5 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Sikap dan Perlakuan Terhadap Pelayan atau Bawahan

5 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Sikap dan Perlakuan Terhadap Pelayan atau Bawahan

5 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Perlakuannya Terhadap Karyawan atau Pelayan
Via: xwbo.com

“Lihatlah kita… kalau ketemu orang kaya, sopannya bukan main. Tapi kalau ada orang biasa, kita pun biasa saja. Acuh tak acuh, malah.”

Begitulah fakta yang sempat diujarkan oleh Mimih beberapa waktu yang lalu. Tak semua orang begitu, namun sebagian besar sepertinya memang demikian. Hehe…

Jadinya bukan perkara aneh ketika ada orang yang super baik terhadap orang lain yang memiliki uang banyak, status tinggi, atau pengaruh kuat. Kelakuannya itu bisa jadi bukan potret diri yang sebenarnya. Dia sedang tidak menjadi dirinya sendiri. Karena itu, perlu penyelidikan lebih lanjut. Bandingkan ketika ia memperlakukan orang bawah. Hal ini bisa sedikit membuka mata hati kita terhadap kepribadian asli orang tersebut.

Ron Shaich, CEO Panera Bread, seringkali menerapkan strategi unik ketika melakukan interview. Dia akan memanggil asisten si kandidat, dan menanyakan bagaimana bosnya memperlakukan bawahan. Sementara itu, Dr. Frederic Neuman dari Psychology Today, menyebutkan kalau kita juga bisa menerapkan strategi Ron Shaich ketika mencari pasangan hidup.

Nah, berikut ini ada 5 hal penting yang bisa kita perhatikan. Jom!

pelayan, kepribadian berdasarkan sikap terhadap pelayan, kepribadian berdasarkan sikap terhadap karyawan, permainan psikologi
Via: autismwhisper.com

#1. Muka Asli vs Muka Dua

Pernahkah melihat seseorang yang sebelumnya terlihat manis lalu berubah drastis jadi sosok yang sinis?

Sosok yang berwajah dobel ini bersikap sesuai keadaan. Berubah-ubah. Maksudnya, dia tidak bersikap sama pada semua orang. Tergantung. Bisa kita lihat bagaimana raut muka, gaya bicara, atau gesture-nya ketika bertemu “orang golongan tinggi” dan “orang golongan rendah”. Kalau ada perubahan berlebih, bisa jadi dia memang termasuk orang yang bermuka dua.

Sebaliknya, ada juga orang yang memperlakuan orang lain dengan adil. Tak pandang bulu. Hal ini bisa menggambarkan ketulusannya.

Baca Juga :  9 Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi Pilihan

#2. Nge-judge vs Pengertian

Orang yang memperlakukan pelayan atau karyawan dengan buruk biasanya sudah memiliki judgement sendiri. Mereka menganggap kalau pekerja tersebut statusnya sudah pasti lebih rendah, sehingga bisa diperlakukan seenaknya. Mereka pun terkesan akan mudah menyuruh-nyuruh, marah-marah, atau memanggil dengan cara kurang sopan.

Jika perlakuannya terbalik, karakternya tentu terbalik juga. Ada orang yang tetap menghormati pelayan, karyawan, atau orang yang sering dianggap bawahan. Mereka tidak menilai orang dari paket luarnya. Mereka juga cenderung memiliki sifat pengertian.

#3. Cocok vs Tidak Cocok Bekerja dalam Tim

Lagak seseorang yang merendahkan pegawai bukan tipikal orang yang enak diajak kolaborasi atau kerja sama. Mereka kurang cocok bekerja secara tim. Sikapnya saja sudah tidak menunjukkan respect.

Sementara itu jika seseorang mampu memperlakukan orang lain dengan adil dan penuh hormat, maka dia bisa jadi kandidat partner atau rekan kerja. Mereka sosok yang bisa menghargai orang lain, sehingga orang lain pun berbalik takdzim. Mereka juga bukan tipikal orang yang penuntut, sehingga nyaman diajak berkolaborasi.

pelayan, pelayan tampan, sikap terhadap pelayan, sikap terhadap bawahn, membaca karakter orang lain
Via: ndtv.com

#4. Pemimpin vs Bukan Pemimpin

Seperti yang disinggung di poin sebelumnya, orang yang merendahkan pelayan atau karyawan tidak bisa menerapkan apa itu respect. Keburukan ini saja sudah menjadi nilai minus bagi sosok pemimpin. Apalagi dia akan membawahi banyak orang.

Kontras dengan mereka yang mampu menaruh hormat pada siapapun. Sosok ini merupakan figur pemimpin yang ideal. Dia bisa masuk dan diterima bawahannya. Sehingga kerjasama mereka pun berlangsung nyaman dan positif.

#5. Empati vs Tegaan

Pandangan dan kelakuan orang terhadap pelayan atau karyawan bisa menunjukkan bagaimana kadar iba dan rasa empatinya. Jika sampai tega mencak-mencak, tunjuk sana-sini, atau bersikap merendahkan, berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan sifat tenggang rasanya. Dia tak kepikiran bagaimana kalau posisinya ditukar.

Baca Juga :  Menebak Arti dan Keadaan Seseorang dari 12 Macam Senyuman

Kalau pun seseorang masih tetap baik terhadap karyawan atau pelayan, berarti ia memiliki belas kasihan dan empati. Sifat tersebut sejatinya muncul sendiri. Dia juga kemungkinan besar akan menerapkan karakternya pada semua orang, bukan pada pihak tertentu saja.

Semua manusia itu tetap sama. Di hadapan Tuhan YME, atau pun di dalam pandangan manusia lainnya. Yang membedakan hanyalah amal perbuatan.

Posisi rendah atau nasib hidup yang lebih buruk tak bisa jadi alasan bagi kita untuk memperlakukan orang tersebut secara semena-mena. Dengan demikian, jika kita pengin menengok perangai asli seseorang, kita bisa memerhatikan bagaimana dia bersikap terhadap seorang karyawan, pelayan, atau mereka yang ada di posisi lebih rendah darinya. Lebih baik berhati-hati jika tingkahnya dipandang menghina atau melecehkan harga diri orang lain.  5 Kepribadian Seseorang Berdasarkan Sikap dan Perlakuan Terhadap Pelayan atau Bawahan. #RD

You May Also Like