6 Cara Masa Lalu dan Masa Depan Merenggut Kebahagiaan Anak Broken Home Sekarang

0
SHARE
anak broken home, masa lalu anak broken home, masa depan anak broken home, kebahagiaan anak broken home
Image via: patheos.com

Anak broken home sadar, mereka sedang berada di sini dan di masa kini, namun mereka sering terjebak untuk ada di sana dan di masa lalu atau bahkan di masa depan.

Padahal masa lalu sudah berlalu dan masa depan, jelas-jelas belum mereka rasakan.

Kebiasaan tersebut, tanpa sadar sudah membuat anak broken home kesulitan menikmati momen saat ini.

Diam-diam, masa lalu dan masa depan mengusik kebahagiaan di masa sekarang dengan cara sebagai berikut:

1Larut dalam Peran “Menjadi Korban”

Image via: Divorcedmag.com

Ketika fokus pada masa lalu, anak broken home selalu diingatkan bahwa mereka adalah “korban kekacauan keluarga”. Entah itu orang tua yang kerap bertengkar, orang tua toksik, orang tua bercerai, pelecehan, kekerasan, dll.

Mereka terpenjara di masa kelam tersebut. Seakan-akan pengalaman pahit masa lampau menjadi beban yang semakin berat, tidak bisa diringankan, terus menempel, dan tidak bisa dilepaskan.

Tentu saja, masa lalu menjadi bagian dari hidup. Mereka sudah mendapat penderitaan sekaligus pembelajaran berharga dari sana. Tetapi bukan berarti mereka harus “terus menghidupkan” kisah masa lalu tersebut.

2Melalui Pikiran

Image via: kanal Youtube Psych2Go

Seringkali masa lalu dan masa depan itu mereka ciptakan sendiri memakai pikiran. Padahal keduanya tidak ada atau tidak jadi kenyataan di masa sekarang. Mereka berpikir, ‘masa lalu saya begitu kelam’. Mereka juga berpikir, ‘masa depan saya sepertinya akan lebih kelam’.

Akhirnya pikiran tersebut, yang mayoritas negatif, berhasil mengusik keadaan sekarang. Emosi negatif seperti penyesalan, kemarahan, kesedihan, kehilangan, kesepian, ketakutan, dll, akan bangkit dan menghantui masa kini. Fenomena yang disebut overthinking pun kerap terjadi.

Padahal masa kelam tersebut sudah dilalui dan padahal masa depan itu belum terjadi. Siapa tahu juga, masa depan mereka justru bisa semakin cerah.

3Rasa Was-Was Berlebihan

Image via: healthline.com

Tidak ada manusia yang benar-benar mengetahui masa depannya. Rencana yang sudah matang pun, kadang berantakan karena tidak sesuai kehendak Tuhan. Manusia memang makhluk yang tidak berdaya.

Masa depan, bagian sebagian anak broken home, mengundang kegelisahan tersendiri. Rasa was-was menjalar. Takut karier tidak jelas, takut finansial tidak stabil, takut pasangan masa depan tidak bisa menerima keadaan diri sendiri, takut membangun keluarga yang sama hancurnya dengan keluarga orang tua, dll.

Baca Juga :  4 Alasan Utama Perceraian, Anak Broken Home Harus Maklum

Padahal semua itu belum terjadi, tidak terjadi, atau bahkan tidak akan pernah terjadi. Namun mereka sendiri yang merangkai cerita tersebut.

4Perfeksionis

Image via: menprovement.com

Apa yang terjadi di masa lalu, membuat anak broken home sangat selektif memilih orang-orang “di dalam lingkaran kecilnya”. Apalagi jika bicara soal partner sehidup-semati, mereka akan menyeleksi sampai terpilih sosok terbaik. Namun prosesnya kadang sulit. Sebab mereka berjuang dengan keraguan dan dilema besar.

Mereka begitu terobsesi membuat masa depan jadi lebih cerah. Sehingga mereka kadang lupa untuk menikmati momen di masa kini. Kadang-kadang mereka juga sampai terjebak dengan halusinasi atau angan-angan berlebihan, sebab mereka begitu dendam terhadap masa lalu.

Mereka sangat bertekad membalikkan keadaan di masa depan. Misi ini tentu bagus. Namun hal ini bisa jadi masalah, apabila impian besar tidak sesuai dengan ikhtiar.

5Mengendalikan Apa yang Tidak Bisa Dikendalikan

Image via: brainwellnessspa.com.au

Kebiasaan lain yang membuat anak broken home menderita karena masa lalu dan masa depan, adalah keinginan besar mereka untuk mengontrol apa yang sebenarnya sudah tidak bisa dikontrol. Hal ini pasti bikin frustrasi.

Salah-satunya, mereka terobsesi mengubah pikiran dan perkataan orang lain. Mereka risih ketika orang-orang membicarakan keadaan keluarga yang berantakan. Mereka pilu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain terhadap keluarga mereka. Pokoknya mereka ingin orang lain sesuai dengan apa yang mereka suka.

Padahal apakah mereka bisa mengendalikan itu semua?

6Memanjakan Trauma

Image via: donegaldaily.com

Terlalu larut dalam masa lalu bisa membuat aneka trauma “jadi sangat berenergi”.  Kondisi ini tentu sangat berpengaruh di masa sekarang dan di masa depan.

Untuk beberapa kasus, situasi ini bukanlah perkara sederhana. Tidak menutup kemungkinan perlu bantuan ahli. Tetapi yang bisa menunjang redanya trauma tersebut, tidak lain adalah usaha mengendalikan dan menyadari diri sendiri sedang ada di sini dan di masa kini.

Baca Juga :  3 Solusi Ketika Anak Broken Home Terus Berkata Negatif Pada Diri Sendiri

Jika menceritakan kisah masa lalu bisa membuat trauma kembali bangkit, tidak apa-apa, diam saja dulu. Pelan-pelan pulihkan diri agar tidak lagi terpengaruh oleh cerita kelam tersebut.

Orang bilang, tidak masalah jika ingin “menengok” masa lalu. Namun namanya juga menengok, tentu tidak perlu lama-lama dan tidak usah “bermukim” di sana.

Masa depan pun bisa jadi “calon momen yang indah”. Apalagi kalau sudah punya rencana-rencana bagus untuk mengisinya. Tetapi jangan sampai menuruti keinginan untuk mengendalikan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.

Kita sedang hidup di sini dan kita di masa kini. Selamat menjalani. Semoga menikmati. 6 Cara Masa Lalu dan Masa Depan Merenggut Kebahagiaan Anak Broken Home Sekarang. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.