahkan segenap kemampuan. Boleh menyerah , dengan catatan sudah berikhtiar dengan gencar.

#30 Kita Tidak Benar-Benar Sendiri

Adanya langit, bumi, dan seisinya pasti karena ada yang menciptakannya. Termasuk diri kita, yang merupakan satu dari sekian miliaran manusia yang bernapas di dunia. Hidup bukan tentang kita saja. Ada banyak kepentingan lainnya.

Demikian, 30 Pelajaran Tentang Cinta dan Kehidupan Menginjak Usia 30 Tahunan. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.