5 Solusi Ketika Keadaan Mentalmu Sedang Lelah Parah

mental lelah, mental lemah, ciri ciri fatigue, pengertian lelah psikis, kelelahan mental
Image via: irishtimes.com

Tak perlu merasa bersalah ketika kamu mengaku, mentalmu sedang lelah. Bagaimana pun, kamu masih termasuk golongan manusia biasa. Kamu bisa berkeringat, berdarah, lapar, emosional, dll. Kamu juga bisa mendeteksi 7 Ciri Kalau Kondisi Mentalmu Sedang Lelah Parah.

Ketika fixed kalau kamu mengalami mental fatigue, ada beberapa solusi yang bisa diupayakan untuk mencegahnya kondisi tersebut jadi berlarut-larut.

Kurangi beban pikiran

kurangi beban pikiran, laki laki santai, baju pria casual, beban pikiran, cara menghilangkan beban pikiran, cara menghilangkan beban pikiran karena cinta, dampak terlalu banyak pikiran
Image via: shutterstock.com

Bagi sebagian orang, terutama introvert, berpikir itu jadi sesuatu yang tidak terhindarkan. Menyuruh introvert untuk berhenti berpikir total ibarat mendorong bekicot untuk lari secepat kilat. Namun bukan hal mustahil bagi setiap orang untuk mengurangi beban pikiran.

Tidak perlu memikirkan terlalu banyak hal. Selektif saja. Pikirkan sesuatu yang memang mendesak, layak menerima perhatian, dan pantas jadi pusat konsentrasi. Jika persoalan tersebut tidak begitu penting, bukan prioritas utama, dan bisa ditunda … sebaiknya tidak dijejalkan ke otak.

Saya pernah stres sendiri karena sedang semangat menulis untuk blog, namun di saat yang sama saya kepikiran tugas untuk mengajar Bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus. Padahal tugas tersebut akan dilaksanakan keesokan harinya. Kondisi itu sempat membuat saya bad mood. Tetapi kini saya berusaha tidak memikirkannya dulu, melainkan fokus menulis sampai selesai dan memostingnya. Setelah semuanya beres, barulah saya menyiapkan bahan ajar.

Mengontrol diri dari pikiran negatif

berpikir positif, cara berpikir positif, cara berpikir positif dan dewasa, ara berpikir positif terhadap orang lain, kata bijak berpikir positif, kekuatan berpikir positif, berpikir positif quotes
Image via: Pinterest

Kamu bisa merasa letih abadi jika terus kritis terhadap diri sendiri, dan seakan-akan terus menuntut kesempurnaan. Redupkan dan benamkan suara jahat dalam kepalamu, yang membuatmu menjadi haters bagi diri sendiri. Kamu jadi mengabaikan dirimu sendiri, bahkan terkesan terus menyerang.

Peperangan dengan diri sendiri lebih sengit, sebab kadang orang lain tidak mengetahui hal itu. Hanya kamu.

Demikian juga ketika orang lain mengembuskan pikiran negatif, kamu mesti siaga. Jangan sampai komentar kejam mereka memengaruhi keindahan hidupmu. Kamu memang tak bisa membekap mulut mereka atau mematahkan jari mereka agar tidak bisa mengetik di kolom komentar, namun kamu masih memegang kendali terhadap dirimu sendiri. Abaikan suara-suara sumbang itu.

Baca Juga :  8 Tips atau Cara Mengatur Waktu atau Jam Belajar Mengajar Bagi Guru

Memanjakan diri sendiri

memanjakan diri, memanjakan diri sendiri, memanjakan diri di rumah, memanjakan diri di spa, memanjakan diri sebelum kawin, memanjakan diri sebelum menikah
Image via: studentsforliberty.org

Kalau menggantungkan kebahagiaan terhadap orang lain, kamu bisa terjebak pada harapan-harapan. Mending kalau harapan itu terwujud. Kamu pasti semringah. Namun jika harapan itu palsu atau bahkan tidak pernah nyata, mengakarlah rasa kecewanya.

Untuk itu, beri apresiasi terhadap diri sendiri. Bahagiakan diri sendiri. Entah itu dengan meminum kopi enak, wisata kuliner, meliburkan diri, traveling atau backpacker-an, beli pakaian impian, pergi ke tempat spa, menginap di hotel berbintang (kalau ada bujetnya), dll.

Tindakan semacam ini menjadi bukti, kalau kamu tidak selamanya memperlakukan dirimu sendiri dengan buruk. Kamu juga bisa memanjakan diri dan memberi penghargaan pasca perjuangan.

Menjadi kejam

mengatakan tidak, menolak, tegas, agar tidak diremehkan orang lain, agar dihargai orang, agar orang lain tidak semena mena
Image via: harmless.org.uk

Apakah kamu tipikal orang baik yang sulit berkata “tidak”?

Hmm … selalu mengiyakan request apapun dari siapa pun memang hak kamu. Namun jika bibirmu berkata “iya”, sementara hati dan otakmu menggeleng-geleng, maka sebaiknya kamu belajar untuk lebih tegas. Buat batasan agar orang lain tidak semena-mena.

Ingatkan diri sendiri, bahwa kamu bukan people pleaser yang enggak enakan dan selalu mau mengikuti kehendak orang lain – sekalipun dirimu sendiri tersiksa. Setidaknya ada 5 Cara Praktis Agar Kamu Tidak Terus-Terusan Menjadi People Pleaser.

Rawat tubuh, sehat secara fisik

sehat fisik dan mental, sehat fisik dan psikis, sehat fisik mental sosial, gaya hidup sehat, pola hidup sehat
Image via: thriveglobal.com

Koneksi otak dan badan itu erat. Jika kesehatan mental yang menurun bisa mengundang penyakit fisik, maka kesehatan fisik yang menurun pun demikian. Mentalmu rentan terguncang.

Pastikan kamu tetap ada untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain saja. Pastikan kamu tetap makan, olahraga, istirahat atau rileksasi secara teratur. Ada yang bilang, jangan sampai membela mati-matian sesuatu yang tidak bisa dibawa mati.

Yang tak kalah penting, kamu mesti tetap terkoneksi dengan Tuhanmu dan makhluk hidup lain. Hanya saja, koneksi tersebut bisa berjalan lancar jika tubuh, hati, dan otakmu hidup rukun. Tentu saja mereka berpotensi berselisih, namun diskusi internal yang damai bisa segera memperbaiki keadaan.

Baca Juga :  Hati-Hati dengan 5 Jebakan Di Balik Kampanye “Cintai Diri Sendiri”

Namun jika berbagai upaya sudah dilakukan dan keadaannya masih sama, kamu bisa mengunjungi klinik dan melakukan konsultasi ke dokter, psikolog, atau psikiater. Demikian, 5 Solusi Ketika Keadaan Mentalmu Sedang Lelah Parah. #RD

You May Also Like