5 Suka dan 5 Duka Ketika Menjadi Seorang Selebriti

0
SHARE
5 Suka dan 5 Duka Menjadi Seorang Selebriti
Pict on CosplayGen via IG: @deeannrose

Selebritis itu… apa, sih? Apa bedanya dengan artis?

Selebritis diadaptasi dari Bahasa Latin, “celebritas” atau kata keterangannya “celeber”. Di Bahasa Inggris juga ada “celebrated” atau “celebration”. Secara makna, selebriti adalah seseorang yang sangat terkenal di mata masyarakat serta menjadi perhatian media atau publik.

Jadi selebritis tidak selamanya berasal dari kalangan artis. Mereka bisa saja pemuka agama, atlit, pengguna akun media sosial yang followers-nya berjubel, atau sekadar orang yang sedang kebetulan tengah jadi perbincangan orang banyak. Bisa kita ambil contoh “polisi ganteng” tragedi Sarinah yang kemarin-kemarin kerap disandingkan dengan hashtag #KamiNaksir.

Sementara artis diadaptasi dari Bahasa Inggris, “artist”, yang artinya adalah seorang seniman. Dia adalah sosok yang aktivitasnya berhubungan seni. Entah itu menciptakan karya seni, mempraktikkan atau mendemonstrasikannya.

~

Apa sih enaknya menjadi seorang selebritis?

Daku memang bukan seorang selebritis. Namun karena kehidupan mereka “begitu terbuka” dan kerap “terintip publik”, paling tidak kita bisa mengamati atau memprediksi bagaimana kalau jadi mereka. Sebagian besar ingin berada di posisi mereka. Fenomena ini tentu tak lepas dari keuntungan-keuntungan yang didapat kalau menjadi seorang seleb. Nah apa saja enaknya menjadi orang terkenal? Secara garis besar, yaitu:

#1. Selalu Mendapat Perlakuan Spesial

Bisa kita duga sendiri, bagaimana jadinya kalau seorang selebriti tiba-tiba mendatangi sebuah warteg. Seramai apapun antriannya atau se-hectic apapun karyawannya, kemungkinan besar sang seleb akan diprioritaskan. Bukan tidak mungkin mereka juga akan menjadi magnet perhatian dari pelanggan lain, yang rela mundur demi memberi akses jalan bagi si seleb.

#2. Kemungkinan Besar Memiliki Pendapatan Besar

Ini menjadi alasan lain kenapa orang biasa banyak yang kepincut menjadi selebriti. Rasanya sumber keuntungan itu bisa ditarik dengan mudahnya. Apalagi kalau terkenalnya enggak tanggung-tanggung. Menjadi tamu undangan saja sudah bisa menyerap bayaran besar, belum lagi kalau dipercaya menjadi endorser atau membintangi tayangan tertentu.

Baca Juga :  Semua Tentang Haters

#3. Kemanapun Selebritis Pergi, Mereka Selalu Dikenal

Namanya juga seleb, pasti mereka kesohor dan orang-orang akan dengan mudah mengenalnya. Lebih lagi di zaman sekarang, media sudah melebarkan sayap ke pelosok. Jadi meski pergi ke desa pun, warga akan mengenalinya dan kemungkinan besar cukup histeris menghadapinya. Ada yang langsung minta poto atau groufie, minta tanda tangan, memberi hadiah, membicarakannya di jejaring sosial, dsb.

#4. Memiliki Fans atau Penggemar

Kita memiliki banyak alasan untuk mengidolakan seseorang. Entah wajahnya, peranannya, reputasi atau popularitasnya, inspirasi atau pengaruh baiknya, dsb. Ada yang sekadar suka, naksir, kagum atau sampai cinta tergila-gila. Pasti senang kalau kita memiliki banyak fans, apalagi yang terus memberikan apresiasi, walau itu sekadar dukungan secara tidak langsung. Mereka bisa menjadi motivator besar, menjadi moodbooster, menjadi followers setia di akun-akun media sosial, menjadi “sumber laba”, dsb.

#5. Memiliki Lebih Banyak Kesempatan untuk Menjaring Keuntungan

Keuntungan dalam hal ini bisa berhubungan dengan karier atau aktivitas keseharian, bisa juga di luar semua itu. Begitu menjadi seorang selebritis, kesempatan untuk meraih keuntungan itu secara tidak langsung akan lebih banyak dan terbuka. Misal ketika seorang atlit sepakbola mendapat banyak perhatian, “pemasukannya” bisa berkembang. Tak hanya dari permainan bola sepak saja. Ia bisa jadi bintang iklan, menjadi cameo, “menjual” satu postingan yang secara tidak langsung mempromosikan sesuatu, dsb. Begitu juga selebritis yang lahir karena sesuatu yang unik, sensasional, atau luar biasa.

Lalu, enggak enaknya menjadi seorang selebritis itu… apa?

“Kerugian” Ketika Menjadi Seorang Selebriti

tidak enaknya menjadi selebritis atau artis
By: Hazuki Koike via Ig: @deeannrose

Semua “keuntungan” menjadi seorang seleb sudah cukup menggoda banyak orang. Namun segala sesuatu memiliki dua sisi yang kontradiksi. Di balik enaknya, terdapat “sisi-sisi gelap” yang kerap terlupakan. Cerita duka menjadi seorang seleb bisa hadir karena…

Baca Juga :  6 Tips Agar Kita dan Pekerjaan Sama-sama Senang

#1. Selebritis Kadang Tak Mampu Beraktivitas Seperti Orang Biasa

Orang awam bisa lalu-lalang di jalanan, di pasar tradisional, di transportasi umum, dsb, secara bebas dan tanpa mengkhawatirkan apapun. Namun kita bisa menebak bagaimana jadinya ketika seleb “kepergok” mendatangi warnet atau ikut antri di pintu masuk sebuah objek wisata. Orang-orang bisa langsung mengerumuninya, menjepret di segala sisi, dan tentu mengganggu keadaan.

Kalaupun mereka mesti pergi ke tempat umum, biasanya ada penjagaan ketat. Mereka “bukan orang normal”, yang segala jadwal kesehariannya yang sudah diatur. Tak bisa pergi ke sembarang tempat meski destinasi itu diinginkan. Mereka tak bisa leluasa membeli martabak di pinggir jalan, bersepeda di gang-gang, ikut sholat di mesjid atau sekadar jalan-jalan di luar tanpa adanya gangguan semacam teriakan orang, cubitan gemas atau request mereka agar bisa poto bareng.

#2. Punya Stalker atau Anti-Fans (Haters)

Sebelumnya kita sudah membahas, betapa manisnya memiliki banyak penggemar. Tapi selain itu, ada juga anti-fans atau haters yang peranannya berbanding terbalik dengan fans. Kalau fans menyanjung dan menambah energi, anti-fans bisa mengejek dan menjatuhkan diri.

Demikian juga dengan stalker, yang terus menggali apapun tentang si seleb. Mereka bisa saja fans, bisa juga anti-fans, yang begitu terobsesi. Sedangkan kita tahu, obsesi kadang menggiring pada sesuatu yang mengganggu. Bagaimanapun, kalau sudah “menerobos batas” itu pasti hasilnya jelek. Obsesi justeru bisa mengancam dan mengundang rasa was-was terus-terusan.

#3. Memiliki Sangat Banyak “Teman Palsu”

Mayoritas orang ingin kenal dan dekat dengan seorang selebritis. Syukur-syukur kalau menjadi salah-satu bagian spesialnya. Ada yang tulus berbuat demikian, banyak juga yang hanya “numpang” eksis atau pengin menyedot keuntungan belaka. Selebritis tentunya memiliki banyak relasi atau teman, sangat banyak, sehingga kadang sulit untuk menyaring mana yang asli dan mana yang palsu.

Baca Juga :  10 Hal yang Hampir Hilang Ketika Internet Mulai Datang

#4. Selebritis Sering Dibicarakan atau Di-Judge Orang

Daku tak akan menyarankan untuk memerhatikan apa telinga seleb itu pada merah. Hehe… yang jelas, fakta kalau mereka sering menjadi topik pembicaraan memang tak terelakkan. Entah itu di media tv, koran/ majalah, di meja bundar para penggosip, atau di blog-blog seperti rosediana.net ini. 🙂 Mereka mau tak mau atau siap tak siap mesti rela dibicarakan di belakang.

Belum lagi kalau ada pernyataan-pernyataan negatif atau penghakiman dini terhadap mereka. Baik itu tentang gaya hidup mereka yang dekat dengan hal-hal negatif, sikap mereka yang dipandang arogan, tubuh mereka yang penuh dengan operasi plastik, dsb.

#5. Privasi yang Terusik

Kalau tak pandai-pandai benar, selebritis bisa kehilangan hak privasinya. Poin ini yang kadang menjadi “duka mendalam” bagi seorang selebritis. Orang-orang atau media pasti tak akan tinggal diam melihat gerak-gerik para seleb. Mereka menggendong seorang bayi, poto dan artikel berisi isu ini-itu langsung menyebar. Mereka makan bersama seseorang, para pengguna internet langsung ramai dan saling timpal komentar. Begitu pun ketika mereka mengunjungi tempat-tempat umum, orang langsung bertanya-tanya “ada apa gerangan?”. Pergerakan mereka benar-benar terbatas.

Segala sesuatu tentu memiliki konsekuensi tersendiri, ya. Apa yang kita pandang enak dan manis, nyatanya menyembunyikan sisi pahit dan sakitnya juga. Nah, jadi lebih memilih menjadi selebriti atau orang biasa? Hehe… peace! 5 Suka dan 5 Duka Menjadi Seorang Selebriti. #RD

SHARE