70 Fakta Menarik Tentang Raden Adjeng atau RA Kartini

0
SHARE

RA Kartini dan keluarga, poto RA Kartini dan keluarga, ayah ibu RA kartini, adik kakak ibu kartini, saudara kandung dan tiri ra kartini, ayah RA Kartini, ibu RA Kartini
Ibu RA Kartini berpoto bersama Keluarganya [Via: profilpedia.com]
11. Di usia 12 tahun tersebut, dirinya dipingit sesuai adat. Dia seperti “dikurung” di rumah dengan mahramnya, sambil menanti laki-laki yang bersedia meminang atau menikahinya.

12. Ibu Kartini menguasai Bahasa Belanda, bahkan memiliki beberapa teman asal negeri kincir angin tersebut.

13. Ibu Kartini gemar bertukar surat dengan temannya, salah-satunya yaitu Rosan Abendanon.

14. Ibu  Kartini senang membaca buku, majalah, dan koran Eropa.

15. Ibu Kartini menaruh perhatian pada cara berpikir kaum perempuan di Eropa.

16. Bermula dari kekaguman dan perbandingan kondisi perempuan Eropa dan Indonesia, timbul kesadaran bahwa status sosial kaumnya yang rendah musti segera diubah.

17. Hobi membacanya berkembang menjadi hobi menulis.

18. Ibu Kartini menulis dan mengirimkan karya tulisnya, sampai kemudian dimuat di Majalah Wanita Belanda, De Hollandsche Lelie.

19. Ibu Kartini sangat tertarik mengungkapkan gagasannya akan emansipasi wanita dan permasalahan sosial politik pada umumnya.

poto kartini dan suami, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat (1903)., suami ibu kartini
Ibu RA Kartini Menggandeng Suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat. [Via: Wikipedia]
20. Beberapa buku yang beliau baca yaitu Max Havelaar (Multatuli/ Eduard Douwes Dekker), Surat Surat Cinta (Multatuli/ Eduard Douwes Dekker), De Stille Kraacht/ Kekuatan Ghaib (Louis Coperus), Die Waffen Nieder/ Letakkan Senjata (Berta Von Suttner), dsb.

21. Ibu Kartini menikah dengan Bupati Rembang, K.R.M Adipatio Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

22. Sang bupati sudah memiliki 3 isteri, sehingga Ibu Kartini berstatus isteri keempat.

23. Mereka menikah pada 12 November 1903.

24. Suami sudah tahu keinginan isterinya dan mendukung penuh.

25. Dia begitu suportif ketika Kartini ingin mengembangkan usaha ukiran jepara.

26. Sang suami membebaskan dan memberi support ketika istrinya membangun sekolah perempuan di kompleks kantor kabupaten, yang kini disebut sebagai Gedung Pramuka.

27. Suami juga mendukung mimpi Ibu Kartini menulis atau menerbitkan buku.

Baca Juga :  Ucapan Sayang, Kebencian, dan Kehampaan Di Hari Ayah Nasional

28. Anak satu-satunya diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat, yang lahir pada 13 September 1904.

29.Pada tahun 1912, Yayasan Kartini Semarang mendirikan Sekolah wanita bernama “Sekolah Kartini” sebagai wujud penyambung perjuangan RA Kartini.

30. Yayasan tersebut dikelola oleh keluarga Conrad Theodore van Deventer, seorang ahli hukum dan tokoh Politik Etis asal Belanda.next-page-RD-300x100-1

1
2
3
4
SHARE