70 Fakta Menarik Tentang Raden Adjeng atau RA Kartini

0
SHARE

Door Duisternis tot Licht, Door Duisternis tot Licht book, buku Door Duisternis tot Licht, habis gelap terbitlah terang, maksud habis gelap terbitlah terang, arti habis gelap terbitlah terang, cerita habis gelap terbitlah terang, buku habis gelap terbitlah terang ra kartini

31. Sekolah-sekolah itu sudah tersebar ke berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Cirebon, Yogyakarta, dsb.

32. Pasca wafatnya Ibu Kartini, Jacques Henrij Abendanon atau J.H. Abendanon tertarik untuk mengumpulkan surat-surat Kartini. Beliau sendiri merupakan Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda periode 1900-1905.

33. Surat-suratnya kemudian dibukukan. Buku itu berjudul “Door Duisternis tot Licht”, yang kini dikenal sebagai ungkapan “Habis Gelap Terbitlah Terang”, terbitan tahun 1911.

34. 11 tahun pasca penerbitan buku, Balai Pustaka merilis versi Bahasa Melayunya (diterjemahkan oleh Empat Saudara) dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran”.

35. Pada tahun 1938, Armijn Pane (sastrawan) ikut menerbitkan buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” versinya, lengkap dengan pemecahan karya menjadi beberapa bab.

36. Sulastin Sutrisno juga menerbitkan versinya sendiri dengan judul “Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya”

37. Surat-surat Ibu Kartini juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Dr Joost Cote dengan judul “Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1990-1904”.

38. Sulastin Sutrisno kembali menerbitkan buku terkait surat-surat Ibu Kartini, bertajuk “Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya”

39. Usaha Dr Joost Coté untuk mengumpulkan surat-surat Kartini diterjemahkan dan dibukukan dengan judul “Aku Mau… Feminisme dan Nasionalisme”. Namun isinya lebih spesifik, sebab hanya surat-surat Kartini pada Stella Zeehandelaar periode tahun 1899-1903.

40. Moto hidup Ibu Kartini adalah “Aku mau…”

kutipan ra kartini, kata kata ra kartini, isi surat ra kartini
Via: statusfan.com

41. Berdasarkan surat tertanggal 27 Oktober 1902, Ibu Kartini mengungkapkan kalau dia mulai membatasi bahkan tidak memakan daging. Karenanya, banyak yang berasumsi kalau Ibu Kartini merupakan seorang vegetarian

42. Buku berisi surat-surat Kartini diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jawa, dan Sunda.

Baca Juga :  Kenapa Sesekali Kita Perlu Menyendiri? Inilah 5 Alasannya!

43. Isi surat-surat Ibu Kartini mayoritas tentang curhatan, isi pikiran, atau gagasannya terkait kondisi sosial yang ada, khususnya yang menyangkut kaum perempuan.

44. Lewat suratnya, Ibu Kartini mengeluhkan budaya Jawa atau tradisi masa itu yang menghambat kemajuan para perempuan.

45. Lewat suratnya, Ibu Kartini menumpahkan harapan agar ia dan kaumnya mendapat bantuan dari luar. Ia berharap bisa maju seperti para perempuan Eropa.

46. Lewat suratnya, Ibu Kartini ternyata keberatan akan beberapa hal. Tentang perempuan yang tak leluasa mengeyam pendidikan, musti pasrah ketika dipingit, tak berdaya ketika dijodohkan, atau juga wajib menahan pilu ketika dimadu.

47. Lewat suratnya, Ibu Kartini mengungkapkan mimpi untuk studi ke Eropa.

48. Lewat suratnya, Ibu Kartini mengatakan kalau beberapa sahabat pena yang berkorespondensi dengannya memang suportif akan impiannya.

49. Cita-citanya untuk sekolah ke Eropa tidak tercapai, tapi masih ada opsi lain dengan menempuh pendidikan menjadi guru di Betawi. Demikian saran sang ayah dan Nyonya Abendanon.

50. Niat Ibu Kartini untuk melanjutkan tingkat pendidikan dimuluskan oleh Departemen Pengajaran Belanda, yang memberi izin pada Kartini serta saudaranya (Rukmini) untuk melanjutkan studi.next-page-RD-300x100-1

1
2
3
4
SHARE