7 Pelajaran Berharga dari Kematian Sahabat Tercinta

0
SHARE
kematian sahabat, ditinggal mati sahabat, sahabat meninggal, pelajaran kematian, pelajaran dari kematian, pelajaran dibalik kematian
Image via: biblestudytools.com

Sahabatku meninggal dunia.

Sudah beberapa hari sejak dia mengembuskan nafas terakhir, saya dan sahabat yang lain masih membicarakannya. Wajahnya masih belum bosan berkelebat di hadapan. Sahabatku itu kadang tersenyum, tertawa, menatap kosong, menahan sakit, atau berekspresi datar.

Sahabatku yang lain, yang ikut memandikan dan mengafaninya, mengeluh. Dia menangis, sebab merasa terganggu dengan kemunculan wajah sahabat kami yang meninggal. Entah ketika terdiam atau jelang tidur.

Saya berusaha memaklumi kegundahannya, sebab saya pun merasa demikian. Mungkin karena masih baru dan tidak disangka-sangka. Dengan sok bijak, saya berspekulasi kalau sang sahabat menyuruh kami untuk mendoakannya, mengirim ayat suci padanya, dan meminta kami untuk banyak bertobat.

Pokoknya blur.

Kami sama-sama memasuki babak ditinggal sahabat ke alam lain. Dan berikut beberapa pelajaran yang bisa diambil:

1Ngeggombalin orang-orang tersayang

Orang-orang tersayang itu tidak sesempit pasangan atau gebetan. Mereka juga termasuk sahabat, anggota keluarga, tetangga, dsb. Tak perlu ragu untuk memuji mereka, mengunggah postingan manis tentang mereka, mengirimi kata-kata “madu” pada mereka, dll.

Hidup terlalu singkat untuk tidak mengungkapkan rasa terima kasih pada mereka, apa pun caranya. Entah itu kasual atau pun lebay.

2Pamitan atau mengakhiri dengan kata-kata yang baik

Kalau sudah kehilangan, apalagi dadakan, tentu rasanya sangat sakit. Lebih sakit lagi kalau kita tidak pamitan lebih dulu. Sebab biasanya hal terakhirlah yang selalu lekat dalam ingatan.

Tak perlu menganggap remeh ungkapan ringan seperti ‘met malem’, ‘dadah’,’semangat, ya!’, ‘moga harimu menyenangkan’, dll. Bisa jadi semua itu merupakan ucapan terakhir.

3Kematian adalah nasihat

Meski tidak bersuara, namun kematian sudah memberikan nasihat panjang lebar. Bahwa setelah apa pun, ujung-ujungnya mati. Tak perlu mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati.

Biarlah hidup kita sekarang berada di antara atas dan bawah. Seperti rollercoaster saja. Kadang kita mengalami momen bahagia seperti disukai orang, ulang tahun, mendapat gaji pertama, dll.

Kadang juga kita mesti menenggak pahitnya momen putus cinta, penolakan, kegagalan usaha, dll.

Namun semua itu tidak bergulir selamanya. Ada titik akhirnya. Kita akan menyusul juga.

4Lebih religius

Kita dan kematian ternyata sangat dekat. Kemarin bisa bersama, tapi entah esok harinya. Getir, memang. Namun demikianlah faktanya. Kita dan orang-orang tersayang di sekitar memiliki pemilik sah yang kuasa memanggil kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan bagaimana saja. Terserah Dia.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif; Tentang Kebohongan

Di saat seperti ini suka ingat dengan dosa-dosa. Maunya bertobat dan memperbaiki diri. Lalu hati mulai sadar akan tipuan dunia. Hati seakan dekat dengan sifat qanaah, alias merasa cukup dengan pemberian Tuhan YME. Kemudian ada penyesalan karena tidak memanfaatkan energi dengan beribadah.

5Cobaan selalu sesuai dengan kemampuan

Jika dulu seseorang mewawancarai saya, tentang bagaimana saya menghadapi sahabat yang meninggal, tentu pertanyaan itu akan bikin cemas. Entah bagaimana rasanya jika sahabat dekat ‘pulang’ duluan. Mungkin saya akan sesenggukan, dan menganggap dunia sudah bukan tempat yang fun tanpanya.

Namun setelah kejadian ini, ternyata kelimbungan saya tidaklah abadi. Saya memang bersedu-sedan, sangat sedih, dan merasa kehilangan. Namun saya masih bernafas dan memiliki energi untuk melanjutkan kehidupan.

6Mengolah rasa sakit

Pengalaman ditinggal mati oleh sahabat atau orang-orang terkasih lainnya menyisakan rasa sakit. Namun terus-terusan murung dan larut dalam kesedihan pun tidak akan membuat mereka bangkit kembali. Semua itu, kalau diolah dengan baik, bisa menempa diri menjadi pribadi yang lebih kuat, tegar, dan mungkin inspiratif.

Kita bisa menuliskan pengalaman pahit ini agar bisa menjadi pelajaran bagi semua orang. Entah itu via blog, media sosial, atau karya lain. Biarkan cerita kita yang berurusan dengan kepedihan ini menjadi konsumsi banyak orang, sehingga mereka tidak merasa sendirian. Sehingga kita tidak merasa sendirian.

7Tak lagi sama, tapi tak apa-apa

Salah-satu hal yang berhasil mengubah seseorang yaitu rasa sakit. Kadang seperti tak ada obatnya. Namun waktu terus mendidik, agar kita mampu hidup dengan rasa sakit itu.

Pengalaman ditinggalkan kakak dan sahabat, bagi saya, tentu seperti luka yang tak akan pernah ada sembuhnya. Tak akan pernah ada masa keringnya. Namun tubuh saya, yang dibantu waktu, terus menyesuaikan diri agar tetap berfungsi.

Baca Juga :  9 Cara Mengeluarkan atau Menghilangkan Racun Media Sosial

Kita berubah, tapi perubahan itu bukanlah suatu masalah. Tragedi bisa terjadi, dan hidup akan terus berlanjut.

Namun saya masih menghaturkan doa, agar tidak ditimpakan beban yang tidak sanggup dipikul. 7 Pelajaran Berharga dari Kematian Sahabat Tercinta. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.