7 Ciri Utama Seorang Introvert Echoist, Apakah Kamu Salah-Satunya?

12
SHARE
echoist adalah, introvert echoist adalah, echoism adalah, apa itu echoist, sifat echoist
Image via: curiosity.com

Pernah mendengar istilah Echoist?

Dilansir dari Psychology Today, echoist adalah karakter yang tidak mau bahkan takut narsis dengan alasan apa pun.

Seorang echoist dikenal sopan santun, tidak nyaman dengan perhatian, kurang suka dengan pujian, tidak mau dianggap istimewa, enggan menjadi beban orang lain, dan setuju-setuju saja pada pendapat orang lain – karena memang tidak ingin berdebat.

Bisa dibilang, echoist adalah kebalikan dari narsis atau terlalu percaya diri.

Kombinasi echoism dan introversi bisa menjadi introvert echoist.

Menurut Michaela dalam Introvert Spring, ada 7 ciri utama seorang introvert echoist, yaitu:

1Kamu Tidak Nyaman Menjadi Pusat Perhatian

Image via: deccanchronicle.com

Orang introvert dan echoist sama-sama tidak nyaman menjadi pusat perhatian. Namun motif keduanya cenderung berbeda. Orang introvert biasanya tidak mau menjadi sorotan karena ingin melindungi diri dari rasa malu atau terkurasnya tenaga.

Sementara seorang echoist enggan menjadi sorotan karena tidak mau kebutuhan dan preferensinya diketahui khalayak. Lebih baik dia menuruti preferensi atau kebutuhan orang lain saja.

Misalnya ketika guru bertanya, ‘siapa yang setuju study tour ke Malang? Angkat tangan!’. Echois, meski pun ingin ke Malang, dia tidak akan mengangkat tangannya. Apalagi ketika kawan-kawannya ingin ke destinasi yang lain. Yogyakarta, misalnya.

2Kamu Sama-Sekali Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Image via: videoblocks.com

Kadang terbilang ekstrem juga. Kamu benar-benar tidak mau egois. Kamu justru lebih mementingkan orang lain. Kamu enggan membebani mereka. Sebab selain malu, kamu akan dihantui rasa bersalah.

3Kamu Tidak Nyaman dengan Pujian

Image via: shutterstock.com

Pujian, bagi kamu, ibarat nyamuk betina yang terus berbunyi di sekitar telinga. Kamu ingin mengusirnya karena jengkel. Misalnya ketika tes dan nilaimu bagus, orang-orang memujimu. Lalu kamu berkelit, ‘oh soalnya memang mudah, cuma level dasar, saya hanya sedang beruntung — bukan pintar’.

Baca Juga :  Daftar Artis, Selebritis, atau Tokoh Sukses yang Ternyata Merupakan Seorang Introvert

4Kamu Hobi Menyalahkan Diri Sendiri

Kamu begitu peka terhadap keinginan dan kebutuhan orang lain. Kalau mereka kenapa-kenapa, kamu cenderung menyalahkan diri sendiri. Kamu bahkan tidak memerdulikan keinginan dan kebutuhanmu. Yang penting orang lain baik-baik saja. Biar saja kamu yang merasakan getahnya.

5Kamu Tidak Suka dengan Perlakuan Khusus

Kebanyakan orang sangat suka jika dispesialkan. Kamu justru sebaliknya. Kamu enggan diperlakukan istimewa.

6Kamu Berbanding Terbalik dengan Orang Narsis

Sosok yang narsis biasanya haus perhatian. Kamu justru ingin memuntahkannya. Seseorang yang narsis biasanya lapar pujian. Kamu justru ingin membuangnya.

7Biasanya Orang Tua Echois itu Tidak Stabil atau Narsis

Ironisnya, orang-orang echoist biasanya memiliki orang tua narsis. Dilansir dari Klikdokter, ketika seorang anak membutuhkan sesuatu tetapi tidak terpenuhi atau ketika dirinya kerap disalahkan karena ketidakmampuannya, maka ia punya potensi tumbuh menjadi echoist.

Biasanya orang tua mereka narsis, sehingga sering menyalahkan atau menuding orang lain ketika merasa tidak puas. Sang anak pun tumbuh sebagai manusia yang takut membicarakan sudut pandang dirinya. Dia takut akan risiko disalahkan dan kehilangan.

Selain itu, anak-anak juga berisiko echoist kalau dari kecil sudah memiliki orang tua pecandu, yang menderita gangguan mental, atau yang sakit keras. Dari kecil dia sudah merawat orang tersebut. Sehingga dari kecil juga, dia sudah belajar kalau terlalu menggantungkan diri untuk memenuhi kebutuhan itu kurang nyaman.

Apakah Echoist itu sifat yang baik?

Sekilas, sosok echoist terkesan altruistik alias sangat perhatian terhadap kesejahteraan orang lain sehingga tidak memerhatikan kesejahteraan diri sendiri.

Namun ternyata, konsekuensinya menyiksa. Seorang echoist bisa saja terus bergumul dengan rasa takut, kecemasan, kelelahan, dan stres berat.

Baca Juga :  8 Masalah atau Perjuangan Utama Seorang Introvert Remaja

Terlalu rendah diri juga bisa mengancam. Sebab kamu jadi merasa tidak pernah cukup dan tidak pernah layak. Kamu akan merasa tidak pantas bersanding dengan seseorang. Kamu akan merasa tidak pantas mendapatkan nilai tertentu. Kamu merasa tidak pantas meraih prestasi ini-itu.

Sehingga kamu akan menjadi pihak yang selalu merasa berkorban paling banyak.

Lalu, bagaimana?

Kamu pun berhak mengejar dan mendapatkan apa yang kamu butuhkan. Pelan-pelan belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri. Kamu juga berhak memiliki jiwa yang damai dan bahagia. 7 Ciri Utara Seorang Introvert Echoist. #RD

SHARE

12 COMMENTS

  1. Saya kadang suka gak menonjolkan apa yang saya bisa dan apa yang pernah saya alami, kenapa yah?? Apa saya juga termasuk klasifikasi seperti diatas??

    • Bisa iya, bisa tidak. Mungkin lebih senang “berperan di belakang layar”, ya? Posisinya penting, tapi tidak perlu jadi pusat perhatian orang2. Heuheu

  2. Sy seringkali merasa tergagnggu dengan puiian, bukan krna terbebani tapi merasa itu semua hanya bualan atau sarkasme untuk mengungkapkan yang sebaliknya terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.