5 Pertanyaan Seputar Tunjangan Hari Raya, Termasuk Perhitungan THR-nya!

0
SHARE
5 Pertanyaan Seputar Tunjangan Hari Raya, Perhitungan THR, perhitungan thr 2019, perhitungan thr karyawan kontrak, cara hitung thr belum setahun
Image via: starjogja.com

Sampai lebaran tahun ini, saya rasa saya belum pernah mendapatkan THR. Ya, karena saya memang bukan pekerja atau karyawan.

Ada pun pemberian barang dari lembaga dan beberapa partner dagang, tentu tidak bisa didefinisikan sebagai THR. Sebab kalau menurut Permenaker No.6/2016 pasal 6, THR itu berbentuk uang – bukan barang. Beda lagi dengan kakak, yang saban tahun harap-harap cemas menantikan cairnya THR jelang lebaran.

Meski demikian, tidak ada salahnya untuk menggali wawasan mengenai THR. Dirilis dari Gajimu.com, ada beberapa pertanyaan umum yang kerap terlontar mengenai THR. Apa saja?

1THR itu apa, sih?

Hampir semua tahu, kalau THR itu Tunjangan Hari Raya (keagamaan). Khusus muslim, THR cair menjelang hari raya idul fitri atau lebaran.

2Apa pekerja atau karyawan non-muslim mendapatkan THR?

Setiap agama memiliki hari keagamaannya masing-masing. Jadi karyawan semua agama mendapatkan hak THR juga. Tetapi kadang ada kesepakatan kalau karyawan X mendapatkan THR di hari raya keagamaan agama lain. Misalnya karyawan non-muslim yang kebagian THR menjelang hari raya idul fitri.

3Bagaimana cara perhitungan THR 2019?

Image via: m.hukumonline.com

Aturannya masih merujuk ke Permenaker No.6/2016 pasal 3 ayat 1. Bahwa:

  • Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  • Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah .

Contoh 1

Davia adalah karyawan PT.X. Dia sudah bekerja selama 3 tahun. Gaji pokoknya Rp5 juta. Tunjangan anak Rp2 juta dan tunjangan rumah Rp1 juta. Tunjangan makan dan transportasi Rp4 juta. THR-nya adalah…

Davia termasuk pekerja yang memenuhi masa kerja 12 bulan, sehingga THR-nya 1x upah/bulan. Dengan kata lain, Davia berhak mendapat THR yang nominalnya sama dengan 1 bulan gaji pokok ditambah tunjangan tetap (anak dan perumahan)

Baca Juga :  5 Tipe Teman

Kalau tunjangan makan dan transportasi tidak dihitung, karena didapatkannya tergantung kehadiran (tidak tetap).

Gaji pokok + tunjangan anak + tunjangan perumahan

Jadi THR Davia, yaitu:

Rp5 juta + Rp2 juta + Rp 1 juta = Rp8 juta.

Contoh 2

Emelia adalah karyawan kontrak PT. Y. Baru bekerja selama 6 bulan. Gaji pokoknya Rp3 juta. Tunjangan jabatan Rp500 ribu. Tunjangan makan dan transportasi Rp1 juta. THR-nya adalah …

Emelia termasuk pekerja yang belum memenuhi masa kerja 12 bulan. Sehingga rumus THR-nya: perhitungan masa kerja/12 X gaji 1 bulan.

6 bulan kerja/12 x (gaji pokok + tunjangan jabatan)

Jadi THR Emelia, yaitu:

6/12 x (Rp3 juta + Rp 500 ribu) = Rp 2 juta.

4Apakah perusahaan boleh memberikan THR dengan nominal lebih tinggi dibanding aturan Permenaker No.6/2016 pasal 3 ayat 1?

Boleh. Kadang hal ini menjadi kesepakatan bersama. Biasanya perusahaan memberi angka berlebih, khususnya kepada karyawan atau pekerja yang masa kerjanya lebih lama.

5THR dipakai untuk apa?

Kalau yang ini jawabannya terserah. Hehehe….

Selamat menantikan THR bagi yang berhak. Semoga berkah dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 5 Pertanyaan Seputar Tunjangan Hari Raya, Termasuk Perhitungan THR-nya! #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.