7 Kesalahan yang Menghambat Anak untuk Terampil dan Mandiri + Solusinya

0
SHARE
Orang tua Tidak Menanggapi Ajakan Berkomunikasi dengan anak
picforparents.areavoices.com

Kesalahan 3: Tidak Menanggapi Ajakan Berkomunikasi

Tanpa disadari, kadang ketika larut dalam suatu kegiatan, kita enggan menanggapi banyolan-banyolan anak. Kenyatannya, di usia kanak-kanak, mereka memang tengah penuh-penuhnya rasa ingin tahu dan ingin segera dijawab. Tak peduli ortu, tante, kakak atau neneknya tengah sibuk.

Hal ini nampak sepele, namun jika dibiarkan begitu saja, lama-lama rasa ingin tahunya terkikis habis. Anak akan malas bertanya, sebab tiap kali mereka bertanya, mereka akan berpikir ‘Males, ah! dulu juga cuek!’. Itu belum seberapa, yang lebih parah yaitu anak akan berubah jadi apatis.

Solusi 3: Respon dan Bikin Kesepakatan

Tentu kita tak mau berperan dalam aksi ‘pembunuhan’ rasa ingin tahu anak, bukan? Kalau kita tengah mengerjakan sesuatu, sebisa mungkin luangkan waktu untuk merespon pertanyaan anak. Tapi kalau sedang sibuk berat? Tetap pastikan kita akan menjawabnya, namun dengan tenggat waktu. Misalnya anak bilang ketika kita tengah dalam puncak kesibukan, “Tante… tante… Tadi di sekolah ‘kan, aku liat Si A nyontek. Tapi ibu gurunya gak liat, jadi dia nilainya gede deh. Nah, kalau aku sih liat. Gimana tuh, Tante? Blah… blah…”

Pasti puyeng dan ganggu sih, namun usahakan kita tanggapi walau dengan, “Oh gitu ya, Dek. Ya udah, nanti kita lanjutin kalau Tante udah selesai ngetik, ya. Sepuluh menit lagi deh.” Kalau anak belum tahu waktu, bisa kita tunjukkan jarum pendek dan jarum panjangnya ke berapa. Jangan lupa juga untuk memenuhi janji tersebut, jangan sampai kita merusak kesepakatan.

Selain melatih kesabaran anak tanpa memupus komunikasi, anak pun akan belajar kalau ternyata ada waktu-waktu tertentu mengenai kapan ia bisa bertanya-tanya dan mengobrol dengan ortu. Anak akan lebih toleran dan menghormati.

Baca Juga :  Ada Apa Dengan Al Aqsho? Kenapa Jadi Sasaran?

~~~

melarang anak tanpa penjelasan
www.smartrelationshipadvice.com

Kesalahan 4: Melarang Tanpa Menjelaskan

Hal ini seringkali terjadi. Misal ketika anak ketahuan memotong-motong sesuatu pakai pisau, ortu serta-merta merebut, memarahi dan sama-sekali tak menjelaskan alasannya. Memang sih tak ada kompromi soal keselamatan. Namun keliru juga kalau ortu hanya melarang tanpa alasan.

Solusi 4: Menderma Penjelasan dari Awal

Kembali ke konsep awal, yakni rasa penasaran di usia kanak-kanak itu memang tinggi, “Kenapa sih kok Tante melarang aku mainin pisau?”. Kalau ia tak paham alasannya, bisa-bisa anak akan kembali memainkan pisau ketika tantenya lengah.

Padahal cara belajar anak yang terbaik itu adalah dengan objek yang terpampang nyata. Pisau maupun setrikaan bisa jadi berbahaya atau tidak, tergantung bagaimana kita mengenalkan fungsinya. Sebaiknya sedari awal kita jelaskan, “Dek, pisau ini ada bagian yang runcing dan tajamnya. Bagian ini dipakai buat motong. Gini nih cara pakainya (mendemonstrasikan). Jadi mesti hati-hati ya pakainya. Kalau enggak, tangannya bisa teriris, keluar darah terus perih.”

Dengan begitu, anak akan paham. Dia bisa lebih percaya diri jika suatu saat mesti memakai benda itu, namun tetap ia akan mengendalikan diri mengingat bahaya bila ia ceroboh menggunakannya.

~~~

Halaman selanjutnya…

1
2
3
SHARE