7 Hal Selain Uang yang Bisa “Membeli” Kebahagiaan

7 Hal Selain Uang yang Bisa “Membeli” Kebahagiaan

bahagia, potografi kebahagiaan, uang, kebahagiaan, uang dan kebahagiaan, membeli kebahagiaan tanpa mengeluarkan uang, uang tak bisa membeli kebahagiaan
Via: greatinspire.com

Kebahagiaan tak bisa ditukar dengan uang, uang bukan segalanya, atau uang tidak bisa membeli kebahagiaan.

Pepatah tersebut memang benar adanya. Kebahagiaan tak dipatok dengan harga berapapun. Adil juga. Sebab bisa kita bayangkan kalau kebahagiaan dibanderol se-anu, mungkin banyak yang bersedih.

Tetapi well, hal tersebut untungnya tak terjadi.

Memang, banyak uang membuat segalanya lebih mudah. Kita juga bisa lebih berbahagia. Tetapi mengingat kebutuhan dan keinginan kita tak terbatas, uang pun seringkali tak berdaya. Punya gudang uang tak menjamin kebahagiaan. Kecuali, kalau kita tahu kapan dan bagaimana penggunaannya.

Baiklah, berikut ini 7 hal selain uang yang bisa “ditukar” dengan kebahagiaan. Jom!

#1. Sedekah

Sedekah memang ajaib. Kita mengeluarkan harta bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk orang lain. Tetapi anehnya, kita selalu merasa lebih berbahagia. Apalagi kalau untuk tujuan menolong atau memudahkan.

Terlepas dari ikhlas atau tidaknya, itu urusan masing-masing dengan Tuhan. Yang jelas, ada efek positif tersendiri manakala kita mampu menjadi sumber bagi senyuman pihak lain. Tak mengejutkan kalau agama juga menganjurkannya.

#2. Memanfaatkan Waktu

Kebahagiaan ternyata tak hanya fokus pada “apa yang kita punya”, melainkan pada “apa yang kita lakukan”. Meski kita tak bisa memiliki waktu, namun kita bisa mengisinya dengan melakukan sesuatu yang dinikmati atau dicintai. Jika memiliki sawah tapi benci mengolahnya, tak perlu memaksakan diri untuk menghabiskan waktu dengan mengolah sawah itu sendirian.

Lebih baik membayar orang yang lebih meminati pekerjaan tersebut. Kita bisa memilih opsi aktivitas lain yang lebih disukai. Sekalian kita juga bisa menyediakan lapangan pekerjaan dan meringankan seseorang.

#3. Peka Pada Hal-hal (yang Terlihat) Kecil/ Sederhana

Rumah, kendaraan, atau smartphone adalah hal-hal besar yang pasti membuat kita senang. Tetapi momen untuk menggenggam hal-hal besar itu biasanya tak sering. Ada banyak hal-hal sederhana yang sering luput dari rasa syukur kita. Entah dengan mensyukuri segelas kopi yang terbeli, bisa pergi ke destinasi incaran, bisa mendengar musik kesukaan, bisa menghirup udara jernih, keadaannya sehat, dsb. Semua itu terkadang tak memerlukan biaya.

#4. Memperkaya Pengalaman

Memperbanyak materi sudah terbukti tak menjamin kebahagiaan. Terkadang kita lebih bisa tersenyum lebar ketika memperbanyak sesuatu yang justru tak berwujud, seperti pengalaman. Memiliki mobil mewah memang mendatangkan rasa bahagia dan kebahagiaan. Tetapi benda itu tak akan banyak membantu jika lama-lama kita bosan melihatnya, sementara biaya perawatannya begitu mahal.

Beda lagi jika kita sudah pernah jalan-jalan atau mengalami banyak hal, meski tanpa kendaraan mewah. Kita akan lebih ingat bagaimana sensasi dan keseruannya. Lebih berkesan. Pengalaman itu bahkan bisa membuat suasana hati lebih bahagia. Bisa kita perhatikan dalam aneka media sosial, tentang bagaimana ekspresi orang-orang ketika tengah traveling, menyantap makanan baru, mencoba sesuatu, dsb.

#5. Menunda Shopping

Di zaman kekinian ini, shopping menjadi salah-satu kecanduan yang cukup mengkhawatirkan. Kebiasaan belanja ini bahkan jadi “obat” bagi kegelisahan, sehingga pelakunya mengaku merasa lebih baikan. Tetapi begitu hasrat belanjanya terpenuhi, kecemasan itu kembali muncul. Barang yang dibeli pun terkadang bukan sesuatu yang diperlukan.

Untuk itu, metode “menunda belanja” bisa jadi pilihan. Kita akan menikmati bagaimana itu sensasi dari berjuang dan “mengantisipasi apa yang akan dibeli”. Kita juga memiliki lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan barang belian tersebut. Teknik ini juga bisa mencegah yang namanya penyesalan.

#6. Hubungan Baik

Hubungan itu luas, ya. Bisa hubungan dengan pasangan, keluarga, tetangga, sahabat, dsb. Ada yang bilang, kalau kita tanpa uang, orang-orang terkesan menghilang. Tetapi kalau kita memiliki banyak uang, kitalah yang terkesan menghilang dari orang-orang (tersayang).

Meski demikian, banyak juga yang sudah membuktikan, ada-tidaknya uang tidak mengusik hubungan. Kita patut bersyukur kalau termasuk dari keadaan itu. Sudah kita tahu kalau roda hidup itu kadang ada di atas dan di bawah. Bagaimanapun situasinya, yang penting hubungan itu terjaga dan memberi manfaat pada sesama.

#7. Tak Jauh dari Sang Maha Kaya

Cukuplah bagiku, Tuhanku…

Kalimat di atas sangat kuat. Itu artinya orang tersebut sudah memiliki segalanya. Tak peduli keadaan materinya makmur atau tidak, selama ia dekat dan yakin pada Tuhan YME, jaminan kebahagiaan itu selalu ada.

Demikian, 7Hal Selain Uang yang Bisa “Membeli” Kebahagiaan. Mungkin ada hal lainnya? #RD

You May Also Like

error: