8 Alasan Pria dan Wanita Tidak Mau Publikasi Hubungan di Media Sosial

2
SHARE
privasi dalam hubungan, alasan pria tidak mau publikasi hubungan, alasan wanita tidak mau publikasi hubungan, tidak mau publikasi hubungan, cinta yang dewasa tak perlu publikasi, ada perasaan orang lain yang dia jaga
Image via: thoughtcatalog.com

Apa kamu termasuk tim yang mempublikasikan hubungan di media sosial? Atau hanya sesekali? Atau tidak sama-sekali?

Pertama-tama, saya tidak akan mendikte siapa pun untuk melakukan apa pun di media sosial mana pun.

Semua orang memiliki pilihan. Bebas saja. Toh risikonya ditanggung masing-masing, ya.

Terkait publikasi hubungan di media sosial, saya memilih untuk tidak melakukannya. Awalnya saya kira, saya sudah melakukan langkah paling tepat nan sempurna tanpa cacat. Rupanya pilihan saya tidak lepas dari efek samping.

Ketika tidak memosting foto dengan pacar, tidak ngetag orang spesial, tidak membagikan tangkapan layar chat dengan pasangan, atau tidak update status ‘thank you for today, my lover’, tidak berarti kamu lepas dari masalah.

Seseorang yang gigih bisa saja terus mendekatimu, sekali pun sudah dibilangin, bahwa kamu sudah menjalin hubungan dengan orang lain. Namun dia tidak percaya karena kamu tidak ‘memamerkannya’ di media sosial. Huft.

Tetapi kejadian tersebut tidak mengubah apa yang sudah nyaman saya lakukan. Saya tetap tidak share foto selfie dengan partner yang sekarang. Saya yakin banyak orang lain juga melakukan hal yang sama. Kenapa, sih? Padahal pasangan muda atau tua pun banyak yang sering sharing kemesraan.

Berikut ini alasan kenapa pria dan wanita yang enggan mempublikasikan hubungannya di media sosial.

1Belum Menikah

Image via: pixabay.com

Alasan pertama dan paling utama saya, yaitu karena saya dan tunangan belum menikah. Ikatan kami masih lemah. Baik agama mau pun negara belum mengakuinya. Cukuplah kedekatan kami diketahui oleh keluarga, tetangga, dan teman-teman dekat saja.

2“Tidak Ada yang Peduli”

Image via: pickpik.com

Pasangan selebritis yang membuka diri soal hubungannya pasti mendapat aneka sambutan. Ada yang mendukung, ada yang kontra, ada juga yang berat hati dan perlu belajar mengikhlaskan.

Baca Juga :  Cara Membuat Seseorang Menyesal Sudah Menolak dan Menyia-Nyiakan Kita

Kalau saya dan pacar bukanlah sosok yang terlalu berpengaruh. Jadi saya rasa, dunia nyata dan maya tidak akan begitu antusias. Orang-orang yang kepo selalu ada, tetapi yang peduli hanya segelintir saja.

3Enggan Mengundang Komentar

Image via: worcesternews.co.uk

Ketika memosting hubungan di media sosial, bukan tidak mungkin komentar akan berdatangan. Mungkin ada yang memuji, memberi selamat, atau ikut berbahagia. Sangat mungkin juga ada yang memberi komentar kurang enak atau membuat suasana jadi canggung.

Misalnya, ‘lho bukannya dia itu mantannya si anu?’, ‘itu pacarmu kok enggak fashionable, ya?’, ‘semoga kebiasaan selingkuhnya udah hilang, ya!’, ‘belum syah jadi pasutri tapi udah sering jalan berdua, ya?’, ‘ngedate-nya kok di pinggir jalan, sih?’, ‘hmm kelihatannya enggak serasi’, ‘wah jadian sama orang mapan, nih!’, dst.

Aneka komentar yang tidak diinginkan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama-sekali kalau saya tidak memosting apa pun, ‘kan? Hehehe.

4Tidak Suka Over-Sharing Hal-Hal Pribadi

Image via: sp.depositphotos.com

Kebetulan saya dan partner sekarang sama-sama tidak suka memosting privasi dalam kehidupan dan hubungan. Beliau paling mengunggah foto pemandangan, kutipan, atau update status biasa.

Saya juga demikian. Kadang ditambah dengan postingan video lucu, karya, postingan blog terbaru, dll. Tidak nyaman rasanya ketika membagikan konflik dengan pacar di media sosial, misalnya.

5Menghindari Hal-Hal yang Tidak Diinginkan

Tidak semua orang ikut berbahagia dengan ekspresi bahagia kita di media sosial. Tidak semua orang ikut berduka dengan ekspresi sedih kita di media sosial. Bukannya berburuk sangka, namun orang-orang hasad/hasud/iri/dengki itu memang nyata.

Mereka bisa jadi tidak suka pada kebersamaan atau kemesraan kita dengan pasangan. Mereka juga bahkan tidak suka melihat ekspresi ceria atau senyuman kita.

Baca Juga :  8 Manfaat atau Hikmah Menangis Bagi Kesehatan Seseorang

Kalau yang sudah niat, mungkin mereka akan melakukan sesuatu untuk mencederai atau bahkan menghancurkan hubungan itu. Ada juga yang terus menunggu momen putus kita, sehingga mereka akan jadi barisan pertama yang bertepuk tangan.

6Tidak Merasa Harus Membuktikan Apa Pun

Di zaman sekarang, rasanya lebih mudah untuk buka-bukaan ketimbang untuk menutup-nutupi. Maksudnya, saya begitu tergoda untuk membagikan atau melaporkan apa pun. Entah itu isi pikiran, isi hati, menu makanan, tempat nongkrong, ekspresi di saat ini, dengan siapa berpacaran, dengan siapa sahabatan, dll.

Media sosial seperti sarana untuk membuktikan sesuatu. Tidak ada postingan, berarti tidak ada bukti dan sudah termasuk hoax. Seakan-akan kita butuh validasi setiap akun di media sosial.

Maka harus ada sesuatu yang diunggah untuk membuktikan bahwa saya ini sosok yang ngehits, sosok yang serba tahu segala informasi, sosok yang mengikuti trending topic, sosok yang bahagia, dll. Termasuk ketika ingin menunjukkan hubungan yang baik-baik saja, maka seperti ada tuntutan kalau saya mesti upload foto mesra, video kebersamaan, saling tag postingan, dll.

Kalau tidak begitu, takutnya orang bertanya-tanya, ‘apakah kamu jomlo?’, ‘apakah kamu bahagia dengan pasanganmu sekarang?’, ‘apakah hubunganmu toxic?’, dll. Padahal saya pribadi tidak merasa berkewajiban membuktikan apa pun.

7Menjaga Kepercayaan

Ketika menjalani komitmen, saya dan partner ingin sama-sama saling percaya. Kami tidak mau saling curiga. Kami tidak mau saling insecure.

Saya tidak ‘memerintahkan’ partner untuk memakai foto profil berdua agar tidak dikira lajang. Saya juga tidak mendikte beliau untuk update status tentang agenda pacaran kami. Saya tidak memerlukan semua itu hanya untuk meyakinkan, kalau kami akan saling setia dan jangan sampai ada yang jadi ‘orang ketiga’.

Baca Juga :  5 Saran yang Boleh Dilanggar atau Diabaikan Ketika Belajar Bahasa Asing

8Fokus Pada Quality Time

Begitu menikmati waktu bersama, saya dan partner pun menjepret kebersamaan. Kami berfoto atau merekam momen. Namun hasilnya cukup jadi dokumentsi di Gallery. Tidak wajib langsung posting di story atau feed.

Seringkali kebersamaan itu jadi terusik jika salah-satu atau bahkan kedua belah pihak sudah sibuk dengan ponsel masing-masing.

Rahasia Hubungan dan Privasi Hubungan

Intinya, dalam menjalin hubungan percintaan, ada yang namanya privasi dan rahasia.

Rahasia dalam hubungan itu ketika kamu menyembunyikan statusmu dengan sengaja dari pacarmu. Kamu sudah punya pacar atau tunangan, tapi ngaku-ngaku sebagai single, jomlo, lajang, atau masih sendirian. Maka yang satu ini bisa jadi akar masalahmu dengan pasangan. Terlalu banyak yang dirahasiakan dari pasangan justru bisa merusak kepercayaan.

Sementara privasi dalam hubungan itu ketika kamu ingin bebas dari gangguan, campur tangan, dan pengamatan orang lain. 8 Alasan Pria dan Wanita Tidak Mau Publikasi Hubungan di Media Sosial. #RD

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.