7 Nasihat Khusus Dari Bule yang Berkunjung ke Tempat Kursus

0
SHARE
belajar bahasa inggris bule, teman chatting bahasa inggris, pertanyaan untuk bule dalam bahasa inggris, nasihat bule ketika belajar bahasa inggris
Dokumentasi LKP SEA

Bule atau bulai adalah istilah umum buatan orang Indonesia yang merujuk pada orang luar negeri, khususnya yang berkulit terang. Bule juga kerap menjadi ‘sasaran’ untuk foto selfie. Entah kenapa…

Ceritanya pimpinan lembaga kursus menghubungi saya via WA. Beliau mengabarkan ada beberapa bule yang menjadi tamu Desa Cipasung. Mereka berasal dari berbagai negara . Ada yang dari Swedia, Timor Leste, Norwegia, Korea Selatan, Sudan dan kalau tidak salah sama jerman. Para bule itu tengah melakukan observasi perkembangan pendidikan di wilayah wisata Waduk Darma, termasuk ke SMAN Darma.

Beliau menambahkan, kalau bule-bule itu akan melakukan kunjungan dan memberikan semacam super short course alias kursus super singkat serta motivasi. Saya dan seorang rekan pun diminta melakukan pendampingan. Saya request agar waktunya Kamis (28 Maret 2019), agar bisa datang. Syukurlah permintaan tersebut terkabul.

Total ada 4 bule yang datang. Mereka adalah Ms. Jenny, Mr. Xavier, Mr. Hanan (atau Adam ? *lupa), dan Ms. Yanka (?). Keempatnya ditemani oleh mahasiswa Indonesia bernama Wahyu (Jakarta).

Begitu datang, mereka disambut dengan hidangan buah-buahan dan air mineral. Mereka begitu doyan, atau mungkin juga lapar. Sehingga pisang dan jeruk ‘Imlek’ hampir ludes. Syukurlah.

Selanjutnya mereka menuju salah-satu ruang belajar Bahasa Inggris. Di sana hanya terdapat beberapa peserta didik saja. Sayang sekali waktu itu kursus reguler sedang libur, sehingga anak-anak lain tidak bisa berkesempatan untuk bertemu dan menyerap pelajaran dari para bule.

motivasi belajar bahasa inggris, belajar bahasa inggris bule, belajar bahasa inggris sama bule, belajar bahasa inggris dengan bule, belajar bahasa inggris bareng bule, belajar bahasa inggris langsung dengan bule
Dokumentasi LKP SEA

“Hi…”

“Hello…”

“Nice to meet you…”

Ekspresi khas ketemu orang baru dan asing diujarkan. Anak-anaknya meresponsnya sambil bertukar senyuman. Terlihat sekali kalau mereka begitu antusias, dan mungkin menyusun rencana untuk tidak pulang dulu sebelum foto bareng. Hehe…

Baca Juga :  13 Tips Menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Long story short, ada hal-hal khusus yang saya rekam dan catat dari nasihat mereka:

1Jangan Takut

Don’t be afraid of making mistakes when learning english. Jangan takut untuk melakukan kesalahan (dalam mengucapkan, membaca atau menulis) ketika kamu sedang belajar Bahasa Inggris. Tetap belajar. Walau pergerakan atau perkembangannya lambat, bertahanlah. Teruskanlah.

Ibarat kamu ingin pergi titik A ke titik B, tapi takut melakukannya, maka kamu akan diam di tempat. Bergeraklah.

2Belajar Dari Kesalahan

You learn from your own mistakes. Kamu belajar dari kesalahan-kesalahanmu sendiri. Salah pengucapan dan penulisan akan mendorongmu untuk belajar.

Kamu akan ngeh salahnya di mana, lalu konsultasi (pada gurumu, temanmu, atau googling), lalu mencoba lagi sampai kesalahanmu jadi minim – bahkan tidak ada.

3Menemukan Sisi ‘Fun’

Belajar Bahasa Inggris sudah tidak identik dengan sesuatu yang membosankan. Apalagi kalau kamu bisa belajar dari hal-hal yang disukai. Misalnya film dan lirik lagu. Kamu juga bisa belajar mengatur setting ponsel ke dalam Bahasa Inggris, sehingga istilah-istilahnya jadi semakin familier.

4Pelan-pelan

Dokumentasi LKP SEA

Do it slowly. Pelan-pelan saja. Dalam speaking, tidak apa-apa kalau belum bisa menyusun kalimat dengan lengkap. Kamu sudah memberanikan diri untuk berbicara saja sudah bagus. Misalnya ketika hendak bertanya ‘ where is the toilet’, tapi tidak tahu urutannya, kamu bisa coba tersenyum sambil bilang ‘toilet?’ dengan intonasi bertanya.

Ketika melakukan speaking biasa, tidak perlu terpaku pada Grammar atau tata bahasa. Kalau begitu terus, bisa-bisa kamu tidak akan pernah yakin untuk mencoba bicara Bahasa Inggris. Intinya, yang penting pembicara dan kawan bicara bisa memahami pesan yang disampaikan.

6Bahasa Inggris Jangan Dijadikan Beban

Kata Ms. Jenny (Korea Selatan), ‘English is not a purpose. It’s a tool to talk to someone. You don’t have to put English as a goal. If you do that, English will bother you then. You’ll have too much stress from English’. Bahasa Inggris itu bukan tujuan utama, melainkan ‘alat’ untuk komunikasi dengan seseorang. Kamu enggak harus menjadikan Bahasa Inggris sebagai gol. Kalau demikian, nanti Bahasa Inggris akan jadi beban. Kamu akan stres berat.

7Seimbang

Belajar bahasa asing bukan berarti belajar untuk melupakan bahasa daerah dan bahasa nasional sendiri. Kalau meminjam nasihat dari Uda Ivan Lanin, ‘utamakan Bahasa Indonesia, pertahankan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing’.

Mereka juga menekankan untuk ‘try, try, try’. Coba, coba, coba. Tidak masalah kalau awalnya kamu terus-terusan salah, atau tergagap-gagap dulu. Hal ini normal. Coba lagi, coba terus Demikian, 7 Nasihat Khusus Dari Bule yang Berkunjung ke Tempat Kursus. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.