7 Waktu Di Mana Orang Introvert Melakukan Sabotase Terhadap Kebahagiaan Diri Sendiri

0
SHARE
orang introvert, sabotase kebahagiaan, orang introvert itu, diary orang introvert, orang introvert bahagia
Image via: medium.com

Bagaimana makna kebahagiaan untukmu? Apa atau siapa yang bikin kamu bahagia? Bahagiakah kamu saat ini?

Pertanyaan di atas tentu akan mengundang ragam jawaban.

Intinya, kita semua ingin hidup bahagia. Namun ada yang membuatnya sederhana. Ada juga yang justru membuatnya rumit.

Bahkan ada yang menetapkan syarat dan ketentuan berlaku untuk merasa bahagia selalu.

Misalnya kamu baru bisa bahagia kalau punya uang, kamu baru bahagia kalau punya pasangan cakep, kamu baru bahagia kalau punya jabatan tinggi, kamu baru bahagia kalau bisa traveling ke luar negeri, dll.

Semakin banyak, semakin ribet. Semakin dikejar, semakin menjauh.

Tanpa sadar, kita – termasuk para introvert, memang kerap melakukan sabotase terhadap kebahagiaan diri sendiri. Jadi momen bahagia itu rusak karena ulah kita sendiri. Hati-hati terjebak!

1Ketika Terlalu Mendengar Kritikan Dari Dalam

Image via: greatergood.berkeley.edu

Ada istilah ‘inner critic’ atau kritikan dari diri sendiri. Jadi sebagian suara dalam pikiranmu ngata-ngatain yang jelek. Misalnya ‘introvert kayak kamu itu payah’, ‘introvert itu gak bisa gaul sama siapa pun’, ‘introvert itu suram’, ‘introvert itu gak bisa kerja dalam tim’, dll.

Suara ini terus meyakinkanmu, sampai kamu mempercayai itu. Sehingga kamu jadi serba takut dan ragu.

Padahal ada suara lain, yang lebih positif, yang patut kamu dengar juga. Misalnya, ‘kamu introvert, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba dan gagal pun tidak apa-apa’.

2Ketika Terlalu Minder

Image via: sandiegocountynews.com

Sifat ini akan membuat rasa percaya dirimu hangus. Kamu selalu merasa lebih rendah, lebih tidak mampu, dan lebih tidak layak dibanding orang lain. Kamu terus berpikir negatif terhadap dirimu sendiri, seakan-akan tidak ada celah positifnya.

Sering terjadi. Kamu menginginkan dan membutuhkan sesuatu. Tetapi ketika ada kesempatan, nyalimu malah ciut. Sehingga kamu malah mundur. Lalu kamu beralibi kalau dirimu tidak pantas atau ada orang lain yang lebih berhak.

Baca Juga :  4 Kelebihan Guru Introvert, Pembela Tim Siswa Pendiam

3Ketika Terlalu Memikirkan Apa Kata Orang

Image via: clearseeingtransformations.com

Faktanya, orang-orang yang nyinyir atau julid itu memang ada. Mereka membicarakanmu, menghakimimu, merendahkanmu, dll. Tapi bukan tugasmu untuk mengatur mereka. Kamu bahkan tidak bisa menyumpal mulut mereka atau mematahkan jari mereka.

Yang penting mereka tidak mengontrolmu. Yang penting kamu bisa tahu bagaimana merespons orang-orang seperti itu. Seringkali, mereka justru tidak perlu direspons sama-sekali. Tidak perlu memikirkan komentar orang lain, sebab bukan tidak mungkin mereka pun ngasih komentar tanpa berpikir.

4Ketika Terlalu Diam Dan Membiarkan Semuanya Mengalir

Kebanyakan orang introvert tidak suka konflik dan drama. Penginnya damai saja. Sehingga kalau ada apa-apa itu cenderung diam, menerima, mengalah, dan memendamnya sendirian saja. Namun, bukankah suatu saat bisa menjadi bom waktu yang siap meledak?

Padahal kamu bisa juga bersikap asertif. Dengan kata lain, kamu mampu mengkomunikasikan apa yang kamu pikirkan, rasakan, dan inginkan terhadap orang lain. Namun di saat yang sama, kamu juga menjaga perasaan dan menghormati hak-hak orang lain.

5Ketika Mempertahankan Kebiasaan Menunda-nunda

Pernah mendengar kata ‘procrastination’? Istilah ini merujuk pada kebiasaan buruk, di mana kamu selalu menunda-nunda tugas atau pekerjaan. Sehingga kamu hobi menundanya sampai menit-menit terakhir.

Introvert pun tidak luput dari godaan untuk menunda-nunda sesuatu. Waktu luang pun kadang dipakai untuk rebahan, skroling media sosial, stalking mantan, dll. Saking enak dan lupa waktunya, sampai-sampai kamu mesti menyesal karena hilang kesempatan.

6Ketika Terlalu Perfeksionis

Tentu saja, setiap orang ingin tampil semaksimal mungkin. Namun mesti dicamkan, kalau kesempurnaan itu tidak ada.

Harapan terlalu tinggi hanya akan mengarah pada kekecewaan yang terlalu berat. Tekanan terlalu tinggi pada diri sendiri hanya akan mengarah pada penderitaan tiada henti.

Baca Juga :  5 Kemiripan Orang Introvert dan Kucing, Ada yang Ngalamin?

Jadi yang kita bisa hanya berusaha dan berdoa sambil menyerahkan segalanya.

7Ketika Membuat Orang-Orang Baik Menjauh

Salah-satu kesalahan terbesar yang dilakukan diri sendiri, yaitu mengisolasi diri dan menolak kehadiran orang-orang baik. Padahal di saat itu, kita justru sedang kesepian dan membutuhkan seseorang.

Kita beralasan tidak mau terlihat lemah dan cengeng. Padahal kondisi tersebut memang wajar. Tidak ada manusia yang tidak pernah sedih, down, atau mellow.

Air mata ketika menangis itu sangat membantu. Pelukan itu sangat membantu. Pertolongan itu sangat membantu. Bahkan keberadaan orang yang mendengarkan pun sangat membantu.

Ada lagi?

Sepertinya list ini masih berpotensi untuk bertambah, ya. Intinya “perusak” kebahagiaan  dan kesuksesan itu bisa jadi dari diri sendiri.

Orang introvert kadang banyak ngeles, sehingga menjadikan kepribadian diri sendiri sebagai penghalang menuju kebahagiaan dan kesuksesan. Orang introvert juga kadang lupa mencintai dan mengapresiasi diri sendiri, sehingga kerap melakukan atau memutuskan hal-hal yang justru menyiksa diri sendiri. 7 Waktu Di Mana Orang Introvert Melakukan Sabotase Terhadap Kebahagiaan Diri Sendiri. #RD

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.